Ratusan Massa Demo Ke IPDN Sulit Dicegah

Posted on Updated on

Warga merangsek mengepung kampus IPDN walaupun ada upaya penghadangan dari pihak kepolisian warga sulit di cegah

Kab. Sumedang, Buser Trans Online,.

Reaksi dari pernyataan rektor IPDN (Institut Pemerintahan DalamNegeri), I Nyoman Sumaryadi yang mendeskreditkan orang Sunda, ribuan massa kepung kampus IPDN, Minggu (16/1).

Dari pantauan Buser Trans Online di lapangan, sejak pukul 15.00 terjadi konsentrasi kumpulan massa, seperti di Sabusu (Saung Budaya Sunda), gerbang utama kampus IPDN, dan di ruas jalan raya Jatinangor.

Massa tersebut berasal dari masyarakat yang berada di 12 desa Kecamatan Jatinangor, serta elemen masyarakat Sumedang. Meski sebenarnya Kapolres Sumedang, AKBP. Nurulloh telah berusaha menggagalkan aksi pengerahan massa tersebut, dengan menemui kelompok massa yang ada di Sabusu, namun rupanya tidak membuahkan hasil.

Seusai berdialog dengan Kapolres, massa di Sabusu tersebut sempat membubarkan diri, namun karena terpicu kembali oleh kerumunan massa yang ada di tempat lain, akhirnya mereka bergabung, dan terkonsentrasi massa di depan gerbang utama.

Berbagaimacam bentuk ungkapan yang dilakukan massa, sebagai kecaman atas pernyataan nyoman ‘menghina orang Sunda’ pada saat apel, hari Rabu lalu (13/1). Selain berteriak meminta Nyoman mundur dari jabatannya, serta membentangkan spanduk, massa pun mengelar kesenian dogdog (gendang).

Ketika dimintai keterangannya Kapolres mengatakan, dia sangat menghormati hak masyarakat untuk menyampaikan aspirasinya, dengan berunjuk rasa, namun tetap harus mematuhi peraturan yang berlaku. Menurut dia, untuk menggelar aksi unjuk rasa harus menyampaikan pemberitahuan minimal 3 x 24 jam sebelum dilaksanakan.

“Kita sangat menghormati dan tidak melarang keinginan masyarakat untuk berunjuk rasa, tapi aturan juga harus diikuti. Apalagi dalam upaya menyelesaian masalah IPDN dengan masyarakat ini, telah disepakati akan ada upaya pertemuan dengan menghadirkan dari Kementerian Dalam Negeri,” jelasnya.

Menurut Nurulloh, bersyukur pihaknya telah bisa mempasilitasi pertemuan yang digelar di Hotel Puri Khatulistiwa Jatinangor, dan berhasil meminta pejabat setingkat Sekjen untuk menghadirinya. Diharapkan dalam pertemuan tersebut, lanjut Nurulloh, terjalin kesepakatan hingga masalah yang terjadi menemui jalan penyelesaian.(Kos/Buser Trans Online)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s