Tragedi, Habis Manis Sepah Dibuang

Posted on

YOGYA , Buser Trans online

Habis manis sepah dibuang. Itu yang dirasa Ny Flamboyant (34) – nama disamarkan atas permintaan yang bersangkutan. Setelah merengkuh kemanisan bersama selama empat tahun lebih, janda muda beranak dua ini dibuang begitu saja oleh mantan suaminya yang berinisial Perwira (46). Bahkan oleh pria klimis yang menyandang pangkat perwira polisi non-job Mabes Polri ini, si Flamboyant hanya dianggap fans biasa yang ingin dompleng popularitas sang perwira.

Ibu muda ini sepenuhnya menyadari, indahnya kisah kasih sepasang anak manusia baru teruji ketika masalah menghadang. Tapi sakit hati pastinya, itu yang dirasakan perempuan warga Krikilan Bayat Klaten hingga kini.

Maka, sedikit demi sedikit ia mulai memaparkan bukti kalau ia tidak asal ngecap. Beberapa fakta hukum yang menggambarkan kedekatannya (hubungan persuamiisterian) dengan sang Perwira, ia tunjukkan. Bukan bermaksud menyudutkan, –apalagi menghakimi tentunya.

“Dia boleh-boleh saja menghapus seluruh memory tentang diri saya. Tapi pada anak-anak, darah dagingnya sendiri, apa iya mentolo. Kalao gitu, kebangeten tenan sing dadi wong lanang!,” ujar Flamboyant saat ditemui BUSER TRANS di kantor pengacara Aprilia Supaliyanto SH, di kawasan Jogja Ekspo Center Yogyakarta, Rabu petang pekan lalu. “Semula, sebenarnya kalau mau kita tidak usah membongkar kejelekan masing-masing,” imbuhnya.

Tapi ibarat nasi sudah menjadi bubur, rasanya mustahil bagi Flamboyant untuk mengembalikannya menjadi beras. “Saya jadi sering stress dibuatnya,” ungkapnya lirih seraya menambahkan bahwa biduk rumah tangganya mulai terasa oleng tahun 2005. “Dan puncaknya Mei 2006,” sela Flamboyant.

Pada bulan lima 2006 itu, tutur Flamboyant, belang sang Perwira selaku suami mulai terbaca dengan jelas. Sang perwira tidak saja melalaikan kewajibannya sebagai suami terhadap isteri, tapi juga telah membrengus hak-hak dasariah anak-anaknya untuk memperoleh curahan kasih sayang dari seorang Perwira.

Terhadap kedua anak kandungnya, sikapnya berubah drastis. “Sama sekali tak menunjukkan sikap dan predikatnya selaku seorang ayah,” ungkapnya. Sikap pongah itu, sambungnya, bahkan sempat menjadi dagelan yang tak lucu di ruang sidang utama Pengadilan Negeri (PN) Klaten, Rabu pekan silam.

Sontak membuat seluruh pengunjung sidang dan pegawai PN Klaten gempar di buatnya. Ironisnya, saat si bungsu anaknya menangis bergulingan di lantai seraya teriak memanggil-manggil ayahnya tapi pria yang bersangkutan (Perwira) tersebut tetap bergeming. Nalurinya sebagai orangtua nyaris tak tersentuh sama sekali.

“Boro-boro mendekap dan mengelus rambut bocah itu, datang mendekat saja tidak. Dia malah menghindar seolah kedua bocah itu bukan anaknya sendiri,” ujar Flamboyant dengan nada tersekat, seraya menambahkan bahwa anaknya terutama si bungsu acap menjerit histeris hanya karena didera perasaan kangen sama ayahnya hingga jatuh sakit segala.“Hanya mendengar suaran ayahnya sendiri saja seolah anak sudah tak boleh,” imbuhnya lagi.

Menghadapi semua ini, ia sebenarnya merasa letih dan acap dihinggapi perasaan putus asa. Selaku single parent, ia mengakui hatinya acap serasa teriris sembilu bila teringat akan masa depan kedua putranya, yang untuk seusia mereka sebenarnya masih butuh figur seorang ayah dan curahan kasih sayangnya, tentunya. “Moga-moga kelak anak-anak bisa memahami dan memetik hikmah dari semua peristiwa pahit yang saya alami ini,” harapnya.

Terhadap perkara yang tengah membelitnya, ia sama sekali tidak berpikir untuk mengambil keuntungan dari keberaniannya berbicara. Malah ia malu dengan keluarga, teman dan lingkungannya. “Saya tidak memaksa untuk mempercayai bukti ini, tetapi memang ini adanya. Kalaupun ada tuntuntan saya siap untuk menghadapinya,” tegasnya. Cholis Buser Trans Online

 


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s