Sumbu Pendek Meletupkan Temanggung

Posted on

Tragedi Pasca Sidang Penistaan Agama

TEMANGGUNG, Buser Trans Online

Jalinan suasana adem ayem yang biasa menyelimuti Kota Temanggung, Selasa pagi pekan lalu (8/2/2011) mendadak terkoyak. Tercabik-cabik oleh amuk massa sesaat setelah sidang terdakwa kasus penistaan agama Antonius Richmond Bawengan (58) di PN Temanggung.

Antonius diadili setelah dirinya membagikan buku dan selebaran berisi tulisan yang dinilai menghina umat Islam. Sidang memutuskan Antonius divonis hukuman lima tahun penjara. Massa mengamuk hingga menyebabkan tiga gereja rusak.

Kasus ini sendiri  bermula ketika 3 Oktober lalu terdakwa Bawengan menginap di tempat saudaranya di Temanggung terjadi pada. Ketika itu, sedianya ia hanya semalam di tempat itu untuk melanjutkan pergi ke Magelang. Namun waktu sehari tersebut digunakan untuk membagikan buku dan selebaran berisi tulisan yang dianggap menghina.

Nah karenanya ulahnya, sejak 26 Oktober 2010, ia ditahan Polres Temanggung. Soal penangkapan Antonius sendiri, menurut sumber BUSER TRANS yang tak mau disebutkan jati dirinya, berlangsung saat kepergok tengah menyebarkan selebaran berisi penyebaran agama di rumah salah seorang warga, yakni H Bambang Suryoko pada 23 oktober 2010, pukul 08.00 WIB.

Warga kemudian melaporkan perilaku warga asal Duren Sawit Jakarta Timur ini kepada Ketua RT setempat, Fahrurozi dan diteruskan ke Polres Temanggung, sebelum akhirnya ia menjalani sidang dengan di-back up sepenuhnya oleh Polda Jateng. Kendati begitu, setiapkali proses persidangan berlangsung tak pernah sepi dari keributan.

Karena masa tidak terima vonis yang di bacakan oleh hakin maka terjadi kerusuhan temanggung dimana 3 buah gereja serta 1 yayasan di bakar oleh masa yang tidak bisa menerima putusan hakim.  “Sampai saat ini saya belum tahu persis dan beleum mendapatkan salinan isi selebaran itu. Bahkan saya sempat mencari isi dari selebaran Antonius Richmond Bawengan di kaskus pun juga tidak saya dapatkan,” ungkap sumber tadi.

Sementara menurut sumber BUSER TRANS di lingkungan peradilan negeri Temanggung, menyatakan bahwa sinyal anarchi sebenarnya sudah terbaca jauh sebelum putusan dibacakan majelis hakim PN Temanggung. Situasi tambah memansa saat massa mulai berkumpul dan terkonsentrasi di sejumlah titik.

Puncaknya, usai pembacaan putusan, di luar gedung peradilan situasi terasa semakin tegang. Sejumlah orang yang sebagian di antaranya mengenakan jubah dan penutup kepala mengangkat tangan dengan batu besar dalam genggaman. Mereka berdiri di sekeliling truk Polisi.

Tak pelak, satu unit truk patroli Brimob Polda Jateng yang terparkir di sekitar gedung pengadilan pun tak luput dari amukan. Bagian moncong dan body truk penyok akibat lemparan batu. Dan akhirnya, massa menggulingkan truk, lalu membakarnya. Beruntung, seorang polisi keluar dari dalam truk polisi yang dibakar usai mengambil helm dan perangkat dinas lainnya.

Situasi tambah mencekamn di Jalan sudirman Temanggung saat massa membakar ban persis di gerbang gedung pengadilan. Massa serang gedung PN Temanggung pukul 9.15 Wib. Ratusan orang melempari gedung PN dengan batu. Sementara petugas kepolisian setempat melepaskan tembakan gas air mata. Sebelumnya, polisi terus diserrang dan massa merangsek maju ke gedung pengadilan.

Kendati begitu, aparat yang memiliki kekuatan pasukan Brimob bersenjata lengkap masih bertahan meski dilempari batu bertubi-tubi. Sementara warga yang bukan pendemo mencoba memberanikan diri melihat kejadian dari jauh. Tak urung, arus lalulintas di jalan Sudirman pun macet.  Sebagian pengendara lalu dialihkan ke jalan-jalan alternatif di sekitar pengadilan.

Beruntung, petugas kepolisian setempat yang diback up Polda Jateng relatif cepat menguasai keadaan. Hasil olah tempat kejadian perkara, pihaknya berhasil mengamankan 8 tersangka kerusuhan di Temanggung. Namun dalih keamanan, Polda  Jateng enggan menyebutkan lokasi pemeriksaan. “Di markas kepolisian,” kata Kabid Humas Polda Jateng, Kombes Djihartono singkat.

Di Mapolres Temanggung atau di Mapolda Jateng? “Pokoknya di markas kepolisian, ditempat yang aman,” tegas Djihartono mengulang jawaban sebelumnya. Sebelumnya memang beredar informasi kalau 8 tersangka kerusuhan Temanggung dipindah ke Mapolda Jateng. Alasan utamanya adalah demi keamanan selama proses penyidikan. Ke-8 tersangka kerusuhan adalah MHY, SJ, AS, NY, SF, AK, AZ, dan SM.

Djihartono mengatakan, ke-8 tersangka diperiksa intensif untuk pengembangan kasus. Diharapkan, segera bisa diketahui apakah kerusuhan itu dilakukan secara spontan atau terencana, individual atau terorganisir.

Untuk sementara, dari hasil pemeriksaan, pelaku menyatakan, kejadian itu dilakukan secara individual. “Tapi kami masih dalami ini, kami masih kembangkan,” katanya. Soal status pelaku, anggota ormas atau bukan, Djihartono menyatakan hal itu masih digali lebih jauh. Namun hingga saat ini, polisi masih memfokuskan pada individu. Cholis Buser Trans Online

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s