Komentar Pembaca Buser Trans Online Tentang IPDN terkait isyu “Urang Sunda Maling”

Posted on Updated on

Wah nampaknya ada menyaksikan langsung pas rektor ngomong, berarti anda juga peserta apel alias warga IPDN juga…sama-sama tidak dewasa. Apa anda tidak merasa bagian IPDN kalau terus IPDN disorot lagi? Apa perlu terus dipublikasi seperti itu, kenapa tidak diluruskan secara internal? Saya bosan dengar berita IPDN negatif saja….. kasian para praja yang belajar di sana. cepi
uny.ac.id
cepi_safruddin@xxx
182.0.120.215

Biasanya kalau orang suka menuduh apalagi menuduh maling dialah yang sebenarnya suka maling (maling teriak maling)…..  Asep Yani
huzaeni@xxx
222.124.198.172

Mulutmu harimau-Mu.
slm kenal  Adesepele™
adesepele.wordpress.com/
ade_pekob@xxx
114.79.55.194

moal ingkah najan awak lebur ge hayu.,.,!!!  pujakario.blogspot.com
puj_ndethehigh@xxx
180.214.232.8

Aman Sarmin sya dukung dah rektor tuh si cabut bahkan di pulangkan ke kampung halaman nya toh yg malin tuh mereka liat aja tanah sunda jadi sumpek oleh org” biadab sprt dia

Melalui FB

Izam She’ DokterrCintaa Bgs lah IPDN memang sngt rapuh

Raden Mas Prakoso ini utk kbaikn brsama .. aku dukung !!!

Ifin Sanjaya jaman sekarang emang jamannya demo,dimana-mana ada demo
q lebih salut lagi klo demo itu untuk rakyat kecil yg dimana sekarang
rakyat kecil butuh perhatian dan kasih sayang………

Dhani Nur Arief Arief ngomong kok sembarangan, seharusnya dia itu mencontohkan yang baik2 dengan siswa2nya yang lain

Ali Ibrahim mmmmm

Zulk Hud wah wah hrs bertanggung jwb tuch p.rektor…mulutmoe harimaumoe.

Hardi Galery MALING TERIAK MALING! mgkn bs dikatakan demikian! Smg para Mahasiswa khususnya org Sunda, dpt memberi pembalasan yg melecehkan jg menghina masyarakat Sunda…smg!

Asep Ago Hartono Belegug tah REKTOR teh, ku saha deui atuh diPALINGNA lian ti ku KARYAWAN IPDN keneh………geus loba bukti mah, ngan aink mah moal mere nyaho. Sanajan aink urang luar,tapi nyaho…..Karyawan na keneh nu malingna mah. Goblog tah rektor teh mun nyalahkeun masyarakat sekitar…..

14 January 2011 | 22:21:21

Bung Nurdin, sudahlah..
gak usah dibesar besarkan lagi masalah ini. Apa sih untungnya mem blow up berita yang menyinggung SARA ?
Justru anda seorang jurnalis mustinya menurunkan artikel yang bisa menetralisir ‘berita miring’ tersebut.

Salam

14 January 2011 | 21:40:40

bangkitnya sukuisme. bahaya besar untuk keindonesiaan.

14 January 2011 | 22:08:39

Mana ada Rektor IPDN menyinggung perasaan orang sunda,
anda aja yang suka mlintar mlintir berita..

14 January 2011 | 23:02:38

sepertinya harus hati hati dalam berucap, kadang media suka memelintir data dilapangan sehingga membuat kasusnya menjadi heboh padahak ap ayang dimaksud oleh sumber berita tidak seperti itu.

14 January 2011 | 21:44:19

1. Semoga warga sunda bisa menahan diri.
2. Cari tahu kebenaran yang sesungguhnya soal pernyataan Rektor. Jangan hanya bedasar sebuah sms, seolah menjadi kebenaran yang pasti.
3. Betul tidak ada pengrusakan/pencurian? Persoalan pokok ini jangan dilupakan/ditutupi dengan isu SARA.
4. Semoga bisa berdialog untuk berbagi pemahaman, agar kebenaran yang menjadi pemenang.

