Kunjungi Jatinangor, Raja Dari Keturunan Selacawu Tasikmalaya

Posted on Updated on

 

Rohidin (31) Raja dari Keturunan ke 8 Sultan Selacawu Tasikmalaya

Kab. Sumedang, Buser Trans Online,.

Mengaku sebagai keturunan ke 8 dari Sultan Selacawu Tasikmalaya, Rohidin (31) anak pasangan Iyam Maryam (50) dan Saepuloh (58) yang tinggal di Kp. Negara Tengah Rt 01/07 Ds. Cibungur Kecamatan Parung Ponteng Kab. Tasikmalaya, secara mendadak mengadakan pertemuan dengan beberapa ahli sejarah serta sejumlah wartawan yang bertempat di Saung Budaya Sunda (Sabusu) Jatinangor Sumedang, senin (17/01).

Rohidin semenjak kecil tinggal dengan kakenya, selama dia tinggal selalu diberi ilmu pengetahuan selain kewajibanya menekuni Agamanya Islam juga diberikan ilmu pengetahuan tentang sejarah kerajaan kesundaan terutama kerajaan Selacawu Tasikmalaya. Gelar Sultan (Raja) diberikanya dari kakenya yang artinya sultan adalah seorang Raja jadi semenjak kecil dirinya memang mewarisi jabatan tersebut.

Dalam pengakuanya Rohidin tidak pernah mengenyam pendidikan pormal, ilmu yang di dapat hanya pendidikan non pormal dari kakenya saja, namun dirinya berkeinginan kuat mengangkat kembali sejarah yang ada di tatar sunda sebab dirinya merasa bertanggungjawab terhadap sejarah itu sendiri. “Jangankan bahasa sunda tulisan saja sudah ikut ke barat, tulisan itu kan tulisan latin, jadi itu sebenarnya tulisan barat bukan sunda”ungkapnya.

Disayangkan Rohidin, sebagian orang yang peduli terhadap sunda sangat sedikit juga kepedulianya terhadap sejarah sunda itu sendirri, “mari kita sosialisasikan seni budaya dan sejarah, jangan sampai punah”pungkasnya.

Sejarah tersebut akan punah dengan sendirinya jika penerusnya tidak mempertahankanya dan mau peduli terhadap sejarah itu sendiri. (Kos/Buser Trans Online)

Iklan

3 thoughts on “Kunjungi Jatinangor, Raja Dari Keturunan Selacawu Tasikmalaya

    Ajat Sudrajat said:
    9 Maret 2014 pukul 3:26 PM

    asalamualaikum wbr,, sampurasun punten kang abdi ngiring nimrung…leres pisan hayu sasarengan urang ngalestarikeun budaya sunda titinggal karuhun urang teu ku de kusaha deui ath…

    Suka

    Ajat Sudrajat said:
    9 Maret 2014 pukul 3:28 PM

    maksadna teu ku urang bade ku saha deui

    Suka

    Ajat Sudrajat said:
    9 Maret 2014 pukul 3:33 PM

    sanes waktos pami sultan teu ka abotan abdi hoyong silaturahmi ka tempat kang sultan … hoyong terang bae sajarah pasundaan…mung nya kitu abdi teh sanes sasaha sanes jalmi penting… ngan nyaah abdi teh ka budaya sunda

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s