Otak Curanmor Dibekuk Polisi

Posted on Updated on

Wakapolsek Jatinangor AKP Suprapno (kiri) beserta anggota Polsek Jatinangor saat mengamankan 2 pelaku otak curanmor yang sering beroperasi diwilayahnya

Kab. Sumedang, Buser Trans Online,.

Otak pelaku pencuriaan kendaraan bermotor (curanmor) yang selama ini beroperasi di wilayah Jatinangor berhasil ditangkap jajaran Polsek Jatinangor, Daw alias Away (21), warga Kp. Warungpeuteuy, Desa Tenonjaya, Kec. Cicalengka, Kab. Bandung, dan Abd alias Upay (24), warga Kp. Pendeuy, Kec. Cikancung, Kab. Bandung.

Ia mengaku di Jatinangor telah melakukan aksinya sebanyak empat kali, dan terakhir di jalan GKPN, Cibeusi, yang kemudian menjadi awal pengungkapan sindikat ranmor di Jatinangor. Selain memetik roda dua, Dawan pun mengaku pernah memetik roda empat, kini mobil hasil kejahatanya berada di Mapolsek Tanjungsari.

Biasanya, lanjut pria bertato ini, menjual hasil curiannya seharga Rp 1 hingga Rp 1,5 juta, yang dijual oleh tersangka AG yang masih dalam pengejaran polisi, namun diakunya dirinya hanya mendapatkan Rp. 150 ribu saja sisanya dibagi sama teman-temanya.

Dalam waktu kurang dari satu menit, motor incaranya sudah bisa dibawa kabur olehnya atau rekan-rekanya dengan menggunakan kunci leter T. “kadang satu hingga dua menitan, saat kunci T dimasukin ke kontak, diputar dan langsung nyala,” terangnya.

Sementara itu, tersangka lainnya Abdul Fatah (23), mengaku hanya menjalankan tugas mencuri motor di kawasan kos-kosan. Motor hasil curiannya langsung diserahkan kepada AG di daerah Cikancung Kabupaten Bandung. Berbeda dengan Dawan yang sudah melakukan aksinya delapan kali di Sumedang dan Bandung, kedua pria ini di hadiahi timah panas di kakinya sebab saat akan ditangkap mencoba melarikan diri.

“Saya mah baru sekali, itu pun motornya langsung dikasihkan ke AG untuk dijual,” tuturnya. Saat ditanya hasil curiannya dijual kedaerah mana, kedua pelaku curanmor ini mengaku tidak mengetahui hal tersebut.

Kapolres Sumedang AKBP Nurulloh, melalui Kapolsek Jatinangor, Kompol Sujoto saat ditanya sejumlah wartawan, Senin (21/02) menyebutkan barang bukti hasil kejahatan yang diamankan dari tangan kedua pelaku hingga saat ini baru enam unut roda dua, dan satu unit roda empat jenis suzuki carry.

Anggotanya saat ini sedang melakukan pengembangan dengan mengambil beberapa barang bukti yang keberadaanya sudah diketahui. Selain itu pihaknya masih mengejar beberapa pelaku yang merupakan satu sindikat dengan kedua pelaku yang terlebih dahulu diamankan.

“Hingga saat ini berdasarkan keterangan jumlah sindikat mereka berjumlah enam orang. Anggota sedang mengejar pelaku yang belum ketangkap,” tuturnya.  Untuk barang bukti mobil carry saat ini dalam keadaan rusak dan kondisinya bekas terbakar. Hal itu disebabkan, ketika pelaku akan menjualnya ke daerah Sumedang, mobil curiannya kehabisan bensin.

Pada saat akan dilihat tengki bensinnya, pelaku malah menyalakan api sehingga mobil terbakar dan para pelaku pun langsung melarikan diri dengan keadaan mobil saat itu sedang terbakar.

Untuk lebih menjaga Jatinangor tetap aman dari pencurian, Sujoto berharap masyarakat tetap membantu pihak kepolisian dengan cara menjaga barang berharganya dengan baik-baik. (Kos/Buser Trans Online)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s