BANYAK KEBIJAKAN PEMERINTAH TIDAK SESUAI REPEREDUM

Posted on Updated on


PANGANDARAN,Buser trans online

Kabupaten Pangandaran merupakan pemekaran dari Kabupaten Ciamis. Kabupaten ini resmi dimekarkan pada 25 Oktober 2012. Kabupaten ini terdiri dari 10 kecamatan, yaitu : Cigugur, Cijulang, Cimerak, Kalipucang, Langkaplancar, Mangunjaya, Padaherang, Pangandaran, Parigi, Sidamulih.
Terbentuknya Kabupaten Pangandaran, sebagai sejarah baru berdasarkan sidang Paripurna DPR RI dan Menteri Dalam Negeri, Kamis, 25 Oktober 2012. Akhirnya Pangandaran disetujui menjadi Kabupaten Baru sebagai Pemekaran dari Kabupaten Ciamis-Jawa Barat.
Berbicara tentang pemekaran kabupaten Pangandaran tidak lepas dari tiga tokoh utama yang punya gagasan mulia, H.Supratman, H.Adang Hadari dan H. Iyos Rosbi.
Saat kami coba bersilaturahmi ke rumah kediaman H.Supratman, Sabtu, 18/11/2016 alhamdulillah beliau terlihat sudah sehat seperti diberitakan sebelumnya H.Supratman menderita sakit dan harus dirawat di salah satu.rumah sakit di Bandung.
H.Supratman memberikan apresiasi terkait pemerintahan yang sekarang lagi berjalan dengan Bupati depenitif H.Jeje Wiradinata, beliau mengatakan masih banyak kebijakan pemerintah yang kurang efektif dan harus dicermati lebih lanjut saat ini.
“Kebijakan pemerintah kabupaten Pangandaran saat ini terasa kurang efektif  dan harus dicermati kembali, jangan sampai terkesan kebijakan yang dipaksakan, seperti contoh halnya program AMS ( Ajengan Masuk Sekolah), yang akan segera di perda kan sebagai program pendidikan berkarakter, sebenarnya saya.pribadi tidak setuju dengan program tersebut, di kabupaten Tasikmalaya pun yang terkenal dengan kota santri, program tersebut gagal dilaksanakan,  tapi kenapa di Pangandaran begitu dipaksakan, nanti bagaimana benturan dengan sukwan sukwan yang sudah lama bekerja,  kecemburuan pun akan timbul, dimana Ajengan digaji 1 jt/bulan sedangkan para sukwan tidak, terus kriteri ajengan ini kan tidak berserifika

berserifikat, sedangkan ini sekolah pormal, terus kriteria ajengan yang bagaimana yang akan direkrut”, ucapnya.
H.Supratman menambahkan lagi, “seperti kita ketahui apakah santri santri yang ada di pesantren sudah berkarakter atau belum, karena hal ini sangat penting dicermati sebagai barometer kita semua, makanya intuk kedepannya program ini mau seperti apa, walaupun bupati mempunyai program pendidikan berkarakter lewat AMS ( Ajengan Masuk Sekolah), jadi jangan sampai kita berkarakter budaya Arab yang diterapkan pada anak didik atau siswa, kita kan negara Pancasila bukan negara islam, terus metode apa yang akan diterapkan para ajengan di sekolah sekolah nantinya”, katanya.

“Nantinya malah.akan buang anggaran yang tidak efektif sekitar 8,5 Milyar dari APBD untuk bayar ajengan masuk sekolah; pungkasnya. (Ateng Jaelani).

