Gendut Jadi Tersangka Gratifikasi

Posted on Updated on

YOGYA – Buser Trans Online

dNasib Sekretaris Daerah (Sekda) Bantul Gendut Sudarto kali ini benar-berar di ujung tanduk. Menyusul Kejaksaan Tinggi (Kejati) DIY secara resmi menaikkan status penyelidikan ke tahap penyidikan dugaan kasus gratifikasi pengadaan buku ajar PT Balai Pustaka sebesar Rp500 juta. Tak pelak, Gendut Kamis lalu resmi menyandang predikat baru, yakni sebagai tersangka.

Kepala Seksi Penerangan dan Hukum (Penkum) Kejati DIY Pramono Mulyo mengatakan, setelah menyelidiki sejak 30 Juni 2010 lalu, Kejati DIY secara resmi menaikan status penyelidikan ke tahap penyidikan. Dengan ditingkatkan ke tahap penyidikan,maka perkara Gendut tidak lagi ditangani jajaran Asisten Intelejen namun beralih ke tangan Asisten Tindak Pidana Khusus (Aspidsus).“Perkara Gendut memang sudah naik ke penyidikan,” ujarnya,kemarin.

Aspidsus Kejati DIY I Gede Darwin didampingi Kepala Seksi Penyidikan Dadang Darussalam menjelaskan, peningkatan status tersangka itu didasarkan atas surat perintah penyidikan (Sprindik) nomor 03/0.4/ fd.1/ 01/2011 yang ditandatangani Kepala Kejati DIY Tyas Muharto. Untuk menangani perkara Gendut,Kajati DIY memerintahkan enam orang jaksa di bawah koordinasi Rini Triningsih. Menurut Dadang, tim jaksa sudah memeriksa sedikitnya tiga orang saksi.

Dua di antara saksi itu berasal dari Bank Pasar Bantul dan Kantor Pengelolaan Data dan Elektronik (KPDE) Bantul.“Kita terus mengumpulkan alat bukti yang diperlukan,” ungkapnya. Dadang mengatakan, ada kemungkinan jaksa akan memeriksa mantan Bupati Bantul Idham Samawi selaku mantan atasan Gendut. “Kalau diperlukan,semua yang dianggap mengetahui dan terkaitakan kita mintai keterangan,”katanya.

Kasus ini menjadi perkara pidana (dugaan suap dan gratifikasi) bermula saat Idham Samawi melakukan penunjukan langsung pengadaan buku Balai Pustaka Rp39 miliar pada 2005 lalu.Kepala Pemasaran Balai Pustaka Murad Irawan diduga mengucurkan sejumlah ‘uang pelicin’. Awalnya, uang sebesar Rp500 juta itu masuk ke nomor rekening 35028890 atas nama Pemkab Bantul pada 15 April 2005. Setelah itu, Rp200 juta diambil dan ditransfer ke nomor rekening 30113043 atas nama Gendut Sudarto.

Pada pertengahan 2010 lalu, Gendut menegaskan Rp500 juta dari Murad Irawan tidak ada kaitannya dengan pengadaan buku ajar.Menurut dia, uang itu merupakan pinjaman Pemkab Bantul yang waktu itu pemkab mengalami kesulitan keuangan terkait pengadaan komputer dari Jepang.

Dia menegaskan,uang sudah dikembalikan sehingga tidak benar dikatakan sebagai suap.Terpisah,Ketua DPRD Bantul Tustiyani menyatakan menyerahkan sepenuhnya pada proses hukum.“Mudah-mudahan cepat selesai. Harapan kami Pak Gendut bebas,”katanya. Cholis Buser Trans Online

 

Advokasi Gendut Salah Kaprah

YOGYA –Rencana penganggaran dana advokasi oleh Bupati Bantul Sri Suryawidati untuk membela Sekda Bantul Gendut Sudarto yang terganjal kasus hukum dengan menggunakan dana APBD adalah keliru. Kasus hukum Gendut Sudarto yang diduga menerima suap dan gratifikasi sehingga merugikan negara sebesar Rp. 500.000.000, 00 masih dalam proses penyelidikan.

Direktur PKBH UAD (Pusat Konsultasi dan Bantuan Hukum) Universitas Ahmad Dahlan Heniy Astiyanto, SH  menilai bahwa langkah yang diambil oleh Bupati Bantul itu keliru. “Kalau mau membantu memberikan pembelaan hukum itu mestinya diberikan kepada wong cilik. Secara hukum lebih bisa dipertanggungjawabkan,” ungkap Heniy Astiyanto.

Bantuan hukum sebaiknya diberikan kepada orang yang tidak mampu. Pengganggaran dana bantuan hukum bagi pejabat yang diduga melakukan tindak pidana korupsi tidak mempunyai dasar hukum. Apabila rencana bantuan hukum itu terealisasi maka bertentangan dengan dengan program pemerintah memberantas korupsi. ”Ini juga akan membahayakan reputasi dan citra bupati di mata publik,” tambahnya.

Heniy berharap para pejabat maupun anggota parlemen Bantul tidak perlu sibuk memikirkan pembelaan hukum terhadap kasus Gendut menggunakan dana APBD. Sebab, dikhawatirkan, dana APBD justru bakal terkuras untuk mengadvokasi kasus-kasus pidana lainnya. ”Lebih baik kan untuk peningkatan program pembangunan atau untuk kesejahteraan rakyat to,” tandasnya. Cholis Buser Trans Online

Iklan

One thought on “Gendut Jadi Tersangka Gratifikasi

    salma said:
    28 Februari 2011 pukul 8:07 PM

    salah kapraah bu..

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s