Perkara Perampok ATM di Padang Mulai Disidangkan

Posted on

Sumatera Barat, Buser Trans Online

Perkara perampokan ATM di Universitas Bung Hatta (UBH) sudah mulai disidangkan di Pengadilan Negeri Padang. Selasa (15/12) ketiga terdakwa, Rahmad Syamsurizal, 35, Eni Erawati, 36, dan Muhammad Ihsan, 29 mendengar kan dakwaan yang dibacakan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Gusnefi. Sepanjang persidangan mendengarkan dakwaan JPU itu terdakwa Eni yang merupakan istri dari Rahmad tak henti-henti berurai air mata. Sedang kedua terdakwa lainnya, Rahmad dan Ihsan tak henti menundukkan kepala.

Saat ditanya oleh majelis hakim, Jon Effreddi, Kamijon dan Zulkifli, apakah ketiga terdakwa akan didampingi Penasihat Hukum (PH), ketiga terdakwa mengatakan tidak ingin didampingi PH. Saat ditawarkan untuk diberikan PH yang ditunjuk langsung oleh Pengadilan, ketiga terdakwa juga menolak untuk didam ping PH.

JPU mendakwa ketiga terdakwa telah melanggar beberapa pasal. Pertawa didakwa telah melanggar pasal 365 ayat 2 ke 2, pasal 363 ayat 1 ke 4 KUHP dan pasal 480 ke 1 jo pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP.

Dalam dakwaan yang dibacakan JPU, disebutkan ketiga terdakwa telah melakukan perampokan ATM di UBH, Ulak Karang, Padang pada 25 September 2010 lalu dini hari sekitar pukul 04.00 WIB.

Kejadian bermula pada 19 September sekitar pukul 14.00 WIB, Irwan alias Iwan Gunggun (DPO) mengajak Ihsan merampok ATM di kampus UBH, Ulak Karang. Lalu Irwan mengatakan yang akan ikut dalam pen curian itu adalah Kairil, Pak de (alm), Suhardi (alm), Sudirman, (alm) dan Rahmad.

Beberapa hari setelahnya, 23 September 2010, Ihsan pergi ke rumah Rahmad di Simpang Pauh Pariaman. Di sana sudah berkumpul beberapa orang yang disebutkan Irwan akan ikut serta dalam perampokan ATM UBH. Di sanalah mereka merencakan bagaimana cara melakukan perampokan tersebut.

Rahmad lalu menyediakan linggis, pipa dan obeng dan membeli tabung gas dan selang yang akan digunakan untuk melakukan pencurian. Mereka lalu berjanji berkumpul di pool Lorena di Jalan By. Pass. Setelah mereka bekumpul, Pak De (alm), membagi 3 pucuk senjata masing-masing 1 pucuk kepada Rahmad, 1 pucuk kepada Sudirman (alm) dan satu lagi dipegang sendiri oleh Pak De (alm).

Mereka lalu beramai-ramai menuju ATM kampus Bung Hatta dengan menggunakan mobil Avanza. Sesampai di sana mobil Avanza diparkir sekitar lebih kurang 30 meter dari ATM. Pak De, Sudirman dan Suhardi langsung dari mobil dengan membawa senjata api, tali plastik, dan lakban hitam menuju pos satpam untuk melumpuhkan satpam, satpam pun diikat.

Mereka lalu mendekatkan mobil ke depan ATM. Dengan menggunakan pera latan las dan membongkar mesin ATM BNI. Namun ternyata mesin ATM BNI itu kosong karena dalam keadaan rusak. Mereka lalu membongkar ATM Bank Nagari di dekatnya dan memasukkannya ke atas mobil. Mereka juga membongkar mesin ATM Bukopin dan mengangkat box penyimpanan uang ke dalam mobil. Mereka pun langsung melarikan diri ke rumah Rahmad di Pariaman.

Total uang yang didapatkan oleh para perampok ATM itu berjumlah Rp350 juta yang kemudian langsung dibagi-bagikan. Saat sedang membagi-bagikan uang mereka menyadari ada orang tak dikenal yang sebenarnya polisi sedang mengawasi rumah tersebut. Para terdakwa langsung berupaya melarikan diri dan terjadilah kejar-kejaran dan tembak menembak antara polisi dan para terdakwa. Beberapa terdakwa berhasil dilumpuhkan oleh aparat kepolisian, yaitu Pak de (alm), Rusdianto (alm), Suhardi (alm) dan Sudirman (alm) yang meninggal ditembak aparat kepolisian. Buser Trans Sumbar.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s