Apa Iya, Rektor IPDN Tuding Orang Sunda Maling?

Posted on Updated on

Surat Pembaca

Pada hari ini Rabu 12 Januari 2011 pada saat apel pagi, Rektor Istitut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) telah mengeluarkan pernyataan yang menyinggung perasaan kami sebagai orang sunda. Pernyataan SARA itu tidak pantas dikatakan oleh seorang pemimpin pencetak kader pamong yang nota bene berasal dari seluruh penjuru Nusantara. Karena mungkin kesal ada penebangan pohon yang dilakukan warga sekitar kampus dan banyaknya kabel hilang, dan saluran air yang dirusak, rektor menuduh pelakunya adalah warga sekitar yang notabene suku sunda. Saya minta identitas saya dilindungi karena saya sebagai pegawai negeri, tapi kami sebagai warga Jawa Barat tidak bisa diam kalau dihina seperti ini. Silahkan teman-teman media cek sendiri kepada para pegawai apakah betul rektor tadi pagi bicara begitu.  Rektor menyinggung SARA tidak hanya kali ini saja. Tadi bahkan mengatakan kalau Kamdal tidak berani menindak orang sunda, saya juga berani berkelahi walaupun sudah kakek-kakek, saya juga punya pasukan, Mohon dikonfrontir langsung ke rektor dan para pejabat/pegawai sebagai bukti ini bukan fitnah.

kiriman dari :+6287821827XXX

4 thoughts on “Apa Iya, Rektor IPDN Tuding Orang Sunda Maling?

    puja ario said:
    13 Januari 2011 pukul 10:59 PM

    moal ingkah najan awak lebur ge hayu.,.,!!!

    Suka

    cepi said:
    14 Januari 2011 pukul 7:58 AM

    Wah nampaknya ada menyaksikan langsung pas rektor ngomong, berarti anda juga peserta apel alias warga IPDN juga…sama-sama tidak dewasa. Apa anda tidak merasa bagian IPDN kalau terus IPDN disorot lagi? Apa perlu terus dipublikasi seperti itu, kenapa tidak diluruskan secara internal? Saya bosan dengar berita IPDN negatif saja….. kasian para praja yang belajar di sana.

    Suka

    Asep Yani said:
    14 Januari 2011 pukul 9:10 AM

    Biasanya kalau orang suka menuduh apalagi menuduh maling dialah yang sebenarnya suka maling (maling teriak maling)…..

    Suka

    Mus said:
    17 Januari 2011 pukul 9:35 AM

    Mulut yang satu memang perlu dijaga jangan sampai bicara yang menyinggung orang lain, apalagi orang banyak. Apalagi mulut seorang pejabat publik, yang suaranya didengar oleh banyak orang, harus lebih dijaga lagi.

    Kalau ada kasus, jangan lalu mengeneralisir bahwa kasus tersebut dilakukan oleh suatu suku tertentu. Padahal kasus tersebut mungkin dilakukan hanya oleh beberapa orang saja.

    Mudah-mudahan ini menjadi sarana pembelajaran kita semua untuk lebih berhati-hati berbicara. “Berbicara yang baik saja, kalau tidak bisa lebih baik diam”. Itu ajaran agung dari Nabi Muhammad SAW.

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s