Kalah Gugatan, SMPN 2 Pleret Terancam Dibongkar

Posted on

BANTUL- Buser Trans Online

Proses belajar mengajar di sekolah SMP Negeri 2 Pleret Bantul terancam terganggu. Pihak sekolah terancam harus memindahkan lokasi belajar mengajar siswa. Kondisi ini terjadi menyusul gugatan di PTUN yang dimenangkan oleh warga setempat bernama Mangun Pawiro alias Kasirom dkk, yang mengklaim tanah ribuan meter tempat berdirinya bangunan sekolah adalah milik mereka.

Kemenangan penggugat ini semakin terlegitimasi oleh hasil akhir peninjauan kembali (PK) atas sengketan yang telah diajukan tergugat yakni pengelola SMP Negeri 2 Pleret Bantul oleh Mahkamah Agung (MA) ditolak.

Tanda-tanda bangunan sekolah SMP Negeri 2 Bantul dalam waktu dekat bakal terbongkar terungkap dalam surat yang dikirimkan kuasa hukum pemohon eksekusi, Joko Pitono SH kepada Ketua PN Bantul. Dalam surat tertanggal 5 Januari 2011 tersebut, kuasa hukum pemohon meminta kepada PN Bantul untuk segera mengosongkan sekolahan tersebut.

“Sebagai pencari keadilan yakni melakukan eksekusi pengosongan dan pembongkaran terhadap bangunan SMP Negeri 2 Pleret yang berada dan berdiri diatas tanah obyek sengketa dan atas tanah obyek sengketa lainnya untuk selanjutnya menyerahkan kepada klien kami dalam keadaan kosong serta bebas dari beban-beban apapun sesuai dengan amar putusan perkara termaksud,” kata Joko Pitono dalam surat yang dikirimkan kepada Ketua PN Bantul.

Bukan hanya ke PN Bantul saja, surat ini juga ditembuskan kepada Ketua Mahkamah Agung (MA), Bupati Bantul, Ketua DPRD Bantul, Komisi A DPRD Bantul, Komisi B DPRD Bantul, Komisi C DPRD Bantul, Komisi D DPRD Bantul dan pertinggal.

Humas PN Bantul, Sukusno Aji mengakui pihaknya telah menerima surat permohonan eksekusi atas sengketan tanah SMP Negeri 2 Pleret. Namun demikian pihaknya belum bisa melaksanakan permohonan tersebut karena masiha ada proses mediasi antara penggugat dengan tergugat, dalam hal ini pengelola SMP Negeri 2 Pleret dan Pemkab Bantul.“Kita masih menunggu mediasi diantara penggugat dan tergugat,” ata Sukusno Aji, kemarin.

Tak mau kecolongan, dewan Kabupaten Bantul langsung ancang-ancang memangggil para pihak yang bersengketa. Komisi A DPRD Bantul rencananya akan mengunjungi SMP Negeri Bantul tersebut. Salah seorang anggota Komisi A DPRD Bantul, Maslakah meminta kepada pihak penggugat supaya menahan diri dan tidak terburu-buru langsung membongkar bangunan sekolah.

Menurut Maslakah, masih ada jalan lain untuk menyelesaikan persoalan sengketa tanah, tanpa harus mengorbankan para siswa yang sedang menempuh studi di sekolah tersebut. “Mari kita carikan solusi terbaik untuk menyelesaikan masalah ini. Jangan sampai para siswa yang akan menempuh ujian akhir merasa terganggu karena resah sekolahnya akan dibongkar,” terang Maslakah.

Solusi apa yang tepat? Maslakah menjelaskan salah satu solusi untuk menyelesaikan persoalan itu seperti membayar ganti rugi atas tanah sengketa dengan nilai tertentu. Karena pihak tergugat merupakan lembaga pendidikan, maka ia menyarankan kepada penggugat supaya tidak mematok harga yang terlalu tinggi. “Kalau tidak, solusi lain ialah tukar guling. Yang penting, jangan sampai bangunan sekolah itu dibongkar, kasihan anak-anak yang sementara lagi mau ujian,” pinta politisi PPP ini. Cholis Buser Trans Online

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s