Kapok, PT KA Ogah Angkut Suporter Bonek

Posted on

YOGYA – Buser Trans Online

PT KA ternyata kapok juga mengangkut suporter sepak bola. Pasalnya, sudah tak terhitung kerugian akibat kerusakan yang ditimbulkan ulah nekad para bonek sepak bola. Dan puncaknya adalah saat terjadi perusakan KA Gaya Baru Malam di wilayah Daerah Operasional (Daop) 6 Yogyakarta, tepatnya di jalur antara Solo–Palur (Karanganyar) Selasa dini hari lalu.

KA kelas ekonomi jurusan Surabaya–Jakarta itu dilempar suporter sepak bola dengan bom molotov yang menyebabkan empat tempat duduk terbakar. Kepala Humas Daop 6 Yogyakarta Eko Budiyanto mengaku telah menerima instruksi langsung jajaran direksi PT KA yang intinya agar tidak lagi melayani penumpang suporter sepak bola.

“Mulai saat ini (kemarin),kita sudah tidak sudi lagi mengangkut suporter sepak bola. Sudah banyak kerusakan yang ditimbulkannya, mengangkut mereka (suporter sepak bola) adalah merugi besar,” tandasnya kemarin.

Selasa (25/1) dini hari lalu, memang terjadi perbuatan pelemparan KA Gaya Baru Malam yang sudah di luar batas kewajaran. Warga yang kemungkinan besar suporter sepak bola melempari KA yang sedang melintas di jalur antara Solo–Palur.Mereka melakukan itu karena menduga banyak penumpang dari kalangan Bonek (suporter Persebaya) naik KA tersebut. “Mungkin mereka dendam terhadap bonek,”katanya.

Sasaran pelemparan itu sebenarnya suporter Persebaya1927 yang diperkirakan naik kereta dari Tangerang.Warga terkonsentrasi di sekitar Stasiun Solojebres dan Purwosari. Aksi pelemparan itu menyebabkan lebih dari 200 kaca KA Gaya Baru Malam pecah. Selain itu, masinis Kristianto dan empat penumpang menjadi korban luka-luka dan harus mendapatkan perawatan medis.

“Yang sudah tidak bisa ditoleransi lagi adalah pelemparan dengan menggunakan bom molotov. Empat duduk kereta terbakar. Ini sudah di luar batas.Ini sudah kriminal, ”tandasnya. Selain KA Gaya Baru Malam, pada saat bersamaan,KA Progo jurusan Solo–Jakarta juga mengalami aksi pelemparan batu di sekitar Stasiun Pasar Senen Jakarta.

Namun, kerusakan tidak separah yang dialami KA Gaya Baru Malam. Pelemparan KA Progo ini diduga kuat dendam suporter sepak bola. Saat ini pihaknya masih menghitung jumlah kerugiannya. Satu kaca KA kelas ekonomi maupun kaca lokomotif Rp300.000, kaca kelas eksekutif Rp950.000 dan kaca kereta makan Rp255.000. “Akibat pelemparan KA itu (Gaya Baru Malam), jumlah kaca yang pecah lebih dari 200 lembar kaca,”ungkapnya.

Widodo, 30, pengguna jasa KA, meminta agar PT KA menambah personel pengamanan untuk KA kelas ekonomi. Jika personel diharapkan banyak, aksi anarkisme di atas KA maupun aksi tidak bertanggung jawab oleh warga saat KA melintas bisa diminimalisasi. “Ini karena minimnya personel pengaman di atas kereta,”ungkapnya. Cholis Buser Trans Online

Benahi Terminal Giwangan Butuh 1 M lebih

YOGYA — Rencana Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta untuk melakukan penataan kembali Terminal Penumpang Yogyakarta (TPY) Giwangan bakal terlaksana tahun ini. Menyusul persetujuan Dana APBD yang telah ditetapkan guna membiayai penataan tersebut sebesar Rp1,1 miliar.

Ketua Komisi C DPRD Kota Yogyakarta Zuhrif Hudaya mengatakan, penataan yang rencananya akan dilakukan oleh Pemkot Yogyakarta tahun ini berkaitan dengan pemindahan segala aktivitas yang selama ini ada di lantai dua gedung terminal ke lantai satu.

“Rencananya, semua aktivitas ekonomi seperti pertokoan, agen bus, ruang tunggu, hingga kantor yang sebelumnya berada di atas akan dipindah ke bawah. Nanti ruangan di lantai dua akan kosong,” ujarnya kepada wartawan kemarin Zuhrif menuturkan, penataan TPY Giwangan tersebut termasuk membangun kios-kios yang rencananya akan ditempatkan di pinggir-pinggir parkiran bus dan jalan keluar dari terminal.

Sedang ruang tunggu para penumpang akan ditempatkan dekat dengan jalur kedatangan bus. “Dengan anggaran yang telah ditetapkan sebesar Rp1,1 miliar, paling tidak dapat membangun sekitar 150 kios dengan ukuran 3×2 meter. Ukuran tersebut dirasa cukup untuk dijadikan tempat para pedagang,”paparnya.

Jika perencanaan penataan lantai satu selesai, pemanfaatan lantai dua gedung dapat dipikirkan. Zuhrif mengusulkan agar nantinya lantai dua dapat dibuat sebagai tempat pertemuan atau meeting yang bisa disewa oleh masyarakat. Usulan tersebut dinilai masuk akal dengan melihat kebutuhan akan ruang meeting di Yogyakarta yang cukup tinggi.

Zuhrif berharap, Maret mendatang penataan telah dimulai sehingga pada pertengahan tahun nanti uji coba dengan penataan yang baru dapat dilakukan. Oleh karena itu,pihaknya meminta agar Pemkot Yogyakarta menyusun detail engineering design (DED) TPY Giwangan dapat dibuat dengan cermat.“Pertimbangan penataan ini agar aktivitas yang ada di terminal lebih mudah.

Sebelumnya aktivitas cukup susah dengan penempatan di lantai dua. Dengan begini, penataan dapat disesuaikan dengan karakter dan sosiologis terminal,”ungkapnya. Sementara itu,Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) TPY Giwangan Immanudin Aziz menuturkan, hingga saat ini pihaknya masih belum melakukan proses sosialisasi terhadap rencana penataan TPY Giwangan. Sosialisasi baru akan dilakukan setelah DED selesai dibuat. Cholis Buser Trans Online

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s