Tidak Jelas, STKS Tuntut 0,2% Kembali

Posted on Updated on

Ketua Serikat Tani Kerakyatan Sumedang (STKS) Apih Sapari sekaligus Dosen luar biasa yang tercatat di salah satu lembaga Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN), saat melakukan orasi di depan kantor Kecamatan Sumedang Selatan, Jum'at (18/02)

Kab. Sumedang, Buser Trans Online,.

Aksi demo tuntutan Serikat Tani Kerakyatan Sumedang (STKS)  yang dipimpin Apih Sapari mewakili warga yang lahanya terkena proyek tol Cileunyi, Sumedang, Dawuan (Cisumdawu), aksi tersebut berlangsung di depan kantor Kecamatan Sumedang Selatan, namun berakhir tidak jelas, warga Desa Ciherang datang sekitar 100 orang untuk menyampaikan aspirasinya mendadak pulang saat berlangsung mediasi antara Kades Ciherang , Tim 7 dengan STKS yang dipasilitasi Camat Kecamatan Sumedang Selatan Yanto Gunadi. BA, Jum’at (18/02).

Dalam aksinya itu, para petani merasa jadi korban ketidakberesan pengurus ganti rugi tanah, bumi/bangunan dan tanaman atas lahan yang nantinya terkena dampak tol Cisumdawu. Ironisnya panitia sendiri malah memotong uang yang menjadi hak warga sebesar 0,2% dari total nilai uang yang diterima. Aksi demo tersebut berujung kepada tuntutan mundur terhadap Kepala Desa Ciherang yang dinilai mencari keuntungan pribadi dalam proyek tersebut.

Kuasa Hukum  Kepala Desa Ciherang Rony Sulferino saat dikonfirmasi pihaknya sendiri tidak paham apa yang menjadi tuntutan dari para pendemo tersebut “dari awal memang sudah ada kesepakatan dengan warga terkait pemotongan uang 0,2%, tapi secara tiba-tiba harus dikembalikan lagi, kami tidak paham apa yang diinginkanya”jelasnya.

Sementara itu Camat Kecamatan Sumedang Selatan Yanto Gunadi, BA siap menjadi pasilitator dengan pihak-pihak terkait, namun senada dengan yang lainya tuntutan dari para pendemo sendiri masih belum dipahaminya “Kami juga sudah meminta perwakilan dari warga untuk bertemu diruang yang sudah disediakan, tapi mereka yang tergabung ke dalam STKS, mendadak meninggalkan ruangan”ungkapnya.

Kabag Tata Pemerintahan Drs. Endi Ruslan didampingi Kabag Humas Pemkab Sumedang Drs. Tono Martono M, Si, MM saat dikonfirmasi mengatakan bahwa tuntutan dari para pendemo seharusnya dibicarakan dulu di internal desa, sebab dari awal pemotongan penjualan tanah sebesar 0,2% sudah ada kesepakatan bersama dan tidak melibatkan unsur pemerintah, disamping itu pihak terkait sudah ada persetujuan dan ditandatangani kedua belah pihak. (Kos/Buser Trans Online)

Iklan

2 thoughts on “Tidak Jelas, STKS Tuntut 0,2% Kembali

    Teguh Safary said:
    18 Februari 2011 pukul 8:07 PM

    Kalau Pihak Desa Ciherang Terlah mengakui kaitan dengan potongan 0,2% tersebut…maka,mau tidak mau harus dikembalikan kepada warga.dan kepada oknum-oknum yang telah melakukan pungutan tersebut sudah seharusnya diproses secara hukum……

    Suka

    Ron's said:
    19 Februari 2011 pukul 7:34 PM

    Berjuanglah Sodara2ku dsini q slalu mnoakan prjuangan masyarakat Sumedang….
    Kekuatan rakyat tdk akn pernah terkalahkan…

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s