Mafia Gadai Motor,Marak diWilayah Priangan Timur

Posted on Updated on

Kab. Bandung, Buser Trans Online

Beberapa pekan lalu Mafia Motor Gadai dipolisikan,oleh  Pihak PT BAF Cabang Bandung. Diduga terlapor adalah salah seorang anak Anggota Polisi berpangkat perwira yang menjabat sebagai Kapolsek diwilayah Hukum Banjaran Bandung. Indra (30) tak dapat mengelak saat anggota polisi, sebagai anak buah sang ayah menjeput dari kediamannya dengan menunjukan bukti surat penangkapan sebagai tindak lanjut dari Laporan korban yakni dua karyawan Licsing PT.BAF yang melaporkan Indra bersama beberapa temanya dengan tuduhan telah merampas Sepeda motor merk Yamaha jenis Vega DB New No.Pol  D.3177 ZB warna Biru hitam Atas nama Konsumen Asep Sudrazat saat melintas di jalan raya Marga Hurip Banjaran sekitar pukul 16:30 WIB.

Sepeda motor tersebut berhasil ditarik para petugas Leasing dari PT.BAF yang telah mengetahui keberadaan Unit tersebut berada di tangan pihak ketiga atas nama Siti  (35) warga Kp.Cimaung Banjaran  sebagai Gadaian dari sang anak Anggota Polisi yakni Indra. Proses hokum kini tak pandang bulu, namun hal tersebut rupanya harus dibayar mahal oleh Kanit Reskrim yang melakukan penjemputan atas Anaknya saat itu sehingga Ia pun harus rella melepasakan jabatan sebagai kanit mejadi KSPK Polsek tersebut.

Kasus perampasan pun berawal dari Karyawan Leasing PT.BAF melakukan penarikan sepeda motor yang sedang dikedarai oleh Siti yang menuut pengakuan ia mendapat unit tersebut sebagai Gadaian dari Indra. Saat penyitaan sepeda motor Siti tak melakukan perlawanan atau pun mencoba mempertahankan. Akan tetapi seiring dengan kedua Karyawan daeller tersebut meniggalkan tempat tersebut sambil memboyong sepeda motor yang menjadi kejarannya itu. Diduga Siti melaporkan hal tersebut pada Indra yang disinyalir sebagai Mafia Gadai sepeda motor bermasalah tersebut.

Sebab saat kedua petugas Leasing tersebut melintas di kawasan Margahurip Banjaran tiba-tiba perjalannya itu di  hadang oleh berapa pemuda yang dikomandoi oleh Indra. Hingga unit itu pun kembali berhasil dirampas secara paksa dari tangan Petugas Leasing tersebut.Tak terima diperlakukan seperti itu Karyawan PT.BAF itu pun kemudian melaporkan pada atasanya yang selanjut melaporkan kasus tersebut pada  pihak yang berwajib yakni ke Polsek Banjaran yang kemudian kasus tersebut dilimpahkan ke Polres Bandung.Terlapor pun yakni (Indra reed) kini terpaksa harus meringkuk didalam sel tahanan, Kini tinggal menunggu putusan pengadilanya. ( Dani Rachdian )

81 thoughts on “Mafia Gadai Motor,Marak diWilayah Priangan Timur

    andi said:
    24 September 2010 pukul 9:38 PM

    seharusnya asosiasi leasing bekerja sama dengan polda or polwil memabasmi mafia gadei motor yang sekarang semakin marak dan hampir menggeser kebiasaan masyarakat “daripada kredit motor mending gadai” dan biasanya mafia gadai itu bersembunyi di balik nama LSM or Forum-forum yang mengedepankan keadilan padahal isinya adalah para preman dan mafia gadai yang selalu mengambil keuntungan dari orang yang berkapasitas minim.semoga ada langkah baru dari kepolisian Ri untuk membasmi mafia tsb karena akan mempengaruhi perekonomian negara secara luas,kredit macet akan mempengaruhi investor masuk ke indonesia…….mafia motor adalah bangsat negara sejajar dengan koruptor tingkat tinggi, sejajar dengan makelar kasus dan pada akhirnya sama dengan setan.

    Suka

      Rusna hudaya, SH. MH said:
      22 Oktober 2010 pukul 8:13 PM

      kalau bikin komentar coba pelajari hukum.
      mana bisa leasing kerjasama sama kepolisian karna itu masih dalam koridor perdata, dan juga coba lihat SURAT BARESKRIM NO 2010 menyatakan “Pihak kepolisian tidak bisa menerima laporan 372, 378, 365 maupun 368 dari pihak leasing sehubungan masing dalam koridor perdata. aneh….. aneh wae anjeunmah….

