Giliran Muspida Usut “Urang Sunda Maling”

Posted on Updated on

Ismet Suparmat Mantan Ketua DPRD Kabupaten Sumedang;

“Rektor harus mempertanggungjawabkan, dengan segala resikonya. Kita juga akan mendesak Depdagri agar segera melakukan tindakan, sebelum masyarakat Sunda berontak atas ungkapan rektor IPDN tersebut,”

Kab.Sumedang, Buser Trans Online,.

Buntut menyebarnya pesan singkat yang berisi tuduhan  Rektor IPDN (Institut Pemerintahan Dalam Negeri), H. I Nyoman Sumaryadi yang menyebut ‘orang Sunda adalah maling’, terus mengundang reaksi keras dan kecaman dari berbagai elemen masyarakat.

Setelah hari Kamis kemarin (13/01), Nyoman melakukan serangkaian klaripikasi di depan tokoh masyarakat, Ormas dan yang lainnya, Jum’at (14/01)siang, giliran ia bertemu Kapolres dan Dandim Sumedang Letkol Infantri Agoes Soewanto.

Peretemuan antara rektor IPDN dengan Kapolres Sumedang AKBP. Nurullah dan Dandim Sumedang tersebut, sebagai tindak lanjut dari pertemuan para tokoh masyarakat Sumedang di Padepokan Seni Sanggar Motekar yang mengacam demo besar besaran di kampus IPDN, jalan Sayang Jatinangor.

Pertemuan antara Nyoman dengan Kapolres AKBP Nurullah dan Dandim Sumedang tersebut bersifat tertutup, bahkan belum diketahui apa hasil dari pertemuan mereka. Beberapa pejabat IPDN yang ditemui pun terkesan hati-hati, dan tidak berkomentar mengenai pertemuan itu.

Hanya saja, seusai menghadiri pertemuan dengan para tokoh masyarakat Sumedang di Sanggar Motekar, Nurullah menjelaskan, pertemuannya dengan rektor IPDN adalah untuk mengklarifikasi benar atau tidaknya Nyoman telah mengatakan ‘orang Sunda maling’ di depan karyawan IPDN, ketika dilaksanakan apel pagi pada hari Rabu pagi (12/01).

“Kalau benar rektor IPDN mengatakan seperti yang dituduhkan SMS, saya pun tentu akan tersinggung. Untuk itu diminta atau tidak, polisi akan melakukan penyidikan kebenaran isi SMS yang menghebohkan itu,” tandasnya.

Selain untuk mengklarifikasi pernyatan Rektor, I Nyoman Sumaryadi, menurut Nurullah, dia pun akan menyampaikan keinginan tokoh masyarakat untuk berdialog dengan rektor, dan dari Kementerian Dalam Negeri dari Jakarta. Pertemuan tersebut diusulkan dilaksanakan pada hari Minggu (16/1) di hotel Puri Khatulistiwa Jatinangor.

Nurullah meminta, agar masyarakat Sumedang menjaga keamanan, dan menciptakan suasana kondusif serta tidak terprovokasi oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab dan ingin memanfaatkan untuk kepentingan pribadi.

Pernyataan Rektor Mengiris Hati Warga Jawa Barat

Sementara itu, ketua Apdesi (Asosiasi Perangkat Desa Seluruh Indonesia) Kabupaten Sumedang, Drs. Warson mengatakan, pernyataan rektor IPDN, Nyoman Sumaryadi, telah mengiris hati bukan saja masyarakat Sumedang, tetapi melukai hati warga Jawa Barat.

“Kalau sudah menyangkut nama orang Sunda, itu bukan saja berbicara Jatinangor atau Sumedang, tetapi mencakup warga Jawa Barat,” kata Warson.

Senada dengan pernyataan Warson, mantan anggota DPRD Sumedang, H. Ismet Suparmat mengatakan, rektor IPDN harus mempertanggungjawabkan perkataannya. walaupun tujuanya baik, namun jika diungkapkan secara perbal dan menyentuh etnis, menurut Ismet, tentu akan melahirkan persepsi beragam, termasuk ketersinggungan etnis Sunda.

“Rektor harus mempertanggungjawabkan, dengan segala resikonya. Kita juga akan mendesak Depdagri agar segera melakukan tindakan, sebelum masyarakat Sunda berontak atas ungkapan rektor IPDN tersebut,” tegas Ismet.(Kos/Buser Trans Online)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s