Rapor Merah Buat Persiba Bantul

Posted on Updated on

BANTUL, Buser Trans Online

Belum kelar perkara anggaran Rp8 miliar digelontorkan ke Persiba Bantul melalui KONI, tim Laskar Sultan Agung kembali mendapatkan catatan merah dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Catatan merah terjadi pada penganggaran musim kompetisi 2009/2010, karena menggunakan dana bantuan Rp815 juta yang tidak disetorkan ke kas daerah.

Menurut BPK, penyalahgunaan dana berawal saat Persiba memperoleh talangan dan dana sponsorship sebesar Rp3,4 miliar untuk menutupi kekurangan anggaran musim itu yang mencapai Rp7,9 miliar. Dana sebesar itu untuk belanja pemain asing dan lokal sebesar Rp4,6 miliar atau 59,37%. “Hal itu mengakibatkan Pemkab Bantul kehilangan pendapatan daerah sebesar Rp815 juta,” tulisLaporan Hasil Pemeriksaan (LHP) BPK yang dilansir 4 Juni 2010 dan  ditandatangani penanggung jawab pemeriksa BPK RI Perwakilan Provinsi DIY, Nelson Humiras Siregar.

Dana talangan di antaranya diperoleh dari tower, Hotel Ross In, Bank Bantul, Bank Bumi Putera, Bank Bukopin, Bank Saudara,Bank Syariah Mandiri, dan Match Fee Copa. Namun dari sekian sponsor ini, BPK menilai hanya bantuan dari Bank Saudara Cabang Jogja sebesar Rp815 juta yang bermasalah.

Hal itu dikarenakan pemberian bantuan dari bank tersebut masih berkaitan dengan penempatan deposito Pemerintah Kabupaten (Pemkab). Pada 2009, Pemkab dan Bank Saudara melakukan kerja sama dalam bentuk penempatan deposito satu bulan dengan kontrak per tahun dan dapat diperpanjang.
Jika dijumlah, deposito Pemkab Bantul mencapai Rp416 miliar. BPK menilai pengambilan kebijakan menggunakan secara langsung bantuan tersebut tidak sesuai dengan Peraturan Pemerintah (PP) No18/2007 tentang pendanaan olah raga, dalam pasal 5 ayat (2),6, dan pasal 7.

Tidak hanya itu, dalam PP No58/2005 tentang pengelolaan keuangan daerah pasal 59 ayat (2) dan lampiran peraturan Menteri Dalam Negeri No. 32/2008 tentang pedoman penyusunan APBD TA2009, yang menentukan bahwa komisi, rabat, potongan, atau penerimaan lain dengan nama dan dalam bentuk apapun yang dapat dinilai dengan uang.

Dan pengadaan barang dan jasa termasuk penerimaan bungan jasa, giro atau penerimaan lain sebagai akibat penyimpanan dana pada bank serta penerimaan dari hasil pemanfaatan kekayaan daearah yang tidak dipisahkan,merupakan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Atas permasalahan tersebut, BPK menyarankan kepada Bupati Bantul untuk memerintahkan Kepala DPKAD mempertanggungjawabkan penerimaan dana sponsorship itu. Dalam laporan itu, kepala DPKAD telah menyatakan tidak sepandapat jika sponsorship itu tidak termasuk dalam bagian APBD.

Hal itu dibuktikan dengan pendapatan bunga deposito yang masih tetap diterima Pemkab Bantul dengan jumlah sesuai dengan ketentuan dalam penanaman deposito.Tapi setelah konfirmasi dengan Bank Saudara, BPK tetap berpendapat, penerimaan sumbangan masih berkaitan. Pendapatan itu diperoleh setelah BPK mengkonfirmasi Bank Saudara. ”Penerimaan dari bank yang harus diakui sebagai pendapatan daerah bukan hanya penerimaan bunga dan jasa bank, melainkan termasuk penerimaan lain dalam nama dan bentuk apapun sebagai akibat penyimpanan dana,” demikian tertulis dalam LHP.

Sementara Kepala Dinas Pengelolaan dan Keuangan Aset Daerah (DPKAD) Abu Dzarin mengaku sudah memberi penjelasan penggunaan dana bantuan Persiba kepada BPK. Disinggung lebih dalam mengenai bantuan itu, dia justru berbalik menyalahkan BPK.”Itu salah interpretasi,” imbuhnya.

Dia juga mengaku telah berkoordinasi dengan Menteri Olah Raga dan menyatakan penggunaan dana itu tidak menyalahi atauran. Dia mengatakan, akan menyalahi aturan jika hal itu dilakukan oleh intansi, BUMD atau perusahaan buatan daerah. “Kalau Persiba itu kan bukan dibentuk pemerintah,” ujarnya. Cholis Buser Trans Online

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s