      Suka

        bay said:
        23 Oktober 2010 pukul 5:30 PM

        maaf pak Rusna, ikut nimbrung… kira-kira menurut bapak jalan yang terbaik untuk menyelesaikan kasus di atas bagaimana pak? tentunya dalam koridor bapak sebagai ahli hukum pa. Terima kasih

        Suka

        Rio Abimanyu SH said:
        23 November 2010 pukul 8:52 PM

        ,,,masalah ini timbul akibat adanya wanprestasi terhadap persetujuan yang telah dibuat. yang namanya hutang tetap hutang,,mau pidana atau perdata perkara hutang piutang dianggap SAH jika telah ada kesepakatan dua belah pihak,,,(diluar dari perjanjian atau fiducia)
        Di indonesia blm ada putusan yang menyatakan penghapusan hutang.
        jadilah nasabah atau konsumen yang teladan,,jangan hanya koersiv dgn hukum,,,

        Suka

          Dodi riswandi said:
          11 Desember 2010 pukul 7:33 PM

          Kang Rio, Nah itu dia masalahnya Memang betul hutang adalah Hutang Bagaimana pun harus dibayar. urusannya akhirat. tapi ketika Nasabah Wanprestasi kalau itu dianggap masalah maka kita mengacu pada isi perjanjian itu sendiri. Maka jadilah Leasing yang baik dan tidak melanggar peraturan yang ada.

          Suka

            Rio Abimanyu SH said:
            15 Juli 2011 pukul 1:52 PM

            betul kang dodi,,leasing pun harus bisa berjalan dengan aturan hukum di indonesia jangan asik dengan aturannya sendiri. jadilah masyarakat yang teladan, jadilah leasing yang teladan,,,

            Suka

        ABUNAWAS said:
        18 Februari 2012 pukul 6:54 PM

        Ah, Pak Rusna yang harus belajar dulu, untuk pembiyaan dari leasing ada lex specialisnya, namanya UU jamian Fidusia ( UU No.42 Tahun 1999 ) didalamnya ada sanksi pidananya… ah, aneh-aneh wae anjeunmah… sudah S2 tapi asbun alias asal bunyi…hehe

        Suka

        handre said:
        28 Juli 2012 pukul 8:23 AM

        karunya sakola luhur…watir UU fidusia teu nyaho…

        Suka

      Andi Kardani said:
      22 Oktober 2010 pukul 8:45 PM

      Andi nama kita sama tapi ideologi kita kayaknya beda.
      untuk Forum-Forum / LSM-LSM yang mengedepankan keadilan masih mending daripada LSM-LSM / FORM-FORUM yang merima bayaran untuk menakut-nakuti masyarakat( Budak/Buldog perusahaan ) yang senantian harus terus menggonggong.
      kenapa saya bilang gitu ?
      karna saya adalah salah satu korban Leasing, ketika saya nunggak 2 bulan cicilan pas mau biayar saya harus bayar 3 bln pada waktu itu saya uang dari mana ? dari leasing tetap harus 3bln kalau tidak maka motor yang cicilannya 5 kali lagi (hampir lunas)mau itarik. Ayah, Ibu, Adik, Kakak, Istri saya dimaki-maki. Mencerit hati saya pada waktu itu. minta tolong, tolong kemana ? minta bantuan, bantuan kemana ? Raiblah motor saya yang sebentar lagi hampr lunas.
      jadi komemtar saudara bulsit

      Suka

        bay said:
        23 Oktober 2010 pukul 5:28 PM

        wah pa andi, kaya nya itu mah ‘oknum’. seharusnya bisa diselesaikan kok pa….

        Suka

        yopi said:
        20 Januari 2011 pukul 10:41 PM

        kalo nunggak 3 bulan ya harus dibayar 3. motor memang harus ditarik tapi tidak akan hilang karena bisa ditebus lag

        Suka

        handre said:
        28 Juli 2012 pukul 8:36 AM

        aturan lising mana??? kok 2 bulan gak bayar..masih enak pake motornya???….bayar satu dulu atuhhh..amehh nikmat pake motornya…xixixixiix

        Suka

      rie said:
      3 November 2010 pukul 11:31 AM

      ulah asal komentar nu bangsat jeng setan mah leasing nyaho,,,ggoblog leassing mah syetan nu di pakena ge aturan setan nyaho..matak nu pantes di sebut SETAN JENG BANGSAT MAH”LEASING”

      Suka

        garong said:
        19 April 2011 pukul 1:38 PM

        lamun teu mampumah tong kredit motot atuh euy,geus we panci sapoe sarebu moal di tarik jeung moal aya denda.

