Saat Apel Pagi, Dikabarkan Rektor IPDN Menyinggung Perasaan Orang Sunda

Posted on Updated on

Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi di dampingi Rektor IPDN I Nyoman Sumaryadi saat kunjungan kerja ke IPDN Jatinangor Sumedang

Kab. Sumedang Buser Trans Online,.

Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) di terpa isyu yang kali ini ada seorang yang mengaku pegawai negeri di lingkungan IPDN, mengirimkan pesan pendek (SMS) ke redaksi Buser Trans Online yang menyatakan bahwa mungkin Rektor kesal ada penebangan pohon yang dilakukan warga sekitar kampus dan banyaknya kabel hilang, dan saluran air yang dirusak, Rektor IPDN I Nyoman Sumaryadi menuduh pelakunya adalah warga sekitar yang notabene suku sunda.

Pesan pendek tersebut tidak hanya di kirim ke Redaksi Buser Trans Online saja tapi beberapa media lainnya juga mengaku mendapat sms dengan kata-kata yang sama.

Dalam SMS yang tersiar dikabarkan bahwa Rektor juga menyinggung SARA tidak hanya kali ini saja. Tadi pagi (Rabu 12/11) bahkan mengatakan kalau Pamdal tidak berani menindak orang sunda, saya juga berani berkelahi walaupun sudah kakek-kakek, saya juga punya pasukan.

Terang saja isyu sms yang beredar di kalangan media ada beberapa pejabat IPDN sempat dikonfirmasi termasuk rektor nya sendiri yang memberikan stetmen seperti itu

Karo III IPDN Soedjito saat di konfirmasi lewat SMS Rabu malam pukul 22:24 WIB pihaknya membatah kalau Rektor bicara seperti itu dan yang dimaksud Rektor IPDN bukan seperti itu, Rektor menyatakan bahwa suku sunda itu sangat halus dan perasaan sehingga kalau ada pelanggaran kurang berani menegur apa lagi yang melakukan sudah dikensel.

Ditambahkan Soedjito bahwa jika Pamdal tidak berani bertindak dianjurkan untuk lapor, nanti Rektor sendiri yang akan menindak walaupun sudah tua demi lembaga Rektor dirinya berani.

Hal itu juga dikatakan Rektor IPDN I Nyoman Sumaryadi saat dikonfirmasi via sms, Rabu (12/01) pukul 23:29 WIB yang menyampaikan bahwa pernyataan yang disampaikan saat apel pagi, Rabu (12/01) bahwa pihakya telah mengeluarkan pernyataan yang menyinggung perasaan orang sunda.

Hal tersebut di bantah keras dan dikatakanya bahwa pernyataan itu tidak benar dan salah besar, “saya tegaskan bahwa stetmen saya pada apel pagi adalah sebagai berikut: saudara-saudara Pamdal adalah mayoritas saudara kita dan tahu semua bahwa orang sunda budayanya halus, sopan dan euweuh prakeuweuh, sehingga ada orang masuk kampus mengambil barang-barang atau maling inventaris negara bekas rehab asrama IPDN, tidak berani menegur jangan sampai Pamdal kita melindungi maling artinya ikut jadi maling, maka bekerja lebih baik dan pertahankan nama baik orang sunda”terangnya.

Ditambahkan Nyoman bahwa stetmenya disaksikan para peserta apel, dan dirinya menegaskan lagi pernyataan tersebut jangan dipelintir. “Ini sebagai bentuk penghargaan saya terhadap teman-teman dan warga THL di IPDN, dan justru saya mengingatkan agar menjaga nama baik bersama-sama secara sinergis, sekali lagi mohon jangan salah mengerti, maksud saya sangat baik sebagai sesama orang muslim”pungkasnya.(Red/Buser Trans Online)

Iklan

2 thoughts on “Saat Apel Pagi, Dikabarkan Rektor IPDN Menyinggung Perasaan Orang Sunda

    Adesepele™ said:
    14 Januari 2011 pukul 8:47 AM

    Mulutmu harimau-Mu.
    slm kenal
    http://adesepele.wordpress.com

    Suka

    bahtiar said:
    17 Januari 2011 pukul 9:11 PM

    itulah contoh arogan pejabat yang hidup dari keringat kami pegawai swasta,yang gajih nya di potong untuk menggajih mereka

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s