KARAK Tuding Dinsos Banten Bajak Bantuan Komputer dan KUBE

Posted on Updated on

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

Banten, Buser Trans OnLine

7 (Tujuh) elemen lembaga swadaya masyarakat (LSM) dibawah garis komando Koalisi Rakyat Anti Korupsi (Karak) Banten dengan ratusan massa menggelar aksi unjuk rasa di Kantor Dinas Sosial (Dinsos) Banten, Kamis (20/1).

Koordinator Lapangan (Koorlap) Haerudin, Ketua Umum LSM Ombak, Popi, Barak, Erwin dan Sekjen Gempur, Hamim melontarkan orasinya dengan berbagai hujatan. Karak menuding Dinsos Banten tanpa aling-aling menghianati 2,9 juta masyarakat Banten. Masa Karak mencoba menerobos masuk, namun mendapat pengawalan ketat dari pihak Kepolisian dan Satpol PP akibatnya terjadi aksi dorong. Tidak cukup sampai disitu, massa pengunjuk rasa pun melakukan aksi blokir jalan sehingga  mendapat perhatian dari masyarakat.  Ironisnya, dalam aksi itu tak satupun pejabat Dinsos Banten yang berkena menerima perwakilan masa pengunjuk rasa untuk melakukan audiensi, hingga massa Karak membubarkan diri.

Dalam kesempatan itu,  saat dikonfirmasi Buser Trans OnLine, Haerudin dengan tegas mengatakan bawah Karak akan turun dengan massa yang lebih banyak lagi. Karena kami menilai, sejak kebangkitan ranah Banten menjadi provinsi, bayangan kelam  mengiringi perjalanan pembangunan di provinsi Banten. Modus operandi dengan pola kejahatan sistimatik yang diperagakan

Dinas Sosial (Dinsos) yang menjadi Desisen maker untuk meningkatkan taraf  hidup dan kesejahteraan masyarakat miskin di Banten salah satu contoh betapa buruknya kinerja oknum pejabat Dinsos. Hal itu, dapat dinyatakan dalam beberapa kegiatan bantuan yang disalurkan kepada masyarakat ternyata dijadikan para oknum pejabat satuan kerja perangkat dinas (SKPD), Sosial Banten sebagai ladang bajakan untuk memperkaya diri sendiri, tegasKoorlap Haerudin selaku Ketua Umum LSM Gerakan Muda (Garda) Banten.

Sekjen LSM Gempur, Hamim menegaskan bahwa dalam kebijakan pemerintah Gubernur Banten, telah terjadi sederet tingkah pola monopoli korupsi yang mengarah pada tindakan abuse of power menjadi alasan mereka dalam merampok dan menggerogoti duit fakir miskin dan yatim piatu, serta jenis bantuan sosial lannya yang diduga dipolitisir  untuk kepentingan-kepentingan politik individu keluarga serta golongannya. Hal seperti itu, dibeberapa SKPD sering ditemukan dugaan penyimpangan terhadap suatu kegiatan, tegasnya

Ia manambahkan bila melihat   in put anggaran baik dari APBD maupun APBN yang sangat besar mengalir pada Dinsos Banten dengan out put bantuan yang tidak jelas. Cukup memprihatinkan, dimana beberapa bantuan yang diduga berimplikasi pada kepentingan politik sang penguasa, salah satu diantaranya bantuan komputer sumber dana APBN senilai 300 juta rupiah untuk karang taruna 2 Kabupaten dan 1 kota, yakni Kabupaten Tangerang, Serang dan Kota Cilegon masing-masing karang taruna menerima 10 unit yang seharusnya pada bulan juni 2010 sudah didistribusikan. Namun, bantuan komputer tersebut, hingga sampai saat ini belum diterima Karang Taruna. Ironisnya lagi, bantuan kelompok usaha bersama fakir miskin (KUBE-FM) yang dibiayai APBN 2010 ± Rp.1.900.000.000,- diduga telah terjadi pemotongan. Sample kasus di Desa Ciamis Kecamatan Panimbang Kab. Pandeglang, berdasarkan hasil investigasi kami dilapangan ditemukan bantuan dana Kube  tersebut dibajak oknum pejabat Dinsos dengan bervariasi, mulai dari rp.500.000 sampai 5 juta rupiah per kelompok, pungkasnya.

Kepala Bidang (Kabid) Potensi pada Dinas Sosial Banten, Edy kepada wartawan, Edy mengatakan bahwa bantuan komputer sebanyak 20 unit untuk Karang Taruna sudah kami serahkan kepada Karang Taruna Provinsi Banten. Pihaknya akan mendorong Karang Taruna Provinsi Banten untuk segera menyalurkan bantuan Komputer tersebut kepada Karang Taruna tingkat Kelurahan/Desa, paling lambat awal Pebruari ini sudah diterima, katanya. Disinggung anggaran yang disediakan pemerintah sebesar 300 juta  untuk belanja komputer, Edy membantah bahwa anggaran tidak sebesar itu, tapi hanya 80 juta rupiah. Dan speknya yang pentium 4 (empat) kalau merknya saya kurang paham, silakan rekan wartawan bertanya kepada Karang Taruna Provinsi Banten, paparnya (bin/Buser Trans OnLine).

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s