        Suka

        handre said:
        28 Juli 2012 pukul 8:39 AM

        waras teu?????……emang pernah panggih jeung syetan???….ngak bisa nerusin cicilan mah motor ..serahkeun!!!!!..atawa jual barengan bayar pelunasan…sisanya cokotttttttttttttttttt

        Suka

    abang said:
    27 September 2010 pukul 4:19 PM

    lesing yang disebut mafia bukan tukang gade karna suka merampas hak masarakat

    Suka

      rie said:
      3 November 2010 pukul 11:18 AM

      betul yang namanya bangsat itu leasing bukan mafia gadai…leasing itu aturan yahudi maka dari itu kita sebagai umat islam harus memberantasi rentenir yang berkedok leasing…alangkah BIADABNYA aturan leasing terhadap masyarakat kecil yang buta HUKUM…maka dari itu saya ikut mendukung membasmi perusahaan yang bersipat rentenir

      Suka

        handre said:
        28 Juli 2012 pukul 8:45 AM

        emang renteunir kudu di basmi…TAPI ari NGANJUK MOTOR TEU MAMPU MAH..tong nganjukkk euyyyy…..hirup ukur mikiran beuteung jeung telihh mah TONG WAKA NGANJUK MOTORR….

        Suka

        Yuda said:
        15 Mei 2013 pukul 7:01 PM

        Rie..
        Yahudi nya dimana..?? Rentenirnya dimana..?? sebelum persetujuan kredit pasti ada proses ijab kobul, pihak leasing memberitahukan terlebih dahulu ketentuan ketentuan termasuk angsuran terhadap calon nasabah, dan setahu saya kalaupun pihak yang akan mengajukan pembiayaan tidak setuju dengan ketentuan yang diberitahukan, pihak leasing pun tidak akan memaksa untuk meneruskan pembiayaan, semua berdasarkan kesepakatan dan tidak ada keterpaksaan. mafia gadai lah yang yahudi menghalalkan hutang yang seharusanya itu menjadi kewajiban yang harus dibayar. dan dalam agama pun jelas, hutang adalah hutang yang tetap harus dibayar.

        Suka

      handre said:
      28 Juli 2012 pukul 8:55 AM

      ngenah pisan..uyyy..dp 500 rb karak cicil 2 kali X 485 rb paling total == 1.5 jt …ARI DI GADEKEUN 2,5 JT..watir teu gableg gawe neangan untung kieu-kieun an…mikir atuh uyyy…hayang untung teu cape gaweeee…

      Suka

    abang said:
    27 September 2010 pukul 4:20 PM

    lesing yang goblok…..ngaca donk

    Suka

    Moch. GinGin Gunawan, SH said:
    12 Oktober 2010 pukul 7:42 PM

    mari kita pelajari bersama maraknya gadai motor itu akibat leasing tidak meelaksanakan uu fiducia no 42 tahun 1999 dan jelas negara dirugikan karena produk hukumnya dipakai tapi kewajiban membayar pendaftaran fiducianya tidak, banyak juga masyarakat yang dirugikan, menjerit tertindas oleh sang drakula ekonomi

    Suka

    emod said:
    22 Oktober 2010 pukul 12:00 AM

    leaseng penjahat masyarakat….negara sudah di rugikan begitu besar indyaflah wahai kolektor dan external siksa kubur menanti

    Suka

      rie said:
      3 November 2010 pukul 11:21 AM

      betu-betul azal menanti buat para penagih hutang yang biadab

      Suka

        lieur said:
        19 April 2011 pukul 1:08 PM

        emang situ tuhan

        Suka

          nekad said:
          28 Juli 2012 pukul 8:57 AM

          NEGARA rugi..karena yang punya hutang ke leasing teu mayar!!!!!..motor kadon di gadekeun lain di bikeun ka LEASING…

          Suka

    drs agus sudrajat sh said:
    22 Oktober 2010 pukul 12:08 AM

    seharudnya pihak leasing yg harus kena hukum karna mereka telah menyalahi aturan negara…. masalah fidusia mereka langgar…. dan tidak seharusnya phak leasing merampas unit motor di jalanan apakah seorang kolektor tak berpendidikan atau cara hutan yang mereka pakai…..dan seharusnya yg berhak menyita itu pihak kejaksaan………kepolisian juga tidak boleh manangani masalah perdata…seharusnya BPSK…dan masyarakat jangan takut untuk benar …. bila perlu bila unit anda di ambil di jalan teriak maling saja….

    Suka

    Triyana sh said:
    22 Oktober 2010 pukul 7:50 PM

    Ah……..streeeeessssss mning di gadeken tibatan di biken ka pihak kolektor lantaran naoan cuma ayena di biken k pihak kolektor mah da mtor na ge moal di biken k bank pasti na ge ku kolektor motor di jual dei heheheheheheh wasalammmm hidup mafia gadai motor hidup mafia gadia motor