​KEPALA  DINAS KBP3A KABUPATEN PANGANDRAN MENERIMA KEDATANGAN TIM VERIFIKASI P2WKSS TINGKAT PROVINSI DI AULA DESA BAGOLO

Posted on


Pangandaran Buser trans.
Pemerintah Kabupaten Pangandaran melalui Kepala Dinas KBP3A Kabupaten Pangandaran, Tavian Soekantoro,SE, menerima kedatangan Tim Verifikasi Program Peningkatan Peranan Wanita Menuju Keluarga Sehat dan Sejahtera (P2WKSS) yang bertempat di Aula Desa Bagolo, Kecamatan Kalipucang, Kabupaten Pangandaran, Senin (20/3).
Hadir pada kesempatan tersebut, Ketua tim penggerak PKK Kabupaten Pangandaran, Kepala dinas intansi terkait, Muspika Kecamatan Kalipucang serta undangan lainnya.
Tavian mengaharapkan agar kunjungan tim evaluasi ini memotivasi peningkatan peran perempuan dalam pembangunan, baik melalui fungsi penopang ekonomi keluaga maupun merapihkan kesetaraan gender.
“Atas nama Pemkab Pangandaran saya menyampaikan ucapan selamat datang kepada ketua beserta anggota tim verifikasi P2WKSS Provinsi Jawa Jarat, semoga nyaman dan dapat melaksanakan seluruh kegiatan,” ucap Tavian.
Lebih lanjut Tavian menyampaikan bahwa tujuan umum program terpadu P2WKSS adalah mewujudkan dan mengembangkan keluarga sehat, sejahtera serta meningkatkan kedudukan, peran, kemampuan, ketahanan mental dan spiritual kaum perempuan melalui kegiatan lintas sektoral bidang pembangunan pemberdayaan masyarakat pedesaan.
“Keberhasilan  program P2WKSS secara nyata dapat dirasakan oleh masyarakat di pedesaan dengan meningkatkan pembangunan infrastruktur yang diarahkan kepada rumah tidak layak huni, MCK umum, jalan desa, lingkungan, sarana air bersih serta pembinaan hukum, keagamaan dan lain sebagainya,” jelasnya.
Sementara itu, H. Kusdinar selaku ketua tim verifikasi jabar setelah meninjau lokasi meyampaikan bahwa akan diadakan kunjungan berikutnya untuk melakukan penilaian.
“Karena ini verifikasinya masih 0% sehingga nanti kita akan melakukan evaluasi bulan oktober, untuk sekarang kita hanya berikan penanganan-penanganan apa saja yang mesti di benahi,”tegas Kusdinar. (Ateng jaelani)

Pemerintah Gagal Atasi Banjir KH TEX

Posted on Updated on


Kab.Bandung busetransonline

Walaupun jalan kh tex ditinggikan namum banjir tetap menenggelamkan jalan tersebut, ini salah satu ke gagalan pemerintah dalam menangani banjir kh tex, jelas haji Gundra Ruhimat sh.

H. Gundra Ruhimat SH, adalah ketua umum BPKSI ( Barisan Pelindung Konsumen ) siliwangi kepada buser trans online mengatakan banjir yang melanda rancaekek sudah  lama terjadi namun pemerintah belum berhasil menangani.

” upaya pemerintah salah satunya mulai meninggikan badan jalan sampai memperbaiki solokan depan pabrik kh tex”jelasnya.

Petugas datang ke lokasi banjir hanya menagulangi dengan menyedot air tanpa mengatasi penyebab banjir. Pungkasnya nurdin/busetransonline

Kab Bandung , Seluruh Ruas Jalan Macet 

Posted on Updated on


Kab Bandung busetransonline

Seluruh Ruas Jalan menuju bandung macet total akibat banjir menggenangi jalan lintasan provinsi, depan PT khtex rancaekek.minggu 19/3.

Hujan deras sejak dua hari mengguyur akhirnya jalan rancaekek bandung terhalang banjir.

Banjir ini di akibatkan sungai cimande meluap.

Kemacetan dari arah timur macet sampai tanjakan nagreg, sedangkan dari arah barat sampai mulut tol padalenyi.

Begitu juga jalan alternatif Cicalengka macet total tidak bisa bergerak sama sekali.

Hujan tidak hanya sungai cimande meluap sungai ditarik dan cijapati meluap.toni/gopar/iwan/buser

​KORBAN KEBIADABAN ANAK DI BAWAH UMUR OLEH OKNUM USTAZ CABUL DI PANGANDARAN BERTAMBAH.

Posted on


Pangandaran Buser Trans.

