Terkait Sampah, KPSJ Ontrog IPDN

Posted on Updated on

Karo III IPDN Soedjito (kedua dari kanan) saat menemui warga yang tergabung KPSJ di tempat pembuangan sampah milik IPDN di Kp. Seke Angkrih Kecamatan Jatinangor Kabupaten Sumedang

Kab. Sumedang, Buser Trans Online,.

Komunitas Peduli Sampah Jatinangor (KPSJ), Selasa (25/01) mendatangi tempat pembuangan sampah akhir (TPA) Institut Pemerintahan Dalam Negri (IPDN). Anggota KPSJ yang berjumlah sekitar 20 orang tersebut sempat protes karena merasa geram dengan larangan yang dilakukan oleh salah seorang petugas pengamanan dalam IPDN, saat mereka akan membuang sampah.

Menurut Ketua KPSJ, M Zaenal E Mutaqin, permasalah berawal pada saat mobil bak pengankut sampah akan membuang sampah di TPA IPDN, Senin (24/01) tiba-tiba petugas KPJS didatangi salah seorang anggota Pamdal bernama Sumardi, dan langsung memaki-maki petugas KPJS.

Zaenal menyebutkan, pembuangan sampah di lahan TPA IPDN sifatnya sementara sebelum TPA Legok Nangka di daerah Nagreg Kab. Bandung resmi sebagai pembuangan sampah. Dia menyebutkan, untuk pembuangan sementara tersebut sebelumnya sudah dikomunikasikan dengan pihak IPDN. Sehingga sejak beberapa bulan lalu KPJS terbiasa membuang sampah kesana.

Namun entah kenapa, lanjutnya hari ini ada pelarangan dari pihak IPDN, padahal KPJS selama ini mengambil sampah dari warga Jatinangor dengan tujuan menjaga Jatinangor agar tetap bersih. “Saya kurang terima dengan penyampaian larangan oleh salah seorang petugas dari IPDN, kalau memang ini dilarang kenapa tidak dari dulu, ko baru sekarang-sekarang ada larangan,” tuturnya.

Tidak terima dengan makian tersebut, anggota KPJS lainnya kembali mendatangi TPA yang berada di Kampung Seke Angkrih. Saat diperjalanan menuju TPA, rombongan KPJS dihadang dua orang petugas Pamdal dan terlihat melakukan negosiasi. Tidak lama kemudian rombongan pangdal lainnya mendatangi tempat negosiasi berlangsung.

Kondisi pertemuan pun terlihat mulai memanas, namun hal tersebut tidak berlangsung lama ketika Kepala Biro III IPDN Soedjito bersama Muspika Jatinangor mendangi tempat massa berkumpul. Setelah melakukan obrolan kedua rombongan tersebut pun mendatangi TPA IPDN. Soejoto menyebutkan, per tanggal 1 Januari 2011 sudah ada surat edaran tidak boleh membuang sampah di lingkungan tersebut.

Karena hal tersebut, ditakutkan menggangu mata air yang tidak lama lagi akan dibuat oleh pihak IPDN. “Kita akan Buat PAM disini jadi Rektor khawatir air akan terkontaminasi,”tuturnya. Saat dimintai kelonggran oleh pihak KPJS, Soedjito menyebutkan dirinya tidak bisa menjawab hal tersebut karena tanah yang dijadikan TPA merupakan milik pemerintah dan harus ada koordinasi terlebih dahulu.

Namun hingga tiga jam lebih melakukan diskusi di TPA IPDN, pihak KPJS maupun IPDN belum menemui kata sepakat. Massa KPJS pun dengan sendirinya bersama rombongan IPDN yang berjumlah sekitar 50 orang meninggalkan lokasi TPA. (Kos/Buser Trans Online)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s