    Suka

      rie said:
      3 November 2010 pukul 11:22 AM

      hidup2

      Suka

      rie said:
      3 November 2010 pukul 11:23 AM

      maju terus mafia gadai motor jangan

      Suka

    Aef Saepudin. SH said:
    22 Oktober 2010 pukul 7:56 PM

    Penulis nampaknya gak tahu kronologisnya yang sesungguhnya. seharusnya penulis melihat aspek kemanusian dan aspek kebenaran.
    Sy salah satu bagian masyarakat yg mengetahui kromologis yang sesungguhnya. “Pada awalnya Petugas leasing dengan gaya aparat semi preman menghampiri seorang perempuan dengan cara menakut-nakuti akan dibawa dan ditahan sehubungan dengan dalih menggunakan kendaraan yg sedang bermasalah (TO). sontak perempuan itu terkejut dan kaget karna dia tidak tau menahu masalah motor tersebut, karna motor dia dapat pinjam pada saudaranya untuk membawa berobat salah satu keluarganya. setelah kendaraan tersebut dirampas dan dibawa pergi lalu perempuan itu telpon ke saudaranya yg ia pinjami motor tersebut. dan saudaranya sepontan minta bantuan teman2nya untuk membantu memastikan siapa yg merampas kenaraan itu. tak lama kemudiam mtr melintas dikendarai oleh seorang laki2 dengan ciri tak sama dengan laporan perempuan itu (rupanya pelaku perampasan itu berupaya untuk menghilangkan jejak dengan cara melepas jaket yg dikenakan dan plat Nomernya diganti supaya tak dikenali). namun usaha pelaku gagal rupanya, pelaku masih bisa dikenali, dan kendaraanpun bisa diamankan oleh pihak korban. Anehnya pelaku setelah itu jadi pelapor dan melaporkan kejadian itu dan seolah-olah motor yg dirampasnya dari tangan orang lain miliknya yang sah. dan lebih aneh laporannya pun di terima tah apa dalihnya, klu disebut pemilik dia bukan atasnama kendaraan ?, kalau dia bilang pegawai leasing apa paput dia berperan sebagai aparat yang serta merta punya kekuasaan melkukan penyitaan ? wah…. wah…. rupanya maling teriak maling, dasar maling

    Suka

    Rusna hudaya, SH. MH said:
    22 Oktober 2010 pukul 8:07 PM

    Waduuuuuuh kalau gitu kang dari memberitaan ini ada pihak yang dirugikan doooong dan dicemarkan nama baiknya ?
    memang betul kang, tindakan semena mena pihak leasing itu sudah meresahkan masyarakat. mungkin dia merasa dia punya aturan….. dan segalanya bisa bibeli….padahal gak gitu.
    udah kita saranin dan kita bantu mereka baik moriiiil maupun materil kita bantu untuk gugat mereka supaya nyahoo.

    Suka

    bay said:
    23 Oktober 2010 pukul 4:43 PM

    Kalau gini caranya… banyak yang salah dong…
    Leasing Salah….
    Mafia Salah….

    Yang lain juga salah….

    Gimana dong….

    Suka

    Jelema Bodo said:
    29 Oktober 2010 pukul 6:53 PM

    Penulisnya kudu sakola deui ah… maenya Leasing ditulisna jadi Licsing… jadi teu geunaheun maca na oge…

    Suka

      gerai mucian said:
      15 Juli 2011 pukul 2:00 PM

      eh,,,apan penulisna rada cadsel,,nya dimaklum we atuh

      Suka

      aji kontot said:
      28 Oktober 2011 pukul 1:39 PM

      ya yang penting kan lu ngarti apa yang di maksud so pinter luuu

      Suka

    Iman Slamet said:
    23 November 2010 pukul 8:36 PM

    Leasing bekerja utk membantu masyarakat memiliki hak yg diinginkan (mobil,motor, dll) namun kadang kita sendiri selalu lalai bahkan tidak perduli terhadap kewajiban yang seharusnya dilakukan. Sebelum mengajukan pikir lah dahulu matang2 terhadap reward&punismentnya,,,klo ga mau repot ya jangan urusan sm leasing dong

    Suka

      DAYAT HADIAN said:
      26 November 2010 pukul 1:07 AM

      Betuuuuul kang, lamun para pelaku usaha Leasing, selalu ambil jalan pintas, aturan ada tapi gak pernah dipakai. usaha ya usaha tp aturannya pakai dooong.
      Leasing tak punya kewenangan untuk sita jaminan, tapi pihak leasing punya hak untuk gugat perdata para nasabah yang goblog/tak tau diri itu. bukan tidindak denga bentuk pelanggaran lagi dooong.An diSTNK lah yang punya kewenangan untuk menyerahkan / mempertahankan Unit Ketika akan di Rampas oleh Orang preman yang ngaku-ngaku aparat, supaya nasabah takut dan bisa menyerahkan kendaraan buruannya.

      Suka

        Yuda said:
        15 Mei 2013 pukul 7:04 PM

        nyadar hutang we atuh kang

        Suka

    Muhtar Efendi said:
    26 November 2010 pukul 1:15 AM

    KOMNAS PKPU (KOMNAS PERLINDUNGAN KOMSUMEN) siap terima laporan keluhan dari masyarakat yang tertindas oleh para pelaku usaha.

