FPI Peduli Merapi, Minimal Sehari Bakar 10 Bangkai Sapi

Posted on Updated on

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

SLEMAN , Buser Trans Online

Relawan Front Pembela Islam (FPI) yang selama ini getol memerangi kemaksiatan, turut terlibat langsung memberi bantuan kepada korban erupsi Merapi, baik yang tersebar di wilayah Sleman, Magelang maupun Boyolali. Hari pertama petaka menimpa, markas besar FPI DIY-Jateng di Jl Watas km 9 Balecatur Gamping Sleman sudah membuka dapur umum dan menyalurkan kebutuhan logistik bagi korban Merapi.

Dengan disokong relawan FPI yang berasal dari berbagai daerah, FPI bergerak lincah.

Di tititk-titik strategis tertentu, relawan FPI menggelar aksi membagikan ribuan masker kepada sejumlah pengendara kendaraan di perempatan Kentungan Sleman. Untuk mempermudah jalannya mobilisasi para relawan, FPI membuka 3 posko peduli Merapi sebagai wadah komunikasi para kader dengan para korban pengungsi. Posko Utama yakni Dapur Umum di Markas besar FPI DIY Jateng, Glagahharjo dan Sawangan Magelang.

Selain menyalurkan beragam kebutuhan sehari-sehari baik itu sandang, pangan dan air bersih dan bantuan tunai, ormas Islam ini juga aktif menyambangi rumah-rumah para korban untuk sekadar membantu bersih-bersih, droping air bersih, dan membuka layanan terapi healing lewat santapan rohani di masjid atau mushola .

Sedang untuk pemulihan kesehatan fisik korban, FPI menggandeng Mercy Indonesia menggelar pengobatan massal dan penyediaan kebutuhan MCK bagi para pengungsi atau korban Merapi.
“Untuk dapur umum sendiri itu dibuka sehari setelah Merapi mbledhos, yakni tanggal 5 November dan sampai sekarang kita masih melayani mereka para pengungsi. Perhari paling tidak 5000 paket nasi bungkus kita salurkan ke beberapa titik di mana pengungsi berada, entah itu yang di Maguwo stadion, Gor Pangukan Sleman ataupun daerah lainnya,” ujar pengurus harian FPI H Sebrat Haryanti.

Dituturkan Sebrat Haryanti, aksi kemanusian juga berlanjut pada upaya pencegahan menularnya beragam penyakit akibat banyaknya bangkai sapi yang berserakan di berbagai wilayah. Untuk keperluan yang satu ini, pihaknya menerjunkan tim khusus yang bertugas melakukan pemusnahan bangkai sapi atau membakar. “Kalau tidak segara dimusnahkan itu akan sangat membahayakan bagi kesehatan para pengungsi,” paparnya.

Untuk aksi ini, jelas Sebrat, pihak FPI tak mau ambil pusing betapapun koceknya harus dirogoh lebih dalam lagi. Total besaran solar yang dipergunakan untuk membakar bangkai sapi memang cukup banyak. “Sehari itu minimal kita membakar sapi 10 ekor, bahkan pernah sampai 20 ekor bangkai. Kalau dirupiahkan, mungkin kebutuhan solarnya perhari bisa mencapai Rp 225 ribu,” jelas Sebrat seraya menambahkan bahwa aksinya tak lepas dari partisipasi ratusan relawan yang dipandegani langsung oleh Panglima Laskar FPI Masuni Kalopo dan Ketua FPI DIY Jateng H Bambang Teddi .
Menurut Sebrat, aksi kemanusiaan ini bukanlah yang pertama dilakukan FPI. Selain membantu korban Merapi, FPI bersama ratusan relawan lainnya juga bahu membahu membantu korban Mentawai dan Wasior. Bukan cuma kebutuhan jasmani dan kesehatan yang harus menjadi perhatian, tapi juga menanamkan tauhid, membangkitkan semangat dan ekonomi mereka yang terpuruk.
“Musibah Merapi, Mentawai, dan Wasior adalah musibah kita semua. Penderitaan mereka adalah penderitaan kita bersama,” ujarnya seraya menambahkan, banjir lahar Kali Code Yogya yang meluap merendam warga pinggiran Code Jogoyudan atau Gemblakan juga tak lepas dari pantauannya. “Kita bantu skop, pacul, serok dan bantuan 300 logistik kepada 350 KK, itu juga sudah kita salurkan,” imbuhnya. Cholis Buser Trans Online

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s