Terjangan Lahar Dingin Ciptakan Sungai Baru

Posted on Updated on

SLEMAN , Buser Trans Online

Akibat luapan banjir lahar dingin yang melanda Desa Glagaharjo dan Argomulyo pada Kamis (23/12) lalu menyisakan bentuk aliran sungai baru. Aliran tersebut membelah Dusun Besalen, Glagaharjo sampai Guling, Argomulyo. Meski lebarnya kurang dari tiga meter, terdapat batu-batu yang diameternya mencapai satu meter di tengah dan pinggiran sungai. Warga setempat menduga aliran baru disebabkan ambrolnya tumpukan material di pinggiran Kali Gendol di wilayah Ngancar.

Kondisi itu membuat warga di wilayah Cawisan Dusun Banaran, Argomulyo, memasang tanggul karung pasir di sejumlah sawah dan halaman rumah milik Suraji, yang menjadi titik terakhir bekas banjir lahar dingin di Cawisan. Warga setempat akhirnya membuat posko pemantauan lahar dingin di pertigaan Cawisan. Hal yang sama juga dilakukan warga Guling sebagai upaya penyampaian informasi secepat mungkin pada warga sekitar.

Salah seorang relawan yang memetakan titik terakhir banjir lahar dingin, Samuel, mengungkapkan aliran sungai baru pecahan Gendol tersebut bisa menjadi jalan ‘tol’ bagi lahar dingin apabila hujan deras kembali muncul di Bebeng dan bantaran Gendol di bawah Bebeng.

Pasalnya, aliran-aliran kecil di pinggir tumpukan material Gendol di sisi timur mengarah ke sungai baru yang lebarnya sekitar dua meter itu. “Bentukan [sungai] ini bisa membesar karena tanahnya yang labil bisa tergerus,” ungkapnya. Selain merusakan rumah-rumah di Besalen dan Guling, hujan deras pada Kamis lalu juga mengakibatkan kerusakan pada dam Kali Opak di Kepuharjo. Dam yang berada di sisi timur Merapi Golf itu ambrol.

Imbasnya, jalan penghubung antara Kepuharjo dan Umbulharjo yang melewati Merapi Golf terputus. “Wah, potensi banjir lahar dingin di aliran Opak bisa membesar karena jalannya makin terbuka,” ungkap salah seorang warga Kepuharjo yang mengaku bernama Sugiyono.

Seperti dilansir sejumlah media kemarin, banjir lahar dingin yang melanda di Sungai Opak–salah satu sungai yang berhulu di puncak Gunung Merapi– mengakibatkan Jembatan Pagerjurang terputus. Jembatan yang merupakan bangunan penahan sedimen ini hancur diterjang banjir lahar dingin. Banjir tersebut berupa air berwarna cokleat pekat dengan membawa endapan material vulkanis.

jembatan Pagerjurang yang putus itu merupakan jalur utama yang  menghubungkan  Kecamatan Cangkringan dengan Kecamatan Pakem. Dengan  putusnya jembatan itu,  warga harus memutar hingga lebih dari 5 km  melalui Jembatan Geblok. Lurah Desa Kepuharjo, Heri Suprapto, Kamis (23/12) sore,  mengatakan, banjir tersebut mulai terjadi  pada pukul 15.00 WIB. Di kawasan puncak sebelumnya hujan deras dan kemudian banjir di bagian yang  agak di bawah. “Kalau banjirnya besar, biasanya jembatan Geblok juga ditutup untuk lalu lintas. Demi keamanan,” katanya.

Mengantisipasi bahaya susulan lainnya, polisi kemudian menutup jalan yang akan menuju jembatan tersebut. Arus lalu lintas dialihkan melalui Jembatan Geblok. Namun pada saat yang bersamaan, Jembatan Geblok juga ditutup karena arus Sungai Opak yang cukup besar sehingga dikhawatirkan akan membahayakan pengguna jalan. Arus kemudian diarahkan ke selatan lagi melalui Ngemplak. Cholis Buser Trans Online

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s