14 January 2011 | 22:44:00

Ini pasti ada yang salah.
Mana mungkin seorang Rektor terang terangan ‘merendahkan’ suku tertentu ?
Kemungkinan yang terjadi adalah salah persepsi/salah paham atau salah ucap.

Saya rasa, masalah yang menjurus SARA adalah sangat rawan dan mudah sekali menimbulkan instabilitas keamanan.
Sebagai warga intelektual, kita tak usah terpancing isue isue SARA semacam ini.

Lagi pula, apa sih untungnya, terjadi demo besar besaran, padahal itu hanya kesalah pahaman saja ?
Kita sekarang lagi prihatin bung, tak usah nambah nambah persoalan..

Salam

Udah gak jaman kali klo ngomong masih bawa suku , agama , ras (SARA) hari geneeee…
Bagaimana mau ada mutunya..klo kepala sukunya aja ngasih contoh hal2 yang busuk mulu…dah suruh pensiun aja…pecat !!! Masih banyak kok orang yang baik buat mendidik…yang masih tau etika….

Komentar oleh Martin Karnarukma | 14 Januari 2011

Jablay Tea ksian tuh rektor,,mna di sumedang bnyak jurang lgi gimna klu mundur terus bica mti tuh,,

Yanto Mujianto Mujianto Yang jelek-jelek cepat tersiar di IPDN, emang ngk ada yang bagusnya rupanya. Apa IPDN itu Rektornya masih pa Inu Kencana?

Asep Ago Hartono Dasar Wong Bali mah PONDOK LETAH…..

Alik Juhaer Chianakrantau Btul kang, shrusnya dia minta maaf tuh, dia scra tdk lngsung dah menjatuhkan orang snda tuh…

2 thoughts on “Komentar Pembaca Buser Trans Online Tentang IPDN terkait isyu “Urang Sunda Maling”

    Martin Karnarukma said:
    14 Januari 2011 pukul 11:06 PM

    Udah gak jaman kali klo ngomong masih bawa suku , agama , ras (SARA) hari geneeee…
    Bagaimana mau ada mutunya..klo kepala sukunya aja ngasih contoh hal2 yang busuk mulu…dah suruh pensiun aja…pecat !!! Masih banyak kok orang yang baik buat mendidik…yang masih tau etika…

    Suka

    anakbangsa said:
    17 Januari 2011 pukul 3:22 PM

    masyarakat kita skrg udah ngerti mana yang benar dan mana yang salah…secara logika mana mungkin seorang rektor bicara sembarangan???apalagi menyakut SARA…sy yakin tidak benar berita itu. Ini pasti ada orang yang bermain dibalik ini semua, jadi jgn mudah terprovokasi dengan issu via sms karena akan berakibat kerugian bagi kita bersama…bagi yg mancing di air keruh pastilah mendapat untung..tp bagi masyarakat yg hanya ikut2an pastilah tidak mendapatkan apa-apa!!!!ingat…jgn mudah terpengaruh oleh hal-hal yg tidak pasti. Bagi IPDN sendiri hendaknya melakukan konsolidasi kedalam untuk membangun kebersamaan dan kepedulian agar lembaga tsb dapat terus berjalan, karena kehadiran lembaga ipdn juga pasti memberikan manfaat bagi banyak pihak bukan bermanfaat bagi ortang-orang yang tertentu saja. Demo merupakan salah satu cara memberikan / menyalurkan aspirasi..akan tetapi musyawarah dan mufakat dengan kedudukan yang sama akan jadi lebih baik dalam menyelesaikan berbagai persoalan..intinya komunikasi antar sesama akan bermakna dari demo setiap hari tanpa hasil yang pasti..

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s