TKI Asal Kabupaten Serang, Dianiaya Majikan

Posted on Updated on

Siti Hawa TKI yang mendaptakan perlakuan kurang baik dari majikan

PJTKI PT. Tritunggal Pratama Harus Bertanggung Jawab

Banten, Buser Trans OnLine

Masih segar diingatan Bangsa Indonesia, kasus yang menimpa tenaga kerja Indonesia (TKI) Sumiati Binti Salan Mustapa.  Seperti diketahui, Sumiati merupakan tenaga kerja Indonesia yang mengalami penyiksaan sang majikan. Berbagai penyiksaan mental dan fisik diterima Sumiati sepanjang masa kerjanya. Bahkan sang majikan tega menggunting bibir Sumiati.

Kini nasib yang sama menimpa dua (2) tenaga kerja Indonesia (TKI) Siti Hawa (20) bin Jasmin dan Sarmanah (20)  bin Sarbini berasal dari Desa Lontar Kecamatan Tirtayasa  Kabupaten Serang provinsi Banten, Indonesia. kedua TKI itu mengalami berbagai penyiksaaan lahir bathin. Hal itu, dipaparkan  kakak kandung (teteh) Siti Hawa, yakni Aminah (28) dan Sariah kakak kandung (teteh, dialek Serang) dari Sarmanah menuturkan bahwa sejak berada di rumah majikan di Hail Riyadh, Arab Saudi, Siti Hawa diberlakukan tidak wajar pihak keluarga majikannya. Penyiksaan itu, disampaikan melalui surat, dan yang paling tragis seminggu ia bekerja, darah Siti diambil layaknya pendonor. dalam satu hari dua kali darahnya diisap majikan sebanyak dua kantong. karena setiap hari darahnya diisap majikan, tubuhnya lemas hingga jatuh pingsan. Jika Siti menolak darahnya diambil, ia dipaksa dan dipukuli dengan cambuk igal dan pukulan dengan benda tumpul. Hal yang senada Sariah juga mencemaskan keberadaan adiknya yang mengalami berbagai penyiksaan. ia menambahkan bahwa untuk melakukan Sholat saja adik saya tidak diperbolehkan kedua kakak itu mengakui bahwa komunikasi dengan adik-adiknya terputus, bahkan kami tidak mengetahui dimana keberadaan mereka berdua saat ini. Untuk itu, kami pihak keluarga Siti Hawa dan Sarmanah berharap kepada Presiden RI, Bapak SBY dapat memulangkan adik kami dari Arab Saudi, ungkap Aminah usai melakukan mediasi dengan BNP3.

Ketua DPC Serikat Buruh Migrant Indonesia (SBMI) Kabupaten Serang, Moch. Pendi membenarkan adanya penganiayaan yang menimpa diri Siti Hawa di Hail dan Sarmanah di Al-Gasim Riyadh dari pihak keluarga. Permasalahan yang sedang dihadapi kedua keluarga TKI itu sedang dalam proses mediasi  yang dilakukan BNP3 bersama  pihak keluarga  dengan  PJTKI PT. Tri Tunggal Pratama. Namun, sangat disesalkan saat mediasi Rabu (12/1) tak seorang pun pihak management PT. Tri Tunggal Pratama menghadiri mediasi itu, alasan pihak PT Tri Tunggal Pratama tidak masuk akal.  Seharusnya perwakilan PT. Tri Tiunggal Pratama harus hadir untuk memberi penjelasan tentang keberadaan Siti Hawa dan Sarmanah kepada pihak keluarga. Pihak Management malah menghindar, kan mereka yang menyalurkan, sudah sepatutnya bertanggung jawab, sebab keberadaan ke-dua TKI tersebut, tidak diketahui keberadaannya hingga saat ini..! Inilah yang membuat  kedua orang tuanya semakin khawatir, apakah anaknya masih hidup atau tidak…? paparnya

Pendi menambahkan keterangan yang disampaikan teteh kedua TKI bahwa adiknya mendapat  perlakuan yang tidak wajar  dengan berbagai penyiksaan. Dan yang paling biadabnya lagi yang dilakukan majikan terhadap ke dua TKI adalah bahwa mereka tidak diperbolehkan melaksanakan  rukun Islam, yaitu; Sholat Lima Waktu. Majikan seperti itu benar-benar melanggar hak asasi yang paling hakiki bagi setiap insan di muka bumi ini. Kalau majikannya sudah tidak takut kepada “Sang Khalik” , maka semakin sadislah penyiksaan yang diterima mereka. Oleh karena itu, SBMI akan terus mengawal sampai tuntas permasalahan yang sedang dihadapi pihak keluarga TKI. Yangmana mereka menginginkan ke-dua anaknya sebagai TKI di Riyadh Arab Saudi itu dapat segera pulang ke Tanah Air, pungkasnya.

Permasalahan yang dihadapi Siti Hawa dan Sarmanah di Riyadh, Arab Saudi sudah ditembuskan kepada Departemen Luar Negeri (Deplu) dan KBRI dan PT. Tri Tunggal Pratama dilengkapi alat bukti yang kuat.Namun, sampai saat ini belum mendapat balasan ataupun pejelasan dari pihak-pihak terkait. Khususnya PT. Tri Tunggal Pratama bila tidak mau bertanggungjawab, maka akan kita laporkan kepada penegak hukum. Dan secepatnya kita akan membawa persoalan ini kepada Presiden, seperti harapan dari pada orang tua kedua TKI, tandasnya. (bin/Buser Trans OnLine)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s