    Suka

    hijau lumut said:
    7 Desember 2010 pukul 3:06 PM

    yg sy heran knp ya stiap disedorkan point2 perjanjian yg hrs di paraf…pihak komsumen itu ga di beri waktu untuk membaca point2 tsb….dan yg lanx…..jd seakan2 kita itu di ikat olh satu perjanjian yg kita tdk tahu apa bunyix…..

    Suka

      Dede Suherman said:
      20 Januari 2011 pukul 10:48 PM

      Baca dulu baru tanda tangan.. kaya orang bego aja mau disuruh nanda tangan hal yang gajelas

      Suka

        Rio Abimanyu SH said:
        15 Juli 2011 pukul 1:42 PM

        Satuju pisan,,,,Semua jika dibaca dengan seksama saya yakin tidak ada yang dirugikan,,kecuali memang ada oknum, baik dari leasing atau konsumen..baca dulu dan pahami,,klo setuju ya ambil klo ga setuju ya jangan,,,simpel kan,,kecuali niat kredit dari awalnya sudah busuk…

        Suka

    munafik said:
    21 Januari 2011 pukul 11:18 PM

    ribet amat beli cash aja… masyarakat kita kan sudah sangat mampu membeli cash.. tidak perlu leasing..

    Suka

    tyo said:
    23 Januari 2011 pukul 11:29 PM

    iya tuh..yg namanya perjanjian hrs da phk 1 (leasing) ma phk 2 (knsumen) dan ttd hrs di dpan notaris to…..tp slma ni g gtu, notaris g d pke jd dsr LEASING bangsat……skrg mah bnak mafia gadai tu para karyawan LEASING koq….

    Suka

    korban external said:
    13 Februari 2011 pukul 12:50 AM

    bakar para kolektor dan external mereka pantas di hakimi karna mereka bukan lagi manusia tapi hewan

    Suka

      lieur said:
      19 April 2011 pukul 1:04 PM

      oke leasing yahudi apakah kita akan seperti yahudi hingga bisa bertindak anarkis,biadab sekali akhlak kita kalo kita bertindak seperti itu,ini negara hukum biarkan hukum yang menentukan,anehnya kenapa nasabah yang merasa dirugikan tidak melapor ke pihak pihak yang berwenang atau melapor ke yayasan- yayasan yang melindungi konsumen,mafia juga menurut ane itu juga yahudi karena dia telah memamfaatkan motor leasing jadi bahan nyari duit dan duitnya buat perut sendiri, apakah itu bisa di bilang halal karena mengambil hak orang,tahukah kalian halal dan haram ?
      jadi kalau menurut ane jangan sekali kali kredit motor ke leasing atau bank sekalipun kita menginginkan karena kalo ga kebayar yang namanya utang walaupun kepada orang yahudi tetap utang karena perjanjiannya utang-pitung anacamannya dunia akhirat.

      Suka

      kasihan uy said:
      19 April 2011 pukul 1:25 PM

      ubi kali mo di bakar,om pernah ketarik ya motornya,kalo ga mampu jangan kredit kaya orang susah,nyusahin diri sendiri

      Suka

        bener pizan said:
        19 April 2011 pukul 1:29 PM

        bener mas, hai manusia udah beli aja cash.jangan kredit toh leasing pasti hancur kalo ga ada orang kredit.

        Suka

          bang cona said:
          18 Juli 2011 pukul 2:02 PM

          kordinasi,lah da zaman ayenamah ker usum.tidak ada masalah tanpa jalan kaluar cuuu.hayo di adu argumen.moal anggeus2.ka para DC/EXTERNAL sing asak mun ek ngalangkah,sing alus penanganan.ulah maen rubat rabut di jalan.bisi ek ngarit mah di leuweung lain di jalan.

          Suka

      ucay said:
      19 April 2011 pukul 2:01 PM

      siamah jelema cileupeung siganateh maen bakar wae sangeunahna emang runtah sakola heula sing bener ngameh boga pagawean nu bener,gaul sing bener ngameh teu jadi mafia motor sakola sing pinter ngameh teu jadi kolektor,da siganateh mun aya peluang boh mafia motor boh kolektor bohlam.rek kitu rek kieu rexona bau kelek tungtungna.

      Suka

    yayan said:
    2 Juli 2011 pukul 2:20 PM

    TEMBAK MATI AJA LAH,.

