Ngeyel, Bupati Bantul Digugat ke PTUN

Posted on

Soal Kontoversi Rasunawa Tambak

BANTUL – Buser Trans Online

Perseteruan Pemkab Bantul dengan warganya sendiri, yakni warga Dusun Tambak, Ngestiharjo, Kasihan Bantul, tampaknya semakin memanas saja. Menyusul  sejumlah warga yang menamankan dirinya warga Sumberan-Tambak (Suntak) menggugat Pemkab Bantul lewat pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN).

Selain menggugat Bupati Bantul Sri Suryawidati, kliennya bahkan juga menggugat Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono (HB) X. Dalam berkas gugatan setebal 20 halaman kemarin didaftarkan ke PTUN DIY dan diterima oleh panitera Didik Sunardi itu, kuasa hukum warga Teguh Samudra.

Usai menyerahkan berkas,Teguh menyatakan, langkah ini terpaksa ditempuh karena mengingat bupati dan pihak Pemkab Bantul tidak menggubris berbagai upaya penolakan yang dilakukan 480 kepala kelu-arga (KK) yang tergabung dalam Forum Suntak. Waktu itu kliennya sudah melapor ke DPU provinsi dan DPU Bantul dan bertemu dengan DPRD Bantul hingga menggelar aksi demo di lokasi pembangunan rusunawa.“Ternyata langkah itu tidak mendapat tanggapan dari Pemkab Bantul. Justru kini Pemkab Bantul berani membuka pendaftaran calon penghuni rusunawa,”paparnya.

Dia beralasan, cara ini dilakukan untuk mengingatkannya daripada nantinya pembangunan rusunawa dipermasalahkan yang berakibat buruk terhadap bupati. Menurut Teguh,pembangunan rusunawa itu dinilai banyak mengandung pelanggaran.

Salah satunya melanggar UU No 16/1985 dan PP No 4/1988 tentang Rusunawa, Permendagri No 392/1992 tentang Pendirian Rusunawa, dan aturan lain terkait rusunawa serta tata kota. ”Lebih parah lagi, proyek pembangunan rusunawa ini belum mengantongi analisis mengenai dampak lingkungan (amdal),”ungkapnya. Salah satu persyaratan dari pendirian rusunawa, harus mengantongi amdal.

Di dalam amdal tersebut, salah satu ketentuannya adalah adanya sosialisasi hingga mendapat persetujuan warga sekitar lokasi.“Sementara Rusunawa Tambak ini kantidak ada sosialisasi, tahu-tahu warga diundang untuk selamatan peletakan batu pertama,” paparnya.

Bupati Bantul Sri Suryawidati menyayangkan langkah PTUN yang dilakukan warga Suntak tersebut. Semestinya hal itu tidak perlu dibawa ke ranah hukum, cukup diselesaikan dengan mediasi atau musyawarah.

“Saya pernah ketemu dengan forum itu saat di DPU Provinsi DIY.Saat saya tanya apa yang jadi keberatannya, mereka tidak ada yang menyampaikan.Tapi kok sekarang sampai ke PTUN, semestinya kalau bisa, ya jangan dulu. Kanbisa rembugan,”tandasnya.

Meski demikian, Bupati tetap siap mengikuti proses hukum yang saatinisudahmasukke PTUN.”Biarlah hukum yang memutuskan,”ujar Ida,sapaan akrab Sri Suryawidati. Menurutnya,pembangunan rusunawa tetap harus jalan. Pemkab Bantul kata Ida bakal mendapat rapor merah dari pemerintah pusat bila tidak mampu menyediakan perumahan untuk warga miskin.

Rencananya sudah bisa dihuni pada Maret mendatang. “Tujuan pembangunan adalah untuk memberikan tempat tinggal bagi warga yang membutuhkan. Kita semua tentu tahu,masih banyak warga yang belum punya rumah. Jadi ini proyek yang sangat bagus,”tandasnya seraya mengimbuhi perihal kekhawatiran Pemkab bakal dapat rapar merah jika proyek ini tidak berjalan sesuai target. Cholis Buser Trans Online

Iklan

One thought on “Ngeyel, Bupati Bantul Digugat ke PTUN

    purwatiwidiastuti said:
    28 Januari 2011 pukul 2:31 PM

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s