Agung Balik Lapor Nadya ke Polisi

Posted on Updated on

Agung di ruang SPK Polresta Tasikmalaya atas pencemaran nama baiknya dan perbuatan tidak menyenangka yang dilakukan istrinya.
Agung di ruang SPK Polresta Tasikmalaya saat melaporkan pencemaran nama baiknya dan perbuatan tidak menyenangka yang dilakukan istrinya.

Kota. Tasikmalaya, Buser Trans Oline

Bersama pengacaranya Agung Danil Setiabudi (25), warga Gunung ceri Kecamatan Cihideung Kota Tasikmalaya datang ke Poreta Tasikmalaya untuk mengadukan istrinya Nadya yang lebih dulu melaporkan ke PPA atas perbuatan menelentarkan anaknya serta perbuatan kekerasan Dalam Rumah tangga, Kamis, 19/2. ( KDKRT ).

Dalam keterangan di sampaikan Pengacara Andi Ibnu Hadi SH. kepada beberapa awak media yang meliput di ruang tamu Kapores Tasikmalaya, menyangkal atas tudingan Nadya dilansir oleh salah satu media lokal.” yang mengatakan klinnya jelas tidak pernah menelantarkan anak dan istrinya, apalagi melakukan tidakan kekerasan”. Jelasnya.

Lebih jauh Andi mengatakan justru selama ini Agung lah dijolimi. Sebelum pelaporan keuangan keluarga yang ngatur adalah istrinya. Baca entri selengkapnya »

2014 in review Dari wordpres

Posted on Updated on

Asisten statistik WordPress.com menyiapkan laporan tahunan 2014 untuk blog ini.

Berikut ini kutipannya:

Aula konser di Sydney Opera House menampung 2.700 orang. Blog ini telah dilihat sekitar 43.000 kali di 2014. Jika itu adalah konser di Sydney Opera House, dibutuhkan sekitar 16 penampilan terlaris bagi orang sebanyak itu untuk menontonnya.

Klik di sini untuk melihat laporan lengkap.

Gara-Gara Hina Jokowi, KPK Kehilangan Separuh Dukungan Rakyat

Posted on

Oleh: Djoko Edhi S Abdurrahman*

Di head line Kompas pagi ini (Jumat, 16/1/2015), malah Presiden Jokowi yang diminta jadi negarawan tapi dengan cara membatalkan pelantikan Budi Gunawan (BG). Kompas juga memobilisasi opini para tokoh agar Kepala Negara membatalkan BG. Sejak dari Syafii Maarif, Frans Magnis, Slamet Efendy Yusuf, Azyumardi Azra, Ikrar Nusa Bhakti, dan Ava Sundari (terakhir ini menolak opini yang ingin dibentuk koran Kompas).

Orang-orang yang semua saya kenal ini, tak ada yang memikirkan nasib Jokowi sebagai Kepala Negara yang beresiko tinggi untuk memenuhi permintaan itu. Ia Kepala Negara, bukan petugas partai. Ia presiden, bukan wong solo. Kepala Negara, adalah negara saya, bukan negara teman. Sekali Jokowi mengabulkan permintaan seperti itu, akan menyusul tingkah yang sama susul menyusul seperti pada SBY hingga menguras semua kewibawaan Kepala Negara. BG dan KPK yang berulah, Presiden yang diminta untuk jadi negarawan.

Simalakama, jika tak dituruti, seolah pro koruptor, dan anti KPK. Padahal KPK-nya yang anak nakal. Untuk menangkap maling, KPK punya waktu 350 hari. Jika benar, andai Kapolri malingnya, KPK cukup duduk manis di depan kamera lalu mengumumkan sprindiknya. Selesai.

Takut karena kapolri jenderal bersenjata? KUHAP telah mengatur, jika Pak Jenderal bawa senjata dan pasukan, maka dilakukan head to head, yaitu dengan pasukan bersenjata, yaitu TNI, guna tertib hukum. Pada waktu kasus Djoko Susilo, juga warning yang sama diterbitkan sosial media. Tapi KPK yang tak punya nyali menetapkan Timur Pradopo–yang bukti tanda tangannya dimuat pers secara luas–di kasus itu.

Jadi KPK punya banyak waktu dan kesempatan untuk menangkap BG, setelah atau sebelum pelantikan. Karena penanganannya asal-asalan, mau menangkap BG, malah menyerang horja kepala negara. Dalam konteks itu harus dipandang langkah-langkah KPK yang menegasikan sopan santun bernegara, tapi KPK tetap menggunakan logo garuda. Piye iki mas Bambang Widjoyanto? Masih lebih untung SBY, begitu Polri versus KPK crash, ia malah jadi sang hero. Tim kecil dibentuk, dikomandani Adnan Buyung

Pada kasus KPK – BG, Kepala Negara dipermalukan habis. Tak boleh begitu Pak Komisioner. Ia Kepala Negara. Jika wibawanya habis, tak jalan program negara ini, dan yang jadi korban adalah rakyat. Kalau sudah sampai di situ, tak perlu ngomong lagi soal pemberantasan korupsi karena kerusakan yang didatangkan KPK jauh lebih besar.

