Perumahan Kahatek, Membongkar Sendiri atau Dibongkar Pol PP

Posted on Updated on

Ketua Koperasi PT. Kahatex,Wakijo, mengaku tidak mengetahui proses perizinan yang harus ditempuh, oleh karenanya pihak koperasi menyerahkan kepada pihak Kecamatan Jatinangor

Kab. Sumedang, Buser Trans Online,.

Kabid Perizinan Kabupaten Sumedang, Asep Tatang memberikan dua pilihan kepada pengurus koperasi Kahatex mengenai pembangunan perumahan milik Koperasi PT. Kahatex, di Desa Cintamulya, Kecamatan Jatianangor. “Ini kan jelas kita kasih pilihan saja pada pengurus koperasi, mau membongkar sendiri atau dibongkar Pol PP,” sebutnya, Senin (20/12).

Dikatakanya bahwa perumahan koperasi Kahatex selama membangun  selama 4 bulan berjalan belum memiliki izin dari Pemkab Sumedang penijauan sebagai tindak lanjut dari permasalahan yang hingga kini belum diselesaikan. “Ini menindaklanjuti saja permohonan yang kemarin diajukan  ternyata langkahnya  ini sudah salah,” tutur Asep.

Pemerintah mempunyai kewajiban menggiring pihak koperasi untuk segera mengurus perizinan. Dalam pengajuan perizinan, pihak koperasi harus memiliki fakta integritas mengenai persyaratan yang menjadi bagian dari proses pengurusan pembangunan.

Kesiapan mengurus perizinan ini cuma dijadikan lipstik belaka, karena akan menimbulkan masalah seperti saat ini. Asep menambahkan, sesuai dengan  Perbup 35 mengenai aturan yang di pakai, serta perbup 55 tentang pelimpahan ke camat. Sehingga ini jelas untuk pengajuan perizinan pendirian perumahan Kahatex tersebut menjadi wilayah Pemkab bukan pemerintah kecamatan.

Dalam hal ini, sesuai dengan Perbub kewenangan kecamatan dan desa hanya member rekomendasi kepada Pemkab Sumedang berkenaan dengan akan didirikannya pembangunan. Langkah pertama yang harus dilakukan adalah, lanjutnya pihak koperasi harus mengantongi terlebih dahulu izin prinsip dari Bupati yang sebelumnya sudah mendapat rekomendasi dari desa dan kecamatan.

“Nanti itu koperasi bawa rekomendasi desa dan kecamatan baru mengajukan izin prinsip kepada Bupati,” tuturnya. Menyikapi hal tersebut, Ketua Koperasi PT Kahatex,Wakijo, mengaku tidak mengetahui proses perizinan yang harus ditempuh, oleh karenanya pihak koperasi menyerahkan kepada pihak Kecamatan Jatinangor.

Namun, lanjutnya bila itu dinilai salah maka pihaknya meminta petunjuk untuk kemabali megurus prosedur perizinan. “Kami mohon petunjuk karena kedepan kami akan secepatnya memenuhi perizinan kami,” tuturnya.

Pembangunan perumahan koperasi sendiri, dituturkan Wakijo sekitar 1,5 hektar untuk pembangunan 51 unit rumah.  Dalam hal ini, dia juga meminta agar pembangunan tetap dijalankan sambil megurus masalah perizinan yang dinilai banyak kekurangan.(Kos/Buser Trans Online)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s