Baru Dua Bulan Sudah Bolong

Posted on Updated on

Kab. Bandung, Buser Trans Online,.
Pembangunan jalan hotmix yang baru dibangun selama dua bulan terakhir ini di Jalan Ir. H. Djuanda, Desa Cikuya, Kec. Cicalengka, Kab. Bandung, sudah kembali rusak padahal anggaran tersebut menelan biaya yang tidak sedikit.

Pembangunan jalan sepanjang 700 meter dengan lebar 4 meter yang dikerjakan pemborong CV. Flamboyan tersebut, sudah terlihat mulai berlubang. Bahkan, di sebagian ruas jalan sudah tergerus aliran air cileuncang akibat buruknya saluran drainase di jalan tersebut. Sementara biaya untuk pembangunan jalan itu berdasarkan dalam daftar kegiatan tahun anggaran Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Bina Marga Wilayah Cicalengka Kab. Bandung sebesar Rp. 270.734.000,.

“Kembali rusaknya jalan hotmix yang baru dibangun selama dua bulan ini, sempat dikeluhkan oleh sejumlah warga. Bahkan, ada di antara warga yang mempertanyakan kepada aparat desa, kenapa jalan yang baru dibangun itu cepat rusak. Sementara, pihak desa sendiri tidak tahu apa-apa, karena bukan pelaksana pembangunan jalan itu. Sementara aparat desa hanya menerima pemberitahuan saat akan mengerjakan pembangunan jalan,” kata Kepala Desa Cikuya, Yaya Suryana kepada wartawan di ruang kerjanya, di Kantor Kepala Desa Cikuya, Jln. Ir. H. Djuanda, Desa Cikuya, Kamis (23/12).

Menurut Yaya, kembali rusaknya jalur jalan tersebut, diduga akibat buruknya kualitas pembangunan jalan. Sebab, kata dia, kalau kualitas pembangunan jalan hotmix itu cukup bagus, diperkirakan selama dua tahun jalan itu bisa bertahan. “Melihat kondisi jalan seperti itu dan mengalami kerusakan kembali, diperkirakan dalam waktu selama sebulan mendatang, kerusakannya akan tambah parah. Dan tidak menutup kemungkinan, kerusakannya itu akan kembali ke semula sewaktu belum dibangun menjadi jalan hotmix,” katanya.

Yaya menduga, kerusakan jalan tersebut, selain karena kualitas pembangunan jalanya kurang bagus, juga disebabkan oleh buruknya saluran drainase yang ada di pinggir jalan tersebut. “Kalau turun hujan deras itu, air cileuncang mengalir di jalan. Sehingga aliran air itu menggerus permukaan jalan hotmix,’ katanya.

Dia mengharapkan, jalan yang dikelola pemerintah kabupaten itu, bisa kembali diperbaiki atau dibangun. Jika jalan itu dibangun, kata dia, pihak pemerintah atau pelaksana pembangunan itu, bisa memperhatikan kualitas jalan. Jangan sampai, pembangunan jalan sia-sia dan kembali rusak. Selain itu, memperbaiki saluran drainase.

Pengawas Lapangan UPTD Sarana dan Prasarana Dinas Bina Marga Wilayah Cicalengka, Kab. Bandung, Juju mengatakan, kembali rusaknya pembangunan jalan hotmix di Jalan Ir. H. Djuanda itu, saat akan melakukan pemasangan aspal atau hotmix, sebelumnya sempat turun hujan deras. “Kami juga sempat mengkonsultasikan dengan pihak konsultan, apakah dipaksakan dipasangkan aspal hotmix itu atau tidak. Karena mobil yang membawa hotmix sudah ada di lokasi, akhirnya dipaksanakan dipasangkan setelah menunggu hujan reda,” katanya.

Juju mengatakan, jika aspal hotmix itu tidak segera dipasangkan, dihawatirkan akan kering. Sebab, kata dia, kalau sudah kering, sulit untuk dipasangkan dan pemerintah juga akan mengalami kerugian yang cukup besar. Terkait dengan kerusakan itu, pihaknya akan berusaha untuk kembali menghubungi pemborongnya.

Kepala UPTD Sarana dan Prasarana Bina Marga Wilayah Cicalengka, H. Imat Hikmat,BE mengatakan, untuk melakukan perawatan jalan tersebut, masih tanggungjawab pihak pemborong. Dari anggaran yang ada, kata dia, untuk biaya perawatan disiapkan sebesar 5 persen. Sedangkan dari UPTD Bina Marga hanya melakukan pengawasan. “Akan segera diperbaiki,” katanya.(Kos/Buser Trans Online)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s