Gendut Akhirnya Masuk Bui

Posted on Updated on

gendut sudarta akhirnya ditahan

OGYA –  Buser Trans Onliene

Setelah menjalani pemeriksaan secara maraton selama enam jam, akjirnya Sekretaris Daerah Kabupaten (Sekab) Bantul, Gendut Sudarto, resmi ditahan penyidik Kejaksaan Tinggi (kejati) DIY, Rabu sore pekan lalu. Gendut ditahan karena diduga terlibat kasus gratifikasi dan suap sebesar Rp 500 juta. “Penahanan rencananya dilakukan selama 20 hari di Wirogunan,” kata Pramono Mulyo, Kasi Penkum dan Humas Kejati Yogyakarta, sesaat setelah Gendut dijebloskan ke penjara.

Begitu surat penahanan diterima, Gendut langsung digiring keluar gedung Kejati DIY. Ia sempat melambaikan tangan kepada wartawan saat masuk ke kendaraan tahanan. Dikawal satu kendaraan polisi Polsek setempat, bus tahanan pergi menuju Rutan Wirogunan.

Sebelumnya, sejak sekitar pukul 09.00 WIB, Gendut diperiksa empat penyidik, masing-masing Rini Triningsih, Abeto Harahap, Lina Siswanti, Mila Maharani dan Dewi Rahmawati. Saat istirahat makan siang, Gendut diperiksa kesehatannya di Dokkes Polri, di kawasan Jl Balapan.

Setelah dinyatakan sehat, Gendut sempat kembali ke Kejati untuk melanjutkan pemeriksaan sekitar satu jam. Baru kemudian surat penetapan penahanan disarahkan pada Gendut.

Pengacara Gendut Sudarto, Achiel  Suyanto, mengatakan, pihaknya akan mengajukan penangguhan penahanan. “Yang jelas ini berlebihan,” katanya di Kejati. Meski begitu, ia menghargai proses penahanan yang dilakukan Kejati. “Karena memang ada aturannya, dan ini masih dalam proses tentunya dengan mengedepankan asas praduga tidak bersalah,” katanya.

Di Rutan Wirogunan, Gendut berada satu sel bersama dua tahanan lain. Sehari sebelumnya, Gendut harus berbagi tempat tidur dengan lima tahanan lain. Tapi, pada hari ini, tiga tahanan dipindah ke sel lain. “Seorang tahanan terkait kasus pencurian burung Kenari, satunya lagi terjerat kasus penipuan mobil,” jelas Kepala Rumah Tahanan (Rutan) Wirogunan, Joko Pitoyo, di ruang kerjanya, Kamis lalu.

Joko menuturkan, saat ini tersangka kasus gratifikasi sebesar Rp 500 juta untuk pengadaan buku ajar Sekkab Bantul itu, berada di blok Gatotkaca lantai II, kamar nomor 1. Di ruang tahanan seluas 3×6 meter itu, Gendut dijatah kasur busa setinggi 3 hingga 5 sentimeter,  dengan lebar 1×2 meter. “Kami hanya menyediakan itu. Kalau menginginkan bantal dan sprei silakan bawa dari rumah, tapi jangan bedcover,” kata Pitoyo. Cholis Buser Trans Online

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s