Rektor IPDN Minta Maaf Kepada Suku Sunda

Posted on Updated on

 

Terlihat Rektor IPDN I Nyoman Sumaryadi bertemu dengan warga masyarakat Jatinangor yang dipasilitasi Muspida Sumedang, akhirnya nyoman minta maaf bila ada kesalahan dalam pengucapan saat apel pagi, Rabu, (13/01) berlangsung di Hotel Puri Khatulistiwa Jl. Raya Jatinangor, Minggu (16/01)

Kab. Sumedang, Buser Trans Online

Minggu (16/1) Rektor Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) I Nyoman Sumaryadi, bertempat di Hotel Katulistiwa  Jatinangor, Sumedang, dihadapan warga suku sunda, dihadiri Kapolres dan Kementrian Dalam Negeri.

“Saya mohon dimaafkan sebesar-besarnya sebagai manusia. Saya tidak benci orang Sunda. Saya tidak pernah katakan “Orang Sunda Maling”,” ujarnya.

Bantahan dan permohonan maaf itu merupakan jawaban Nyoman atas tuntutan warga terkait beredarnya pesan pendek berisi pesan “Apakah Semua Orang Sunda Maling?”. Dilaporkan sebelumnya warga Jatinangor menuntutnya meminta maaf melalui media massa dan mundur dari jabatan sebagai Rektor IPDN.

Ia menjelaskan, pidatonya saat memberikan pembinaan terhadap 160 tenaga pengamanan dalam kampus IPDN asal Sumedang dan Bandung, termasuk Jatinangor dan Cileunyi, telah disalahartikan dan kemudian disebarkan melalui pesan pendek.

Padahal, menurut Nyoman, pidato pembinaan tersebut hanya berisi evaluasi pengamanan kampus hingga akhir tahun 2010 dan proyeksi 2011. “Kondisi 2010 dan sebelumnya banyak aset negara (di kampus IPDN) yang tak bisa kita amankan alias hilang,” ujarnya.

Dirinya meminta petugas pengamanan meningkatkan kinerja dalam mengawasi aset IPDN Jatinangor agar mulai tahun ini kondisi serupa tak terulang. “Saya ingatkan (kepada petugas Pamdal) supaya (mulai tahun) 2011 tak begitu lagi,” katanya. Dia menambahkan, “Saya ingatkan budaya Sunda itu halus dan ewuh pakewuh, tapi jangan sampai ada malingpun saudara (petugas) tidak berani menegur. Tolong ini aset negara. Kalau saudara-saudara tidak menegor maling, apalagi ikut maling kapan kita bisa baik,” ujarnya. “Demi Allah itu yang saya sebutkan”.ucapnya lagi.

Nyoman pun menilai tudingan bahwa dia membenci orang Sunda tak masuk akal. “Saya sejak lama dekat dengan Sunda, bagaimana saya bisa benci Sunda? Menantu dan besan saya orang Sunda, pengelola Pesantren Al Jawami (Cileunyi),” ujarnya.

Terkait pesan pendek yang tersebar dan menyudutkan dirinya berjanji tidak akan mengusut siapa penyebar pertamanya.  Adapun terkait permintaan mundur dari jabatan Rektor, Nyoman tidak menjawab sendiri. Ia menyerahkannya kepada Sekretaris Jenderal Kementerian Dalam Negeri Diah Anggraeni.

Kepada forum, Diah menjelaskan, untuk memilih Rektor IPDN tidak mudah karena harus calonnya harus menempuh tes oleh Badan Intelijen Negara, dan diajukan ke Presiden untuk ditetapkan dengan Keputusan Presiden.

Selain itu, ia melanjutkan, pemilihan Rektor IPDN merupakan kewenangan penuh Menteri Dalam Negeri. Hal ini diatur pasal 13 Undang-Undang tentang Sistem Pendidikan Nasional bahwa perguruan tinggi kedinasan diatur oleh Menteri yang bersangkutan. “Jadi mohon soal pejabat dan pengunduran diri Rektor IPDN, diserahkan kepada kami (Kementerian Dalam Negeri),” ujar Diah.

Atas bantahan dan permohonan pihak IPDN, salah satu warga penuntut, Arif Saefulloh, mengaku, dia bisa menerima. “Karena dia memohon dan bersumpah sesuai nilai-nilai Islam, ya bisa saya terima. Selebihnya Allah-lah yang menentukan,” ujarnya.

Sementara itu Kepala Polres Sumedang AKBP Nurulloh tampak enggan menanggapi pertanyaan wartawan ihwal kemungkinan mengusut pelaku pertama penyebaran pesan pendek anti Rektor IPDN. “Ya seperti dikatakan Bapak Rektor (IPDN) tadi. Soal itu (penyebaran pesan pendek) masih dalam penyelidikan kami,” katanya. (Red/Buser Trans/Tempo Interaktif)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s