Pembentukan KBT, Berdampak Buruk Bagi Sumedang

Posted on Updated on

Ketua LSM FORRBEKA Sitam Rasyid

Kab. Sumedang, Buser Trans Online,.

Ketua LSM FORRBEKA Sitam Rasyid berharap program yang sebelumnya sudah banyak dibahas agar segera terlaksana, sebab hal tersebut akan berdampak bagi Jatinangor yang berimbas juga bagi pemerintahan Sumedang sendiri, bagaimana tidak pembentukan Konsep Perkotaan Jatinangor (KPJ) yang sudah memakan anggaran dari APBD yang tidak sedikit, sampai saat ini belum terlealisasi juga, bahkan pihaknya mendesak agar DPRD segera merealisasikan Draf Raperda tentang KPJ.

Dikatakan dia, bila Jatinangor ikut terwadahi Kabupaten Bandung Timur (KBT) ini jelas akan berdampak buruk bagi peningkatan APBD Kab Sumedang, konon katanya APBD nya selalu defisit, karena Jatinangor, Cimanggung dan Tanjungsari adalah pemberi PAD terbesar dibandingkan dengan kecamatan  yang lainnya.

Kalau pembentukan Konsep Perkotaan Jatinangor (KPJ) tidak segera di realisasikan sesuai keinginan warga Jatinangor dan sekitarnya sudah sepantasnya Jatinangor ikut bergabung ke KBT. Pemerintah & DPRD  Sumedang harus segera menyikapi KPJ dengan sepenuh hati. Dengan dana 200 juta yang digelontorkan APBD untuk seminar tidak berdampak apa-apa yang ada hanya pemborosan uang rakyat.

“Wacana Pembentukan KBT jangan dianggap lelucon atau main-main tapi harus disikapi serius terutama oleh para elit di Sumedang, segera bahas draf KPJ oleh DPRD jangan di tunda-tunda”tegasnya. (Kos/Buser Trans Online)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s