Usai Meminum Susu, Anak Bungsu Gubernur Sulsel Tewas

Posted on Updated on

Kab. Sumedang, Buse Trans Online,.

Rinra Sujiwa Syahrul Putra (22) salah seorang nindyi tingkat III  praja Intitut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) asal Sulewesi Selatan, yang merupakan anak bungsu Gubernur Sulawesi Selatan Syahrul Yasin Limpo, meninggal dunia, sekitar pukul 04.30, di kamar kosannya wisma Raflesia, nomor 14,  jalan GKPN, RT 02, RW 06, Desa Cibeusi, Kecamatan Jatinangor, Senin (31/01). Menurut perwakilan keluarga saat memberikan keterangan kepada sejumlah wartawan, Andi Darusalam, menyebutkan sebelum meninggal korban sempat meminum susu ultra.

Sebelumnya, dikatakan Andi, Rinra melalui ayahnya meminta izin pihak IPDN pada hari Kamis (27/01) untuk pulang ke Makassar dengan alasan sakit. Pada saat malam Sabtu, Renra mendapatkan pengobatan dari dokter pribadi Gubernur, tidak lama karena kondisi membaik, Renra pun berpamitan kembali ke IPDN.

Andi menyebutkan, dirinya mendapat kabar bila dalam perjalanan menuju Bandung, penyakit keram perut Rindra kambuh kembali, dan akhirnya Rinra yang ditemani ajudan gubernur, bernama Wiliam kembali ke kosannya. Ia menyeutkan, pada Senin dini hari sekitar pukul 02.00, Rinra terbangun akibat keram perutnya kembali kambuh dan meminta ajudan untuk mengerik dan memijit dirinya karena merasa seperti masuk angin.

“Rindra keponokan kami memang memiliki riwayat penyakit pada bagian lambungnya,” tuturnya. Setelah kondisi membaik, Rindra pun diberi susu ultra oleh ajudan, dan tidak lama Rinra pun kembali kejang dan muntah-munta tidaklama kemudian mengalami anfal.

Andi menyebutkan, pada saat dibawa ke rumah sakit AMC, pukul 04.30 keponakannya tersebut sudah meninggal di kamar kosan. Mengenai meninggalnya putra bungsu Yasir Limpo tersebut, Andi atas nama keluarga besar menolak permintaan autopsi dari Polres Sumedang.

Hal ini karena, kematian Rinra dianggap wajar dan tidak ditemukan tanda-tanda penganiayaan di seluruh tubuh jenazah Rinra. Andi pun menambahkan, jenazah Rinra akan diterbangkan langsung ke Makassar sekitar pukul 14.00 melalui Bandara Huseinsastranagara Bandung.

Kabar meninggalnaya putra pejabat no satu di Sumsel itu cukup menggemparkan, Kapolda Jabar, Irjen Pol Suparni Parto pun langsung mendatangi RS AMC sekitar pukul 10.00 dan berada di kamar jenazah AMC selama 30 menit. Kapolda menyebutkan, kematian praja tersebut karena sakit dan tidak akan melakukan penyelidikan maupun aotopsi karena pihak keluarga almarhum menolak hal tersebut.

“Almarhum meninggal akibat keram perut yang kambuh sekitar pagi tadi, jadi tak ada unsur penganiayaan yang ditemukan, ini murni karena sakit,” tuturnya, sehabis keluar dari ruang jenazah.  Setelah melakukan konferensi pers Suparni pun langsung meninggalkan RS AMC. Sementara itu, Kabid Humas RS AMS, Engkos Kosasih, menyebutkan tidak bisa memprediksi kapan Rinra meninggal. “Saya tak bisa memperdiksi meninggalnya jam berapa,” ucapnya.

Hingga berita ini diturnkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak IPDN. Padahal, pejabat yang datang mewakili IPDN adalah Rektor IPDN I Nyoman Sumaryadi dan Sekretaris Jenderal Kementerian Dalam Negeri Diah Angraeni, Kapupsen Kepmendragi, Reydomnnyzarmoenek, dan seluruh pejabat internal IPDN lainnya.(Kos/Buser Trans Online)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s