    Suka

      Rio Abimanyu SH said:
      15 Juli 2011 pukul 1:48 PM

      nah ini yang kaga nyambung,,ga tau aturan ga tau ilmunya maen nyosor aja kaya bebek…terusin aja ngepelnya jangan ikut campur bentar lagi tuan lo dateng,,

      Suka

    itang said:
    13 Oktober 2011 pukul 11:53 PM

    Lesing itu lembaga pembiayaan alias beli motor duit boga 500 rebu ari harga motor 12 jutaan,nya kurang keneh keur meuli motor teh 11,5 jutaan….berarti sarua jeung nginjeum duit sakitu da nudagang motor mah dealer mun disetujui nya dibayarkeun eta duit ku leasing dibeulikeun motor, motor baru,gress bahkan atas nama sorangan…sedap pisan nyak,nginjeum duit ka tatangga saratus rebu ge komo ngan ngajaminkeun ktp jeung kk bari jeung fotokopian eta ge can tangtu ditarima..kuduna mun bener mah bersyukur ngan ngamodal saeutik bisa boga motor…motorna bisa dipake nganteurkeun budak sakola,dipake dagang tahu keliling jeung sajabana..mangfaat kapakenage ari niatna bener mah.tong boro ning 500 rb,gaduh artos 5jt ge motor anyar jaman kiwari dimana dealer nu ngajual…ayeuna teu mais teu meleum ujug” digaradekeun duitna di emam teu dipulangkeun,boro” rek tanggung jawab kana duit nu geus diinjeum,dibere kapercayaan ge teu bisa…geus ayeuna mah kembali ka jalan nu bener tong masalah keyakinan dijaradikeun tameng komo deui maseakeun agama..mun teu butuh jeung teu sesuai jeung pemahaman nya tong dilakukeun da teu kabeh jelema dirugikeun,masih loba jelema nu butuh,termasuk simkuring arek ngiridit motor hararese gara” diwilayahna aya mafia waduk nu ngotoran wilayah…dipikir” he’euh oge mun simkuring nu gableg duitna nya moal daek mere ngijeum kanu kitu patut…marake otak atuh

    Suka

      uday said:
      15 Mei 2013 pukul 7:11 PM

      satuju pisan kang itang, mafia ngan saukur runtah masyarakat anu teu baroga gawe hayang boga duit loba erek nyegik era ku tatangga eta teh jadi we mafia anu ngarasa gagah ngarti kana hukum. hehe

      Suka

    adinata said:
    15 Oktober 2011 pukul 8:03 PM

    pokonamah tinggal di emut weh…. pami rumaos gaduh sametan di bayar atuh,, pami tos teu mampu bayar sangakeun jaminana,, teu kedah di pindah tangankeun k pihak ka tilu, panginten moal aya masalah pami kitu mah.. hatur nuhun… pribados mah sanes ahli hukum tp saur emutan pribados mah nu simpel kitu

    Suka

    aji kontot said:
    28 Oktober 2011 pukul 1:51 PM

    pikir pikir dulu dah abang2 dan empo2,kalau mau keredit di leasing kalau memang ga perlu perlu bangat mah ga usah mendingan yang jelek juga ga apa2 yang penting jalan dan aman,,

    Suka

    kusbiantoro said:
    10 Januari 2012 pukul 10:06 PM

    lha wong lmafia gadainya aja juga orang leasing sendiri ….. collectornya justru main mata alias kerjasama dengan mafia gadaina …….ha….ha…ha…dikibulin ma preman mau aje….he,,,,,he,,,he….

    Suka

    PKPU said:
    21 Februari 2012 pukul 8:47 PM

    1. pasal 372 dan 378 KUHP tentang penipuan dan penggelapan : Kelemahannya terdapat pada status kendaraan, dimana dalam pasal tersebut dinyatakan “sebagian atau seluruhnya milik orang lain”. Hal ini tidak terpenuhi mengingat kendaraan tersebut adalah 100% milik konsumen, sebagaimana dibuktikan dengan BPKB atas nama konsumen. Jika dirunut kembali, maka pembelian konsumen adalah lunas 100% kepada deler/ showroom. Sedangkan terkait dengan kekurangan uangnya, konsumen hutang kepada Finance.
    2. pasal 35 dan 36 Undang-undang no 42 tahun 1999 tentang fidusia: kelemahanya terdapat pada proses perjanjian lahirnya jaminan fidusia. Seharusnya setiap perjanjian tersebut dibuat dengan notariil untuk kemudian didaftarkan kepada kantor hukum dan Ham untuk mendapatkan sertifikat jaminan fidusia. Kesalahan yang dilakukan finance adalah perjanjian tersebut dibuat dibawah tangan sehingga tidak dapat didaftarkan, untuk mendapatkan sertifikat jaminan fidusia. Kalaupun ada maka akte notariil tersebut dibuat dengan kuasa dari konsumen. Hal ini jelas-jelas melanggar pasal 18 Undang-undang No 8 tahun 1999 tentang perlindungan konsumen.

    Suka

      uday said:
      15 Mei 2013 pukul 7:15 PM

      betul pak PKPU menurut hukum memang begitu.. tapi tetep da hutang mah kudu dibayar, da dosa atuh ari hutang teu dibayaran mah panginten.

