Gerbang Pabrik Dipasangi Lima Patok, Pemilik Laporkan Warga Ke Polisi

Posted on

 

Kab. Bandung, Buser Trans Online

Karena dianggap merusak fasilitas umum, gerbang pabrik plastik di Desa Cileunyi Wetan, Kabupaten Bandung, sejumlah warga Desa Cipacing, Kecamatan Jatinangor memasangi lima buah patok besi di depan pintu gerbang pabrik, Minggu (. Selain itu warga pun mempertanyakan keabsahan perizinan pendirian bangunan yang tidak sesuai dengan tata letak yang ada.

Menurut Sekertaris RW 17, Maman Tarsiman, pemasangan patok di depan pintu gerbang pabrik sebagai bentuk protes karena selama ini mobil besar dan peralatan berat yang masuk ke pabrik dianggap merusak fasilitas jalan komplek. Bahkan beberapa waktu lalu truk container yang mengankut pelastik pernah menghantam tiang listrik sehingga satu komplek mengalami mati lampu.

Selain itu, lanjutnya warga pun mempertanyaan legal formal keberadaan pabrik plastik tersebut, karena selama ini pihak pabrik memiliki dua IMB yang berbeda. “Kita punya foto copian IMB dan hanya yang satu hasil refisian,” tuturnya.

Dalam surat tersebut, terdapat tanggal pengeluaran IMB yang sama namun keberadaan letak bangunan yang berbeda.  Ia menyebutkan, pemilik bangunan penyimpanan pelastik dan kantor luas bangunan 588,00 m2 dan bangunan tingkat 147,00m2 yg terletak di desa cilenyi wetan dengan nomor persil di atas tanah milik.  sedangkarn IMB baru, yang menurut pemilik hasil refisian nomor persil diatas tanah carik desa Cibeureum.

“ Namun ada kejanggalan dengan refisi tadi pengeluaran IMB terjadi pada tanggal yang sama yakni 17 nopember 2009. Terus di IMB baru terdapat tanah carik desa Cibereum, pertanyaan warga itu disini itu tidak ada desa Cibereum,” tuturnya. Selain itu, diakatakan Maman, masyarakat meminta benteng pabrik plastik tersebut dibongkar dan dimundurkan.

Ditempat yang sama, Ketua ARWT Kecamatan Jatinanagor, Drs. Andy Ansarunding menyebutkan, pihak perusahaan seharusnya melibatkan masyarakat sekitar pada saat pembangunan pabrik. Sehingga permaslahan ini tidak terjadi. Selain itu, pihak perusahaan pun harus mengikuti legal formal, diantarnya memberikan tanahnya untuk kepentingan publik dalam hal ini sesuai dengan AS nya sekitar empat meter.

Sementara itu, pemilik pabrik plastik, Suryani Chandra, mendatangi kantor Polsek Cileunyi, untuk melaporkan tindakan pemasangan patok besi karena menganggap hal tersebut merugikan dirinya dan perusahaan. Saat dikonfirmasi masalah perizinan, Suryani menyebutkan terdapat kesalahan pengetikan IMB di Kabupaten Bandung, namun hal tersebut dikatakannya sudah diselesaikan.

Kesepakatan Dilakukan di Polsek Cileunyi.

Pada hari itu juga, pihak-pihak yang terkait langsung melakukan pertemuan, antara warga Jatinangor denga pemilik pabrik pelastik serta menandatangani kesepakatan. Lima patok yang sedianya di pasang di depan pabrik sudah kembali di cabut warga Rw 17 Desa Cipacing Kec. Jatinangor.

Hasil yang disepakati diantanya, benteng pabrik harus mundur 2 meter dari selokan/6 meter dari AS jalan 2, pembongkaran benteng pabrik di kasih waktu 2 minggu, jika tidak dilakukan oleh pihak pabrik maka warga akan membongkarnya sendiri.

Rapat sendiri dihadiri Camat Cileunyi, Kapolsek Cileunyi, Kepala Desa Cileunyi Wetan sedangkan dari Kecamatan Jatinangor Kab. Sumedang hadir Kapolsek Jatinangor Kepala Desa dan BPD Cipacing, Tokoh masyarakat Perum. Puskopad serta perangkat RT/RW.  (Asep/Kos/Buser Trans Online)

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s