Pendatang Yang Bandel Akan di Usir dari Jatinangor

Posted on Updated on

Warga Ancam Bongkar Bangunan Liar

Kab. Sumedang, Buser Trans Online,.

Tidak mau wilayahnya terus-tersusan dikuasai oleh para pendatang,yang cuma ingin mengeruk keuntungan semata.Warga Jatinangor akan membongkar paksa bangunan-bangunan yang dianggap liar dan tidak mematuhi aturan yang ada.

Ketua karang taruna Kecamatan Jatinangor Deden Doni mengatakan ia bersama warga lainnya selama ini terus memantau perkembangan Jatinangor. Dari hasil pantauannya itu ternyata banyak ulah para pendatang yang seolah-olah menelanjangi penduduk pribumi salahsatunya maraknya bangunan permanen yang banyak berdiri tidak berizin.

“Saya ambil contoh ada beberapa bangunan untuk ruang usaha dan berdiri secara permanen di Desa Cikeuruh Rw 1, padahal tanah itu milik Pemprov dan berada di bahu jalan.parahnya lagi setelah ditelusuri ke desa dan kecamatan ternyata tidak pernah mengajukan izin sama sekali,”ujarnya.

Melihat kenyataan tersebut, karangtaruna merasa dilecehkan oleh pemilik tersebut, apalagi menurut informasi yang diperoleh kalau pemilik bangunan yang notabene pendatang sudah beberapa kali diberikan peringatan oleh Muspika untuk tidak membangun diarea tersebut, tetapi kenyataannya tetap membangun.

“Saya kira sudah saatnya kami mulai berpikir untuk bertindak terhadap ulah para pendatang yang tidak beretika itu, bagaimanapun warga asli Jatinangor sudah mulai terusik,”jelas Deden

Bahkan diakuinya, ia bersama dengan lembaganya dan warga telah sepakat akan mengusir para pendatang yang tidak lagi menghiaukan aturan yang ada.”Bagaimanapun dan siapapun akan kami usir kalau tidak patuh dan menghargai aturan yang ada,”terang Deden

Sementara itu kepala Pol PP Kecamatan Jatinangor.Odat Rosyadi ketika dikonfirmasi terkait maraknya bangunan liar di wilayahnya mengakui kalau pihaknya sudah berupaya untuk menertibkan dan menginformasikan ke Pol PP Kabupaten.”Saya sudah beberapa kali melayangkan surat teguran terhadap para pemilik bangunan liar supaya tidak mendirikan atau segera membongkar, peringatan itu tidak pernah didengar,”ujarnya.

Saat disinggung tentang kemungkinan untuk membongkar paksa, Odat mengaku kalau hal itu bisa saja dilakukan, tetapi angggota yang dimiliki hanya berjumlah 3 orang. Kini ia tengah menunggu intruksi dari kabupaten tentang mekanismenya.(Kos/Buser Trans Online)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s