Nlencer, Taktik Dewan Habiskan Anggaran

Posted on

SLEMAN- Buser Trans Online

Pelaksanaan prolegda (program legislasi daerah) terkait pembahasan rancanngan peraturan daerah (raperda) di Kabupaten Sleman tampaknya tidak akan optimal. Itu mengingat masih banyaknya raperda yang ngendon di gedung dewan. Sementara para wakil rakyat lebih memilih menghabiskan waktu akhir tahun untuk melancong ke luar kota.

Seperti yang terlihat akhir pekan lalu. Sebagian besar wakil rakyat Sleman memilih ngelencer ke pulau dewata Bali. Sedang sebagian lagi sejak Senin (20/12) lalu, memilih dewan bedhol desa ke ibukota. Ditengarai, kepergian ini dalam rangka menghabiskan anggaran 2010 yang tinggal beberapa hari lagi. “Ke Jakarta, berangkat jam 13.40,” ungkap Sekretaris DPRD Sleman Suseno melalui pesan singkat short service massage (SMS).

Ironisnya, kepergian para wakil rakyat ini masih meninggalkan beberapa pekerjaan rumah raperda yang seharusnya ditargetkan rampung akhir 2010. Diantaranya raperda rencana tata ruang dan wilayah (RTRW), izin mendirikan bangunan (IMB), retribusi IMB, organisasi perangkat daerah. Bukan hanya itu, rencana program jangka panjang daerah (RPJMD) dan rekomendasi hasil evaluasi gubernur atas RAPBD Sleman 2011 juga belum ditindaklanjuti oleh dewan.

Padahal jika akhir tahun 2010 RAPBD 2011 tak segera ditetapkan menjadi perda maka APBD 2011 berpotensi terkena pinalti berupa penundaan atau pemotongan Dana Alokasi Umum (DAU).

Ketua Komisi A Rendradi Suprihandoko membenarkan jika dewan sedang sibuk kunker. Ia juga mengakui draft raperda RTRW juga baru mulai tahap pembahasan. Padahal, raperda RTRW ini sudah mangkrak lebih dari 2 tahun menunggu pembahasan. “Pembentukan pansus saja baru dilakukan 13 Desember 2010 lalu,” kilahnya.

Sekadar diketahui, pansus RTRW ini dipimpin Rendradi (FPDIP). Sedangkan Farchan Hariem (FPPP) duduk sebagai wakil dan Sugiarto Sastro Sanjoyo (Fraksi Demokrat) menjadi sekretaris. Menurut Rendradi pembahasan raperda RTRW kabupaten Sleman untuk menindaklanjuti Perda No 2 tahun 2010 tentang RT RW Provinsi DIJ. “Sudah semestinya perda tingkat kabupaten/kota segera dibahas dan ditetapkan,” katanya.

Ulah para anggota dewan ini kembali Kinerja disorot tajam oleh Ketua LSM Forum Rakyat Jogja Anti Korupsi (FRJAK) Unang Shio Peking. Menurutnya anggota DPRD Sleman hanya menghambur-hamburkan uang rakyat yang memang sebelumnya telah dianggarkan oleh dewan sendiri. “Dewan selaku wakil rakyat seharusnya peka. Warga Cangkringan saja masih banyak yang mengungsi dan menderita, dewan kok asyik-asyikan kunker menghabiskan anggaran,” sindirnya.

Unang menambahkan pemkab Sleman telah mengeluarkan keputusan agar mengalihkan dana-dana yang dinilai tak terlalu penting penggunaannya untuk dialihkan untuk bencana Merapi.  “Seharusnya dana-dana di dewan juga dialihkan untuk bencana, daripada untuk piknik yang dibalut kunker. Itu malah lebih baik,” tegasnya.

Pada bagian lain Unang mengkritik kinerja pansus RTRW yang terkesan tunggu bola dan tidak kreatif menyusun raperda sendiri. Dewan Sleman menunggu perda provinsi baru mulai bekerja. “Kalau dewan kerja sungguh-sungguh tentu tak perlu lama-lama. Anggota dewan seharusnya kreatif dan inovatif. Tak selalu menunggu dari jajaran yang lebih atas,” katanya.

Unang meminta masyarakat Sleman agar turut mengawasi pemanfaatan uang rakyat tahun 2011. Sudah seharusnya dana untuk rehabilitasi dan rekonstruksi punya porsi lebih besar dibanding kebutuhan lain. cholis

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s