 Jumlah korban pencabulan seorang ustaz berinisial S (54) warga Dusun Tarikolot RT 6 RW 4 Desa Pajaten, Kecamatan Sidamulih, terus bertambah dan mencapai 10 orang.
Setelah sebelumnya muncul laporan dugaan pencabulan terhadap anak perempuan di bawah umur berinisial Rr,  Rw, Ls dan Am. Hari ini Minggu (19/3) siang, kembali sebanyak 6 warga yang merasa anaknya menjadi korban melakukan pelaporan ke Polsek Sidamulih. Keenam korban berinisial Ns, N, E, M, Y dan S. Sehingga setidaknya sudah 10 korban yang resmi melaporkan perbuatan pelaku yaitu RR, RW, LS, AM, NS, N, E, M, Y dan S.
Sebelumnya pelaku ditangkap warga dan diamankan Polisi di Mapolsek Sidamulih sekitar pukul 23.00 WIB Jumat (17/3) malam, namun untuk keselamatannya, pelaku dibawa ke Mapolres Ciamis untuk proses hukum lebih lanjut.
Menurut W, orangtua korban berinisial NS mereka melakukan laporan untuk menuntut perbuatan pelaku agar dihukum seberat-beratnya sesuai perundang-undangan yang berlaku.
Dirinya mengatakan, anaknya yang berinisial NS juga mengaku menjadi korban pencabulan oknum ustaz tersebut, setelah mendengar penangkapan pelaku.
“Anak saya menunjukan perubahan prilaku setelah terjadinya pencabulan yang dilakukan oleh ustaz S. Dia jadi pemurung dan pemarah. Bahkan cenderung melawan kepada orang tua,” ujar W.
Menurut dia, terungkapnya kasus tersebut berawal dari protes salah seorang murid SD atas kehadiran Ustaz S yang akan mengajar agama sebagai guru ngaji dalam Program Ajengan Masuk Sekolah (AMS) di sekolah mereka.
“Ketika ditanya alasan penolakan tersebut, anak itu menyampaikan dirinya telah menjadi korban pencabulan oknum ustaz tersebut dan tidak mau lagi belajar padanya. Mereka trauma,” jelasnya.
Selanjutnya atas saran guru di sekolah tersebut, korban minta melaporkan kepada orang tuanya dan pihak kepolisian hingga akhirnya kasus ini terungkap.(ateng jaelani)

​LAGI LAGI TERJADI KEBIADABAN OKNUM USTAZ,DI PANGANDARAN DI DUGA CABULI BEBERAPA ANAK DI BAWAH UMUR.

Posted on


Pangandaran Buser Trans.

 Seorang ustaz berinisial S (54) warga Dusun Tarikolot RT 6 RW 4 Desa Pajaten, Kecamatan Sidamulih, dilaporkan ke pihak kepolisian. Pasalnya ia diduga telah melakukan pencabulan terhadap sejumlah anak perempuan yang masih di bawah umur.
Atas laporan tersebut, pelaku ditangkap warga dan diamankan polisi di Mapolsek Sidamulih sekitar pukul 23.00 WIB Jumat (17/3) malam. Namun untuk keselamatannya, pelaku dibawa ke Mapolres Ciamis untuk proses hukum lebih lanjut.
Setidaknya 4 anak perempuan di bawah umur menjadi korban kebejatan oknum Ustaz tersebut, di antaranya Rr,  Rw, Ls dan Am.
Sementara dipastikan jumlah korban akan terus bertambah. Hal itu terbukti setelah……. memperoleh informasi dari W orang tua korban berinisial NS yang belum melapor.
Menurutnya, anaknya yang berinisial NS juga mengaku menjadi korban pencabulan oknum ustaz tersebut. Namun dirinya belum melapor terhadap perlakukan pelaku terhadap anaknya.
“Anak saya menunjukan perubahan prilaku setelah terjadinya pencabulan yang dilakukan oleh ustaz S. Dia jadi pemurung dan pemarah.  Bahkan cenderung melawan kepada orang tua,”ujar W, Sabtu (18/3) malam.
Lebih jauh W menyampaikan, peristiwa pencabulan bermula, saat anaknya yang sedang bermain bersama temannya, tiba-tiba dipanggil pelaku ke ruangan dapur. “Anak saya disuruh minum air putih. Setelah itu seperti terhipnotis, disuruh membukan pakaian hingga  ‘disentuh’ bagian kemaluannya,” katanya.
Menurut dia, terungkapnya kasus tersebut berawal dari protes salah seorang murid SD atas kehadiran Ustaz S yang akan mengajar agama sebagai guru ngaji dalam Program Ajengan Masuk Sekolah (AMS). “Ketika ditanya alasan penolakan tersebut, anak itu menyampaikan dirinya menjadi korban pencabulan oknum ustaz tersebut,” jelasnya.
Dirinya menambahkan, kemungkinan korban akan terus bertambah pasalnya oknum ustaz tersebut telah menjadi guru mengaji di Masjid Misbahul Khoer lebih dari 2 tahun.
Untuk itu dirinya berencana akan melaporkan kasus ini ke Polsek Sidamulih dan berharap pelaku dihukum seberat-beratnya.
Saat dikonfirmasi melalui sambungan tetelpon, Kapolsek Sudamulih. AKP Iwan Sukarelawan membenarkan terjadinya kasus pencabulan tersebut. “Mengenai jumlah korban saat ini yang melapor baru empat. Namun tidak menutup kemungkinan akan ada muncul korban lainnya. Saat ini kasus tersebut masih dalam pengembangan,” ujarnya.
Iwan juga menegaskan untuk pengembangan lebih lanjut kasus ini sudah ditangani pihak Polres Ciamis. “Kepada warga yang merasa menjadi korban, silahkan melapor ke Mapolsek Sidamulih,” kata Iwan diujung telepon. (Ateng jaelani)

