HJK Pd. Panjang ke-220 Lebih Istimewa

Posted on Updated on

Walikota H. Suir Syam, Wakil Walikota H. Edwin Kota Padang Pangjang

Kota Padang, Buser Trans Onlien

Rabu, 1 Desember 2010, Kota Padang Panjang genap berusia 220 tahun. Hari Jadi Kota (HJK) bakal diperingati dengan menggelar sidang paripurna istimewa di gedung DPRD dan malam harinya resepsi di gedung M. Syafei.

Menurut Sekdako H. Ali Asmar yang juga Ketua Pelaksana HJK, sidang paripurna itu akan dihadiri Gubernur Sumbar, Walikota H. Suir Syam, Wakil Walikota H. Edwin, Ketua DPRD Novi Hendri beserta seluruh anggota dewan, muspida, para mantan walikota dan wakil walikota, tokoh masyarakat dan perantau, atlet Porprov, serta ratusan undangan lainnya.

“Kita sengaja mengundang atlet Porprov pada sidang paripurna besok dengan harapan peringatan HJK itu menambah semangat juang mereka. Seperti yang disampaikan Pak Wawako (Edwin) lalu, kita menargetkan 10 besar pada Porprov mendatang,’’ ucapnya.

Meski kegiatan digelar secara sederhana, namun HJK lebih istimewa dibanding tahun sebelumnya karena selama satu tahun terakhir banyak prestasi yang diukir, baik berskala provinsi maupun nasional.

Prestasi Kota Padang Panjang

Berawal 12 November 2010, Walikota memperoleh penghargaan bidang kesehatan berupa Ksatria Bhakti Husada.
Dari Sumbar, hanya ada dua walikota yang memperoleh penghargaan itu, satu lainnya Walikota Sawahlunto H. Amran Nur.

Beberapa hal yang ia lakukan mewujudkan masyarakat yang sehat dan cerdas, antara lain membangun RSUD bertaraf internasional, mengasuransikan seluruh warga melalui program JPKM, mengatur kawasan merokok, serta mengembangkan dan meningkatkan kepedulian terhadap penyakit tidak menular.
Saat bersamaan, Ketua TP-PKK Hj. Elly Warni memperoleh Manggala Bhakti Husada. Penghargaan itu diberikan Kemenkes RI karena kegigihannya mendukung setiap program pembangunan di bidang kesehatan.

Diantara program yang diperjuangkan bersama pengurus PKK dan organisasi perempuan lainnya, adalah pembinaan posyandu, BKB dan kader-kadernya, mengembangkan PAUD terintegrasi kesehatan, melaksanakan HKG KB-Kes, mensosialisasikan Perda Rokok yang dibarengi dengan memberikan hadiah bagi keluarga yang berhenti merokok.

Masih terkait dengan kesehatan, peringatan Hari Tanpa Tembakau Sedunia (HTTS) tingkat nasional, 31 Mei 2010 juga digelar di Padang Panjang. Menurut Menkes Endang Rahayu Sedyaningsih, kepercayaan itu diberikan lantaran Padang Panjang merupakan daerah paling serius memerangi bahaya rokok.

“Suir Syam merupakan kepala daerah pertama dan paling berani melarang iklan rokok di daerahnya. Ini patut diberikan apresiasi, karena rokok memang sangat berbahaya bagi kesehatan manusia,” ujar Menkes kala itu. Dan atas keberaniannya itu pula Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) memberinya award.WTN ke-7

Penghargaan lain yang diterima setahun terakhir adalah Piala Wahana Tata Nugraha (WTN) pada 28 September 2010 merupakan WTN ke-7, yang sejak 2005 diterima secara berturut-turut.

“Penghargaan berkat kerja keras Dinas Perhubungan, Satlantas Polresta Padang Panjang, organda, elemen lainnya serta segenap lapisan masyarakat,” ucap Wawako Edwin.
Tak hanya WTN, Piala Adipura pun kembali diterima. Penghargaan itu tak terlepas dari kesadaran warga untuk hidup bersih dan sehat.

Di bidang pendidikan, salah satu prestasi yang juga sangat membanggakan adalah juara nasional lomba cerdas cermat UUD 1945, NKRI dan Bhineka Tunggal Ika yang dipersembahkan siswa SMAN 1 Padang Panjang. Di babak final mereka mengalahkan SMAN 3 Tenggarong dan SMA Siswa Lama Ambon.

Di bidang olahraga, Padang Panjang yang sudah mencanangkan diri sebagai ‘kota olahraga’ juga mulai disegani daerah lain. Kota berhawa sejuk ini memiliki tim sepakbola yang berlaga di Divisi I.

Padang Panjang patut berbangga, karena di Sumbar hanya dua tim yang berlaga di Divisi I, yang lainnya PSP Padang. Padang Panjang juga mulai melahirkan petinju-petinju handal. Buktinya, Padang Panjang keluar sebagai juara umum pada Kejurda Tinju di Pessel beberapa bulan lalu.

Cabang bulutangkis juga mulai memperlihatkan taringnya. Lihat saja apa yang diraih pada Kejurda di GOR Bancah Laweh Padang Panjang, pertengahan November lalu. Dalam kejuaraan yang diikuti kabupaten/kota se-Sumbar itu, Padang Panjang finish di peringkat ketiga dengan raihan 2 emas, 1 perak dan 2 perunggu.

Selain juara lomba dan banyaknya penghargaan, istimewanya HJK kali ini lantaran program ekonomi terus menggeliat. Pabrik penyamakan kulit yang dibangun Pemko di Silaing Bawah telah beroperasi dan menghasilkan produk yang bisa bersaing di level nasional maupun internasional. Buktinya, pabrik itu menerima order dari sebuah pabrik yang mensuplai kulit setengah jadi untuk produk ekspor. (Donny D. Osmond Buser Trans Sumatera Barat).

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s