      Suka

    jalmi alit said:
    27 Februari 2012 pukul 10:21 AM

    nasib ya nasib.. hutang d leasing.. gawe asa dpecutan.. anak pamajikan kurang kaparaban

    Suka

      ghoib said:
      17 Juni 2014 pukul 8:00 PM

      Tong nganjuk we,, repot

      Suka

    diana said:
    29 Februari 2012 pukul 4:52 AM

    ini berita siapa yg nulis? bahasanya rada kacau! huruf2nya ada yg hilang…

    Suka

    batal jadi tukang ojeg said:
    1 Maret 2012 pukul 7:08 AM

    karunya nya urang majalaya, banjaran, padalarang, jeung sajabana nu beber-bener perlu kredit motor jang usaha ojeg atawa nganteurkeun barang murah. tos teu tiasa kredit motor murah…. gara-gara digaradekeun ku LSM GMBI. kedahna tiasa DP minim jang nganteurkeun koran atw ngojeg. jadi nganggur lantaran kedah kagungan artos min. 2jt kanggo DP. Motor Revo. da biasana ge dp. revo mah 200rb dugi ka 500rb. kumaha atuh ongkoh LSM. tapi nambah dosa sareng ngabangkarkeun nu laleutik.

    Suka

    SH.- MH,- ICE TELER said:
    17 Mei 2012 pukul 5:44 AM

    sok we sing jalujur, numaling sing jujur jadi malingna, nu nipu sing jujur nipuna, sokwe sing palinter. di do”a ken ku simkuring nya.!

    Suka

    davin ardianto said:
    29 November 2012 pukul 4:46 PM

    cara terbaik tuk mengatasi masalah diatas ckup gmpang dan simpel kok kunjungi nsabah ajak persuasif dngn baik dan berikan ptongan /discount kusus yg wanprestasi aku yakin psti ok dan mw untk membyar

    Suka

    Hikmat Aditya Avriansyah said:
    14 Januari 2013 pukul 7:31 AM

    saya gak bisa komentar banyak sekarang begini leasing itu adalah satu perusahaan pembiayaan yang harusnya mempekerjakan manusia yang berkompetensi dengan minimal pendidikan yang mumpuni di bidangnya bukan malah mempekerjakan preman2 yang biasa mengatas namakan DC/EXTERNAL BIADAB MEREKA ITU SALAM 087824845502 ETA NMER SIM KURING KASINGGUNG SOK TELEPON

    Suka

    NGACA KEHED said:
    20 Maret 2013 pukul 4:35 PM

    Intinya jgn tlalu banyak di debatkan, Saling merasakan aja, gmn posisi anda klo jadi Debitur, dan gimana juga posisi anda sebagai Karyawan Leasing, klo boleh saya tanya ko bisa” nya ya barang yg belum sepenuh nya dimiliki dijadikan objek jaminan hanya karena kebutuhan ekonomi, jd intinya balik deui kanu BETEUNG ( NGACA )

    Suka

    dhafa alfian said:
    26 Juni 2013 pukul 11:08 AM

    aduh asa kacida pisan saencan komen th pikir hla gra.kabeh ge slah da nu bener mh malaikat.ngan salah na leasing teu marake otak geus sidik aya uu perlndungan konsumen d tmbh aya uu pidusia uu 42 thun 1999….sok ath baca jng pikiran.

    Suka

      ghoib said:
      17 Juni 2014 pukul 7:43 PM

      Trus mnurut sia mafia eta bener?? Hahhh,,,

      Suka

    zainal arifin said:
    31 Januari 2014 pukul 7:44 PM

    Mafia Gadai sudah marak dimana-mana dan merupakan mata pencarian, sama saja Kejahatan satu berkurang timbul gaya kejahatan baru yang tersembunyi dan terkesan sebagai Pahlawan..
    Adakalanya Oknum Leasing yg bertindak diluar Prosedur dan terkadang memalukan, tapi leasing menjalankan sesuai dengan Perjanjian kesepakatan bersama..apalagi LEasing menjalankan Praktek bisnisnya hidup ditengah-tengah masyarakat..tentunya leasing sangat menjaga ketentuan yang ada, terlepas dari pada Perilaku Oknum..perlu adanya Tanggapan yang serius dari Pihak Aparat Hukum, agar kejahatan mafia Gadai dapat diminimalisir karena akan menimbulkan kejahatan gaya baru dijadikan sebagai mata pencarian…

    Suka

    ghoib said:
    17 Juni 2014 pukul 7:38 PM

    Intinnya : Άϑά karyawan leasing yg baik, Άϑά nasabah baik, Άϑά karyawan mafia, Άϑά nasabah/ mafia, skrg kembali ke hati nurani masing2 uang haram ya haram, uang halal ya halal, moal pahili..