​LUAR BIASA KABUPATEN PANGANDARAN TERPILIH KEMBALI MENJADI TUAN RUMAH KEJUARAAN PACUAN  KUDA TINGKAT NASIONAL.

Posted on


Pangandaran Buser Trans.
 Kabupaten pangandaran Sukses sebagai tuan rumah pada PON XIX lalu pada cabang pacuan kuda, kini kembali menjadi tuan rumah penyelenggaraan kejuaraan bersekala nasional.
“Kita gelar Piala Tiga Mahkota seri I. Ini merupakan salah satu rangkaian kejuaraan yang diselenggarakan PB Pordasi,” ungkap Ketua Pelaksana Asep Noordin, Sabtu (18/3) siang.
Menurutnya, pada kejuaraan kali ini diikuti tujuh provinsi diantaranya, Sumatera Barat, Kalimantan Selatan, Jawa Timur, Jawa Tengah, DKI dan Jawa Barat.
“Ada 19 race yang kita gelar di Piala Tiga Mahkota ini, 800 meter sampai 2000 meter,” tuturnya.
Asep menjelaskan, masing-masing race ini memiliki piala yang berbeda-beda, seperti Piala Bupati, Wakil Bupati, Ketua DPRD, Kapolsek Cimerak, Danramil Cijulang, Gapensi, Sekmat Cimerak dan piala-piala lainnya.
Dirinya mengatakan, Piala Tiga Mahkota sendiri akan diberikan pada saat pelaksanaan Kejurnas kepada kuda pacu yang bisa memenangkan tiga kali berturut-turut pada race derbi atau race 2000 meter.
“Yang tiga kali meraih juara di race derbi itu berhak membawa pulang Piala Bergilir Tiga Mahkota,” tuturnya.
Dikatakanya, setelah seri I pada bulan Mei mendatang, pihaknya juga akan menyelenggarakan  Piala Tiga Mahkota seri II.pungkasnya (ateng jaelani)

Belum Sebulan PKL Alun Alun Cicalengka Di Tertibkan, Kini Menjamur Lagi

Posted on Updated on


Kab Bandung busetransonline

Kurangnya sosialisasi terhadap instrumen yang ada di wilayah, membuat penertiban oleh satpol pp , depperindag dan muspika kurang efektif. Terbukti hari,sabtu 18/3,pedagang kaki lima (PKL) mulai menjamur.

Terlihat PKL mulai berdagang depan mako polsek Cicalengka hingga gedung nasional.

Memang tidak di salahkan PKL karena mereka anggap legal”toh kios di terminal di biarkan, kenapa saya orang kecil di kejar kejar”jelasnya pedagang yang tidak mau disebut namanya.

“Pemerintah harus adil dong”jelasnya.

Jangan karena uang berani menyogok wartawan untuk menulis berita bagus kenyataan bokbrok ,pungkasnya.

Memang di terminal berdiri bangunan milik pemerintah namun dialihkan fungsi menjadi kios lolos dari penertiban.nurdin/gofar/busetransonline