Berandal Bermotor Bikin Onar Lagi

Posted on Updated on

Jajaran Polsek Jatinangor saat mengamankan segerombolan berandal yang meresahkan warga

Kab. Sumedang, Buser Trans Online,.

Aksi kekerasan kembali terjadi, kali ini melibatkan tujuh orang anggota club motor moonraker, yang mengeroyok tiga anggota club motor lainnya. Menurut salah seorang pelaku pengeroyokan, Muhammad Ali, kejadian berawal pada saat dirinya bersama keenam rekannya bermain bilyar di Plaza Padjadjaran, Desa Cibeusi, Kecamatan Jatinangor.

Saat dirinya asik bermain dengan temannya, tiba-tiba datang korban bernama Rianto, Lutfi dan Hamid warga Tanjungsari yang menurut mereka berasal dari salah saru club motor yang beberapa waktu lalu menyerang sebuah warung tempat Ali dan rekannya berkumpul. “Mereka dari itu yang nyerang warung tempat kita kumpul, kebetulan ketemu di biliyar yang kita pukulin,” tuturnya, Senin (21/02).

Bukan hanya itu, Ali pun menyebutkan pengeroyokan juga disebabkan karena salah satu korban merupakan mantan pacar dari rekannya. Karena tidak terima, Ali dan keenam rekannya langsung melakukan pengeroyokan. Saat melakukan pengeroyokan, Ali beserta rekannya tidak menyadari kalau belasan anggota polsek Jatinangor sudah mengepung tempat kejadian.

Ali menyebutkan bila keenam rekanya, masing-masing bernama muhammad Ali, Edi Junaedi, Gungun (25), Nobita, Muhammad Wily, Elit, Ijal, dan Muhammad Fisabilillah. Iapun menyebutkan, bahwa aksinya diketahui koordinator Moonraker Tanjungsari, Willy. “Koordinatornya Willy juga tahu,” ucapnya

Kapolres Sumedang, AKBP Nurulloh saat dikonfirmasi pihaknya menolak kalau kelompok yang di tangkap jajaranya adalah geng motor, sebab saat ini diwilayahnya geng motor sudah membubarkan diri dan tidak ada lagi kelompok tersebut “mereka adalah kelompok berandalan yang meresahkan, kalau geng motor kan sudah membubarkan diri jadi tida ada lagi yang namanya kelompok geng”terangnya.

Kejadian pengeroyokan sekitar pukul 22.00, Minggu (20/02). Pada saat aksi pemukulan berlangsung, Polisi langsung mengamankan tujuh orang anggota berandalan bermotor beserta tiga buah senjata tajam (sajam) yang dibawa oleh para pelaku.

Keributan dipicu karena permasalah perempuan, yang merupakan salah satu pacar dari anggota geng Moonraker asal Tanjungsari. Bukan hanya itu, dari ketujuh yang diamankan, dua diantaranya pemain lama.

Sementara itu, orang tua Lutfi, Barno (51) warga Tanjungsari, menyebutkan mengetahui anaknya menjadi korban pengeroyokan sekitar pukul 02.00 dini hari. Saat ini kondisi anaknya masih dalam keadaan memar-memar dan sediki trauma. Barno menyebutkan, tindakan polisi dalam menangani kasus pemukulan ini sangat cepat sehingga kemungkinan paling buruk pun bisa ditangani dengan cepat.

Namun, dia pun berharap agar kasus ini dituntaskan hingga selesai, dan jangan sampai terjadi penanganan yang setengah-setengah. “Dari pihak pengeroyok tidak ada satupun yang minta damai sampai sekarang, perbuatan mereka tergolong membahayakan jadi harus diproses sampai beres,” pungkasnya. (Kos/Buser Trans Online)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s