    Suka

    ghoib said:
    17 Juni 2014 pukul 7:51 PM

    Itu posisi anda sebagai konsumen yg di rugikan masih mending , coba anda liat kasus sebaliknya berapa pegawai leasing yg ϑĭ berhentikan krn motor nya masuk Ormas/mafia gadai/konsumen nakal, anak istri mau makan apa?

    Suka

    ghoib said:
    17 Juni 2014 pukul 7:57 PM

    Itu posisi anda sebagai konsumen yg di rugikan masih mending , coba anda liat kasus sebaliknya berapa pegawai leasing yg ϑĭ berhentikan krn motor nya masuk Ormas/mafia gadai/konsumen nakal, anak istri mau makan apa?
    ,RIE,,Berarti Islam ente ngahalalken ayana mafia, anu ngarampas yg bukan HAK nya

    Suka

    ghoib said:
    17 Juni 2014 pukul 8:04 PM

    Tah,, jalma2 nu sok mawa2 kedok agama,, ari nyicil ka leasing haram, ari maok motor halal,,

    Suka

    Redi said:
    24 Agustus 2014 pukul 3:35 PM

    Urang panasaran macaan UU, urang can jadi serjana msh mahasiswa, eta ge lain jurusan hukum.
    Lamun ditingali dina UU mah emang bnr gening euy mafia gadai teh, tapi lamun dirasakeun ceuk hate nurani mah salah eta mafia gadai teh. Salahna naon? mencari kesempatan dalam kesempitan, teu jauh beda jg maling sendal keur juma’ahan. Abong aya celah dina isi UU di jieun kesempatan keur k jahatan. Inget Hukum negara mah menang nyieun jelema, jadi pasti aya kakurangan, sakali deui tong di Pake kesempatan keur kajahatan. Saran urang nu alus mah ORMAS jg LSM teh ngingetan pemerintah cena ngarevisi eta isi UU, Remukeun kumaha alusna??? lain di jieun kasempatan keur k jahatan.
    Pake HATE NURANI maraneh atuh euyy, tong asa palinter hukum, eweuh hukum nu lewih sampurna di hukum agama. Jadi kembali lah ke hukum agama, kumaha kalakuan kitu teh (Mafia Gadai) HARAM atau HALAL.????

    Suka

    rukmana said:
    23 September 2014 pukul 11:56 PM

    nu bela leasing rata2 pagawe leasing….jkekekekekek….ngalawan masyarakat….pakuat2 …blog….

    Suka

    rukmana said:
    24 September 2014 pukul 12:03 AM

    mun nyaho…masyarakat teh …digorok tp nyerengeh…keur kieu mah papinter2…saha nu kuat eta nu menang…urang ngilu aturan maen maraneh na,….hahahahaha…

    Suka

    rukmana said:
    30 September 2014 pukul 2:26 AM

    nu nulis pro Leasing,….goblog na…komentar aing dihapusan…

    Suka

    Rencong said:
    14 November 2014 pukul 6:40 PM

    Udah jangan pada adu urat, mending kita dinginkan hati, lihat kebenarannya, diatas langit masih ada surga dibawah bumi masih ada neraka, siapa yang salah dan siapa benar akan diadili diakherat kelak,, to the point aja yang kang “KALO TIDAK MAU PUNYA UTANG YA JANGAN NGUTANG”,, kesepakatan pembeli dan penjual sudah jelas di beberkan pada awal akad kredit kendaraan, jadilah masyrakat yang adil hukum dan belajar pintar,,,

    Suka

    adi said:
    13 Desember 2014 pukul 4:57 AM

    kalau menyikapi permasalahan ini sih memang benar sudah menyalahi aturan perundang-undangan dan menyelimpang dari hukum, sy slh satu korban lesing ketika saya wanprestasi 2 bulan unit saya ditarik oleh pihak lesing berhubung waktu itu saya buta hukum dan buta undang-undang tentang perusahaan pembiayaan (FINANCE), akan tetapi setelah saya pelajari tentang undang-undang FINANCE itu semua hampir pihak FINANCE menyalahi aturan perundang-undangan, yg saya bingung lagi ketika akad kredit tersebut ada beberapa lembar kwitansi kosong blong tdk ada nominal dan tdk ada keterangan, itu kwitansi buat apa yah saya bingung sendiri dan lagi saya tdk diberikan surat kontrak perjanjian asli/copy, sepintas di surat kontrak tsb ada tulisan bahasa bahwa unit tsb difidusiakan akan tetapi fotocopy fidusia tsb tdk jg diberikan sm saya sedangkan kejadian itu sy sdh mengangsur selama kurang lebih’a 18 bulan, seberapa lama akte fidusia tsb bs dikeluarkan/diterbitkan apakah nyampe 2 thn apakah 3 thn br akte fidusia terbit/keluar,,,,,,,monggo tanggapan sekaligus pencerahan dr narasumber yg pintar HUKUM dibidang perusahaan pembiayaan (FINANCE)

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s