Hukum adalah punishment, dibentuk dari tingkat kerusakan. Perbandingan manfaat dan mudharat pada bangsa yang sedang belajar demokrasi. Tentu saja, jika menyangkut Kepala Negara adalah menyangkut negara, rakyat pasti keberatan dengan cara koboi yang menggerus wibawa Kepala Negara. Ini bukan soal diri Jokowi, melainkan soal Kepala Negara. Saya kira kerendahan hati KPK yang justru membuat KPK kian tajam dan berwibawa.

Membaca dari respon masyarakat sipil (civil society), dari kasus operasi ugal-ugalan tersangka BG, saya perkirakan, lebih separuh KPK kehilangan dukungan. Itu kerugian yang sangat besar. Dukungan itu, satu-satunya asset KPK. Jika ia terus kehilangan (asset lost) a quo, KPK sama dengan membunuh dirinya perlahan-lahan menuju kematian. Lain dengan penegak hukum lainnya, Polri, Kejaksaan, Kehakiman, punya jaringan, duit, senjata, pasukan, dan expertist. Mereka juga dilengkapi buku yang komplet empiriknya.

KPK tak punya itu; duit, senjata, pasukan, dan seterusnya. KPK cuma punya jaringan masyarakat sipil yang setia dan siap pasang badan. Tapi jaringan ini, adalah sosok kumpulan masyarakat kritis. Dan faktor kritis itu yang menjadi pengikatnya dengan KPK, jika tindakan KPK kontra produktif, masyarakat ini balik menyerang. Minimal mereka bertindak seperti filsafat masyarakat samin (jateng), yaitu retrietment (mengundurkan diri).

Pada kasus BG, Jokowi tak ikut terlibat, tapi ia yang dijadikan pesakitan. Itu konyol. Sementara Jokowi, tokoh yang dilahirkan civil society itu, kini jadi head to head dengan KPK. Masyarakat sipil akan memilih berada di belakang Jokowi! Pake otak, jangan pake dengkul!

*Penulis: Mantan Anggota Komisi III DPR RI

Baca entri selengkapnya »

Jalan Jatinangor – Cimanggung dirundung Teror Pembunuhan

Posted on Updated on

Korban Perampokan di Jalan Raya Jatinangor - Sumedang.
Korban Perampokan di Jalan Raya Jatinangor – Sumedang.

Kab, Sumedang, Buser Trans Online

Jalur Jatinangor – Cimanggung kembali terjadi teror pembunuhan sadis, kali ini korban pengendara motor  tewas.  diduga pelaku pembunuhan lebih dari 4 orang, dalam aksinya dengan cara memepet motor korban, terjadi jam 18.00 wib, Sabtu, 17/1.

Menurut saksi yang tidak mau disebut namanya kepada Buser Trans online mengatakan beberapa pengendara yang melintas tepatnya depan PT. KHTex Sumedang,melihat 1 kendara roda 2 di pepet oleh 3 kendaraan roda dua dengan jumlah pengendara diatasnya lebih dari 3 orang. Baca entri selengkapnya »

Rotasi Kapolsek Cicalengka

Posted on

Kapolsek Cicalengka Kompol H. Asep Gunawan, saat sambutan Pisah sambut
Kapolsek Cicalengka Kompol H. Asep Gunawan, saat sambutan Pisah sambut

Buser Trans Online, Kab.Bandung

Jajaran Muspika Cicalengka gelar pisah sambut kapolsek Cicalengka baru, Kapolsek lama Kompol H. Kusnadi pindah menjadi Kapolsek Rancaekek, sebagai gantinya Kompol H. Asep Gunawan SH menjadi Kapolsek Cicalengka, acara pisah sambut digelar di pendopo Cicalengka, Rabu ( 31/12).

Pada kesempatan tersebut Kapolsek Cicalengka Kompol H. Kusnadi menyampaikan bawa perpindahan ini adalah hal bisa di tubuh Polri, sebagai bentuk penyegaran jabatan di tiap daerah, lebih jauh kapolsek mengatakan saat ini wilayah Cicalengka pada situasi kondusip, selan itu, kapolsek baru yang menggantikannya adalah setinggkat sama, baik masuk Polisi maupun dalam tugas. Baca entri selengkapnya »