PT. Tritunggal Nuansa Pritama Bungkam, Nasib Siti Hawa Tidak Jelas.

Posted on Updated on

“Kasus TKI Siti Hawa ”

Banten, Buser Trans OnLine

Keberadaan Tenaga Kerja Indonesia (TKI) Siti Hawa bin Sarbini asal Desa Lontar Kecamatan Tirtayasa Kabupaten Serang, semakin tidak jelas dimana rimbanya. Sampai ini,  komunikasi dengan adik kami, Siti yang menjadi TKI di Hail, Riyadh Arab dengan pihak keluarga  terputus Dan sebaliknya, keluarga juga tidak dapat menghubungi Siti.  Tegas Kakak Ipar Siti, Uzer melalui telepon selulernya kepada Buser Trans OnLine, Senin (17/01) baru-baru ini.

Lebih jauh Uzer menuturkan, bahwa untuk mengetahui dimana keberadaan adiknya, pihak keluarga telah melakukan berbagai upaya. Dan upaya yang kami lakukan salalu gagal. Hal itu dapat dirasakan pihak keluarga saat mendatangi PJTKI PT. Tritunggal Nuansa Pritama yang berlokasi di belakang terminal Rambutan Jakarta Timur, Senin (17/1) itu sangat mengecewakan pihak keluarga. Pasalnya, Mijan mewakili Direktur PT. Tritunggal Nuansa Pritama melakukan kontak ke Agency (Kantor Perwakilan) di Riyadh, Arab Saudi. Saat itu saya minta agar pihak agency  melakukan kontak dengan adik kami, karena keluarga menginginkan untuk bicara dengan adik kami Siti, tapi Mijan tidak mengabulkan permintaan pihak keluarga. Dia beralasan harus izin Direktur Holik, kenapa mau bicara dengan adik kami harus izin dulu, “ada apa dibalik semua ini..?” dengan gelagat itu, jelas ada yang ditutupi management PT. Tritunggal Nuansa Pritama selaku penyalur, tentunya  telah menyalahi aturan yang ada, tuturnya.

Ketika wartawan Buser Trans Online mencoba menghubungi Direktur Tritunggal Nuansa Pritama, Holik melalui telepon selularnya tidak aktif, beda halnya dengan Mijan, Nomor kontaknya masuk namun tidak ada respon, begitu juga SMS yang dilayangkan kepada pihak management tidak ada balasan hingga berita ini diturunkan. Kesan ini menguatkan pihak management PT. Tritunggal Nuansa Pritama tidak mengindahkan alias cuek terhadap UU No.14 Tahun 2009 Tentang Keterbukaan Informasi Publik (KIP).

Ketua DPC Serikat Buruh Migrant Indonesia (SBMI) Serang, Moch Pendi membenarkan Pihak management PT. Tritunggal Nuansa Pritama tidak transfaran dalam menangani masalah yang dihadapi pihak keluarga besar TKI Siti Hawa. Saya dan pihak keluarga baru pulang dari PJTKI PT. Tritunggal Nuansa Pritama. Setiba disana, kami disambut Mijan. Mijan sendiri dalam struktur PT. Tritunggal Nuansa Pritama adalah sebagai orang yang manangani permasalahan TKI. Namun, Mijan belum dapat memberikan penjelasan terhadap pihak keluarga dimana Siti Hawa berada saat ini. Bahkan untuk minta komunikasi  dengan Siti saja tidak diperkenankan dengan alasan yang tidak masuk akal, pungkasnya

Pendi menambahkan penderitaan dengan berbagai penyiksaan yang dihadapi Siti Hawa di Riyadh Arab Saudi sudah melalui tahapan dilakukan oleh pihak keluarga, mediasi melalui Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI), pihak management tidak bersedia hadir. Begitu juga saat keluarga menghadap pihak Management, tidak ada keterangan yang pasti diterima pihak keluarga. Tidak adanya keterbukaan dari pihak management PT. Tritunggal Nuansa Pritama menyalahi UU KIP dan melanggar UU No.39 Tahun 2004 Tentang Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (TKI) dan UU No.39 Tahun 199 tentang Hak Azasi Manusia. Setiap warga negara maupun Lembaga yang dibentuk dengan Undang-undang harus tunduk terhadap UU, tidak ada yang kebal hukum di tanah air, mungkin saja PJTKI PT. Tritunggal Nuansa Pritama kebal hukum sehingga Undang-undang yang berlaku itu dicuekin. SBMI meminta kepada pemerintah serta penegak hukum untuk segera mengusut pihak PJTK PT. Tritunggal Nuansa Pritama agar kasus TKI Siti Hawa dapat diungkap,  dan Siti Hawa dipulangkan dengan hak-haknya diberikan, untuk dapat berkumpul kembali ketengah-tengah keluarga yang saat ini dikecam kekhawatiran, tegasnya

Sementara itu, Sponsor atau Penyuluh (PL) H. Satiyam saat dikonfirmasi melalui telepon selularnya, Satiyam mengakui bahwa dirinya bertemu dengan pihak keluarga Siti Hawa saat melaporkan persoalan kepada pihak penyalur PT. Tritunggal Nuansa Pritama. Dan pihak penyalur sendiri sedang menangani masalah itu. Bukan tidak mau dihubungi, tapi pihak penyalur kesulitan mendapatkan nomor kontak Siti Hawa, ungkapnya

Kepala Desa (Kades) Lontar, H. Sukemi saat dikonfirmasi dikedemiannya, Sukemi membenarkan bahwa Siti Hawa adalah satu warganya yang menjadi TKI ke Arab Saudi. Informasi yang saya dapat dari pihak keluarga bahwa Siti Hawa mendapat permasalahan, menurut keterangan dari pihak keluarga bahwa Siti Hawa menerima perlakuan tidak wajar dari Majikannya di Arab. Sponsor/PL nya juga warga saya dari Kp Brambang.  Memang keberangkatan Siti Hawa ke Arab Saudi sebelum saya menjadi kepala Desa. Dengan adanya permasalahan-permasalahan yang mencuat terhadap TKI, di Kantor Desa saya telah buat administrasi  Calon Tenaga Kerja yang mau berangkat ke luar negeri dan data sponsor. Sewaktu-waktu ada masalah terhadap TKI maka kita tinggal mamanggil sponsor atau PL. Terhadap kasus yang dihadapi Siti Hawa, kita berharap sponsor dan pihak PJTKI dapat merespon keluhan pihak keluarga dan segera memulangkan  Siti Hawa dengan selamat ke tanah air untuk   berkumpul kembali ketengah-tengah keluarganya, tandasnya(bin/Buser Trans OnLine)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s