Lagi, Polisi Tembak Mahasiswa

Posted on Updated on

SLEMAN – Buser Trans Online

Di tengah citra buramnya, lagi-lagi polisi bikin ulah mencorang dahinya sendiri. Pasalnya, dengan dalih peluru nyasar, Widiharto alias Ndaru, 22, mahasiswa Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Jogja yang tinggal di Condongcatur, Depok, Sleman, tergolek lemas di RSUP Sardjito setelah dada kirinya diterjang timah panas polisi, Rabu (22/12) dinihari, tepatnya pukul 02.00 WIB.

Penembakan itu sendiri terjadi di dekat kos korban di Pringgolayan, Condongcatur, Depok. Korban tertembak di punggung dan tembus hingga ke dada. Menurut keterangan seorang petugas medis RSUP Sardjito, korban masuk ke rumah sakit, Rabu dinihari pukul 02.32 WIB.

“Dari dugaan sementara, benda yang diduga proyektil mengenai punggung kiri bawah pasien, dan menembus dada kiri bagian bawah. Jadi proyektil di dalam tubuh korban tak lagi ditemukan,” jelas Kepala Bagian Hukum dan Humas RSUP Sardjito, Trisno Heru Nugroho, dalam keterangan persnya, Rabu (22/12) sore.

Dijelaskan lebih lanjut, letak luka bagian tubuh belakang yang diduga terkena proyektil itu berada di punggung bawah rusuk 11, dan tembusannya berada di dada kiri bawah. Artinya, kemungkinan benda yang mengenai tubuhnya itu juga mengoyak organ-organ lain yang dilewati. “Tapi mengenai apakah ada kerusakan organ atau tulang rusuk, masih dilakukan pemeriksaan lebih lanjut,” imbuh Heru.

Saat dibawa ke RSUP Sardjito pada Rabu dini hari, kondisi Ndaru, mahasiswa jurusan Hubungan Internasional semester VII  asal Pacitan, Jawa Timur ini sempat drop. Namun pada Rabu sore, kondisinya sudah berangsur membaik dan stabil. Secara kesehatan, kondisi korban dinyatakan stabil, dan kesadarannya sudah penuh.

Namun korban masih dalam pengawasan tim medis untuk menentukan tindakan medis selanjutnya. Dari keterangan pihak rumah sakit, Ndaru ditunggui oleh seorang temannya Muhammad Nuhan, 17, yang saat kejadian ada bersamanya.

Menurut teman korban yang lain, Andu, saat itu mereka bersama dua temannya yakni Denny dan Nuhan berangkat dari Magelang menuju ke Jogja pada Rabu dini hari sekitar pukul 00.00 WIB dengan mengendarai tiga sepeda motor, yakni Yamaha Mio, Honda CB serta Kawasaki Ninja tanpa nomor polisi yang saat itu dikendarai korban.

Dari Magelang, motor korban sudah mogok sehingga terpaksa dituntun oleh rekannya yang lain. Sampai di Jogja, sekitar pukul 02.00 WIB, mereka langsung menuju ke kos korban di daerah Selokan Mataram, tepatnya di Pringgolayan, Condongcatur, Depok.

Begitu hendak menuju ke kos, muncul sebuah mobil yang berisi anggota Opsnal Reskrim Polres Sleman yang langsung mencegat korban dan rekan-rekannya. Saat itu, polisi bermaksud mengecek surat kelengkapan kendaraan yang dikendarai korban yang tidak memiliki nomor polisi. Polisi mencurigai motor korban sebagai motor hasil kejahatan.

Namun karena takut, korban dan rekan-rekannya langsung berusaha kabur. Menurut Andu, mereka lari berpencar. Tak lama kemudian, dia kembali ke lokasi dan menemukan korban sudah jatuh bersimbah darah.

Andu sendiri meyakini mereka dicegat oleh polisi. Namun mereka kemudian memilih melarikan diri karena takut sepeda motor yang sering digunakan dalam ajang balapan liar tersebut disita  polisi.

Ditemui di rumah sakit, kedua orangtua Ndaru yang menunggui putranya, Sutarjo, 50, dan Sumartini, 45, tak henti-hentinya menangis saat memberikan keterangan kepada wartawan. “Saya mendapat kabar dari kepolisian subuh dan bilangnya anak saya mengalami kecelakaan. Saya langsung berangkat ke sini, sampai lupa tak bawa apa-apa,” ungkap Sutarjo sembari terus menangis.

Ditambahkan Sutarjo, saat sampai di rumah sakit dan menemui anaknya yang saat itu masih dalam keadaan tak sadarkan diri, Sumartini pingsan karena melihat darah ada di mana-mana. “Ternyata anak saya bukan kecelakaan [lalu lintas], tapi ditembak polisi,” ujarnya. cholis

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s