Inu Kencana Safii; Agar Rektor IPDN Dijabat Dari Kepolisian

Posted on Updated on

Inu Kencana Safii mengaku dia sangat mengetahui sekali jaringan narkotika yang ada di lingkungan IPDN Jatinangor

Kab. Sumedang, Buser Trans Online,.

Mantan dosen Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN), Inu Kencana Safii mengaku sangat mengetahui sekali jaringan narkotika yang ada di lingkungan IPDN Jatinangor. Ketika masih mengajar di IPDN, menurut Inu, sempat mencoba membongkar jaringan tersebut, meski banyak mendapat telror dan ancaman dan ujung-ujungnya dilakukan pemecatan terhadapnya.

“Saya dulu sempat membongkar kasus tersebut, karena saya menilai mau jadi apa IPDN itu. Namun, setelah saya dipecat, kasus-kasus di IPDN semakin menjadi-jadi. Karena keinginan saya untuk membongkar kasus-kasus yang terjadi termasuk narkoba itulah, saya difitnah kemudian dipecat, bahkan tiga kali pernah terjadi percobaan pembunuhan pada diri saya, namun polisi selalu melindungi saya,”tandasnya.

Inu menilai, sampai saat ini masih ada pejabat yang terlibat, bahkan memelihara setiap kejahatan yang ada di IPDN. Dia mencontohkan, jika seorang dokter yang senang uang, maka dokter tersebut akan membiarkan penyakit. Begitu juga dengan pejabat di IPDN yang doyan uang, maka dia akan memelihara kejahatan yang terjadi di lingkungan kampus.

Menanggapi kasus kematian Rinra, menurut Inu yang bulan depan akan menyandang gelar profesor, dia tahu kematiannya akibat kasus narkoba karena banyak orang yang melapor, termasuk dari anggota kepolisian. “Saya tidak tahu Rinra, tapi orang melapor kepada saya, malam itu terjadi pesta narkoba di sebuah tempat kosan yang dihuni praja,” jelasnya lagi.

Dikatakan Inu, sejak dulu untuk kasus-kasus narkoba dia selalu berkoordiansi dengan BNN banyak polisi tidak berseragam yang kadang melakukan penyamaran sebagai tukang sampah, atau pedagang untuk menghimpun data yang terjadi di IPDN, dan hasilnya selalu sampai kepadanya. Untuk kasus narkoba di IPDN pun, lanjut Inu, dia pernah menyampaikannya di depan DPR RI dan Kapolri, yang saat itu masih dijabat oleh Jendral Pol. Sutanto.

Agar di IPDN tidak lagi dijadikan sarang kasus kejahatan yang dipelihara, Inu mengusulkan, agar Rektor IPDN dijabat oleh seorang dari Kepolisian. Karena sampai saat ini sudah banyak Polisi, menurut Inu, yang berpendidikan sampai Doktor dan menjadi Profesor. (Kos/Buser Trans Online)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s