Normalisasi Kali Woro Diperpanjang

Posted on Updated on

KLATEN  Buser Trans Online

Banyaknya material Merapi yang memenuhi Kali Woro, menjadi pertimbangan untuk diperpanjang lagi masa normalisasi kali tersebut. Sesuai jadwal seharusnya sudah selesai sejak Rabu (27/1), namun karena dianggap masih kurang memadai, normalisasi aliran Kali Woro diperpanjang hingga Minggu (30/1). “Rencana semula memang tiga hari, tapi prakteknya juga dilakukan pelebaran sungai hingga lebih dari enam meter,” terang Joko Rukminto, Koordinator Satlak PB Merapi Klaten saat ditemui wartawan di kantornya, Jumat (28/1).

Dari pantauan BUSER TRANS di lapangan, back hoe (alat berat) masih tampak melakukan pengerukan hingga ke pinggiran kali. Areal bantaran sungai yang beberapa bagian telah dipakai oleh warga untuk bertani pun akhirnya ikut dikeruk. Aliran sungai yang semula berkelak-kelok, diluruskan dan bertambah lebar hingga 6 meter lebih.

Untuk kepentingan perpanjangan masa normalisasi, anggaran yang semula Rp 10,5 juta ditambah dengan jumlah yang sama. Sehingga total menjadi Rp 21 juta. “Untuk dana, kita tidak masalah,” tandas Joko. Dana untuk penambahan hari normalisasi diambilkan dari anggaran Satlak dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

Selama tiga hari sebelumnya, yaitu dimulai dari Selasa (25/1) hingga Rabu (27/1) normalisasi terfokus di Dam Desa Borangan. Dan dalam tiga hari dimulai dari Jumat penormalisasian akan difokuskan di Dam Sukorini. “Sama seperti di Borangan, back hoe hanya akan membiak pasir atau ladu di tengah sungai ke tepi,” terang Joko.

Di sisi lain, ladu dan juga pasir yang telah disingkirkan ke tepi diambil oleh warga sekitar. “Tidak masalah, ini memang sengaja tidak kita apa-apakan dan hanya ditepikan. Selanjutnya terserah warga saja mau dimanfaatkan untuk apa,” ujar Joko.

Terkait tanaman juga sawah warga yang berada di bantaran sungai, Joko mengatakan tidak ada komplain dari warga. “Mereka sepertinya lebih memilih merelakan tanamannya, daripada terkena dampak luapan lahar dingin. Apalagi itu kan sebenarnya bukan tanah mereka, itu kan bantaran sungai,” pungkas Joko. Cholis Buser Trans Online

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s