Perumahan Karyawan Kahatek di Bangun Tanpa Ijin, Perluasan Pabrikpun Cukup Ijin Lisan

Posted on

Kab. Sumedang, Buser Trans Online,.

PT. Kahatex bangun perluasan pabrik tanpa kantongi ijin dari dinas terkait. Setelah sebelumnya pembangunan perumahan koperasi Kahatex yang masih dipermasalahkan karena ijin mendirikan bangunan dan SPPT belum jadi, kali ini Kahatex membangun sebuah gudang dengan  bermodalkan izin secara lisan dari pemerintah Sumedang.

Proses pembangunan yang sudah berjalan 5 bulan sudah ijin melalui lisan tersebut dikatakan Kabag Umum PT Kahatex, Luddy melaui telepon, kemarin (14/12). Saat dikonfirmasi masalah perizinan yang sudah didapat untuk membangun gudang di PT Kahatex, Luddy menyebutkan pada dasarnya sudah ditempuh oleh pihak perusahaan.

“Perizinan memang belum keluar namun, kita sudah dapat izin secara lisan dari pemerintah Sumedang,” tuturnya. Luddy menyebutkan, proses perizinan saat ini sedang dilakukan, dan dirinya pun sangat menyayangkan tentang permohonan izin pada pemerintah harus dilakukan pada awal tahun 2011. Padahal, lanjutnya pembayaran untuk proses-proses permohonan perizninan sudah disiapkan. Diakui dia bahwa informasi tersebut di terima dari pihak perijinan di Kabupaten Sumedang.

Mengenai perizinan secara lisan, dia pun sebetulnya menilai hal itu tidak kuat, makanya dengan alasan kebutuhan pabrik akan gudang mendesak dirinya meminta surat rekomendasi untuk membangun. “ Secara lisan sudah ada izin membolehkan membangun, namun karena secara lisan tidak kuat saya minta rekomendasi bahwa proses perizinan sedang dalam proses,” tuturnya.

Pada bulan Agustus 2010 pihak Kahatek mengaku sering meminta petunjuk dari pemerintah, sebab dinilai masalah proses perizinan mereka lebih paham akhirnya pembangunan berjalan dengan berlandasan secara lisan dan rekomendasi per bulan Agustus.

Kabid Perijinan Pemda Sumedang, Asep Tatang membantah keras jika pihaknya telah memberikan izin secara lisan. “Saya tidak perah mengijinkan secara lisan karena memberikan ijin secara lisan benar atau salah?. Dan saya merasa terpojokkan kalau saya memberikan ijin secara lisan,” tuturnya.

Bukan hanya itu, Asep menegaskan bagaimana pihaknya memberikan izin kalau sayarat-syarat mengenai hal tersbut belum dilakukan. Dia menyebutkan salah satunya persyaratan yang belum ditempuh Kahatex adalah pengurusan masalah Amdal. Saat ditanya masalah pemberhentian pembangunan, dirinya mengakui belum merekomendasikan kepada Satpol PP untuk memberhentikan pembangunan yang sudah berlangsung selama beberapa bulan ini.

 

Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Sumedang H Suhara, tidak ada proses pengurusan masalah amdal oleh Kahatex, karena tidak ada niatan dari pihak Kahatek untuk mengurus amdal, dia mengatakan  tidak mungkin dirinya mengurus amdal yang diajukan Kahatex jika proses pembangunan sudah berjalan. (Kos/Buser Trans Online)

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s