Persib Bersih Dari Partai Politik

Posted on Updated on

Manajer Persib Bandung H. Umuh Muhtar

Kab. Sumedang, Buser Trans Online,.

“Hati- hati dengan Persib” itulah kata yang dilontarkan Manajer Persib Bandung H. Umuh Muhtar saat ditemui Buser Trans Online, Sabtu (12/02) dikediamanya di Desa Ciluluk Kec. Tanjungsari Sumedang.

Dengan ramah dirinya mempersilahkan wartawan yang hendak mewawancarainya menunggu di ruang khusus pertemuan, sebab, saat itu dirinya persiapan untuk berangkat menuju Jakarta, bahkan mobilnya sudah menunggu untuk segera berangkat.

Persib Bandung tidak pernah membawa warna apapun dari partai politik manapun yang ada di negeri ini, tetapi diakuinya didalamya semua golongan tentunya ada “maka hati-hatilah dengan persib, sebab tidak bisa dimasuki  partai politik”ujarnya. Persib Bnadung merupakan salah satu aset Jawa Barat dan H. Umuh sendiri sebelum duduk di kepengurusan Persib dirinya aktif sebagai bobotoh persib, kala itu jaman bintang lapangan seperti Ajat Sudrajat, Adeng Hudaya juga lainya.

Demi Persib dirinya rela meninggalkan pekerjaan bahkan dalam mencari dana tidak pernah merepotkan orang lain sehingga untuk mengajak makan para pemain saja harus mengajaknya secara bergantian sebab keterbatasan dana, Umuh dulu adalah seorang karyawan  di salah satu perusahaan milik Belanda yaitu “Philips”,.

Pada Tahun 2008-2009 Wali Kota Bandung H. Dada Rosada meminta untuk menjadi Manajer Persib sebab tahun 2009 anggaran APBD tidak lagi dipakai kepentingan Persib, club sendiri harus mandiri tidak lagi bergantung kepada pemerintah, akhirnya Umuh berpikir keras bagaimana memajukan klubnya tampa pasokan dana dari pemerintah. Peluangpun akhirnya mulai terlihat sebab ada salah satu Bank yang siap mendanai klub Persib, namun dipertengahan jalan ada perubahan kesepakatan apa yang menjadi alasan pihaknyapun tidak memahaminya dan apa yang sudah direncanakan sebelumnya ternyata tidak sepenuhnya berjalan dengan baik, secara tiba-tiba Bank tersebut mundur dan tidak sanggup mendanai semua kepentingan para pemain “saat itu saya kelabakan sebab sedianya ada Bank yang siap mendanai klub, ternyata mundur tiba-tiba, gimana tidak kelabakan”kenangnya.

Perjalanan pahit dan senang pernah dialaminya hanya untuk memajukan klub kesayanganya yaitu Persib Bandung, bahkan sempat dirinya berencana untuk menjual tanahnya demi modal klubnya, namun tidak jadi sebab salah satu temanya meminjamkan dana sebesar 5 milyar. Dengan bangga H. Umuh mengatakan walaupun Persib mandiri tetapi memiliki nama besar di Indonesia, seadainya konsorsiumpun tidak mendanai Persib dirinya akan tetap maju terus, pemain persib bisa maju bukan dari pelatihnya saja tapi dari para pemain itu sendiri jika pemainya tidak mampu jangan salahkan pelatihnya “Alhamdulillah kegiatan di persepakbolaan, anak dan istri saya selalu mendukung langkah saya demi Persib”pungkasnya. (Engkos Koswara/Advetorial)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s