Parkir Bandara Dinilai Rugikan Pemprov

Posted on Updated on

YOGYA, Buser Trans Online

Pengelolaan parkir Bandara Adisutjipto dinilai sarat masalah. Meski sebagian besar tanahnya milik Pemprov DIY toh di lokasi itu banyak berdiri bangunan liar tanpa seizin pemprov. Tak hanya itu, pendapatan parkir bandara juga dianggap tidak cukup menguntungkan pemprov.

’’Kalau setahun setorannya hanya Rp 200 juta, tidak sebanding dengan biaya pembebasan tanah yang mencapai belasan miliar. Nilai itu merugikan pemprov,’’ ujar anggota Komisi C DPRD DIY Dr Sukamta saat rapat kerja dengan Kepala Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dinhubkominfo) DIY Tjipto Haribowo dan Kabid Kekayaaan Daerah Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset (DPPKA) DIY Aris Riyanto.

Sukamta minta pemprov mencermati ulang apakah setoran sebesar itu telah sesuai dengan volume parkir setiap hari di bandara. ’’Coba hitung apakah itu cukup menguntungkan,’’ lanjutnya. Dia juga minta agar pengelolaan parkir tidak dimonopoli oleh pelaku usaha tertentu.

Menurut Aris Riyanto, pengelolaan parkir bandara selama ini dilakukan PT Angkasa Pura (AP) I Jogja. Menurut dia, pilihan menyerahkan pengelolaan ke Angkasa Pura karena menyangkut keamanan sekitar bandara. ’’Selama ini parkir-parkir di sekitar bandara di daerah lain juga dikelola Angkasa Pura,’’ kilahnya.

Mantan Kabid Angkutan Dinhubkominfo DIY Sigit Haryanto yang saat menduduki jabatan Kepala Biro Umum, Humas dan Protokol Setda DIY menambahkan, penyerahkan pengelolaan parkir kepada Angkasa Pura ada sejarahnya. Ia juga mengatakan ada rencana tukar guling tanah antara pemprov dengan Angkasa Pura.

Menuritnya, kelak lahan parkir akan diserahkan ke Angkasa Pura dan pemprov mendapatkan ganti tanah run way di bandara. ’’Kita lihatnya jangan keuntungan secara langsung. Tapi pengelolaan bandara telah memberikan dampak multiplier effect bagi daerah dan masyarakat,’’ terangnya. Sigit juga mengatakan, pendapatan parkir bandara dibagi tiga antara pemprov, Angkasa Pura, dan Primer Koperasi Angkatan Udara (Primkopau).

Mendengar keterangan itu, anggota Komisi C Muhammad Yazid minta agar kerja sama dengan dengan Angkasa Pura maupun Primkopau dikaji ulang. Dia minta sistem pengelolaan parkir dilakukan dengan cara lelang terbuka. Dengan hanya memberikan kesempatan kepada satu pihak, kata Yazid, sama artinya pemprov telah melanggengkan praktik monopoli. ’’Ini bertentangan dengan UU No 5 Tahun 1999 tentang Larangan Monopoli dan Praktik Usaha Tak Sehat,’’ katanya.

Kader PPP ini juga minta agar rencana tukar guling dengan Angkasa Pura dikaji ulang. Tukar guling tidak banyak memberikan manfaat maupun keuntungan bagi pemprov. Dia juga ingin melakukan kajian dan studi banding untuk membuktikan apakah pengelolaan parkir di bandara di daerah lain dimonopoli Angkasa Pura.

Di awal rapat kerja, Kepala Dinhubkominfo Tjipto Haribowo menjelaskan tanah parkir bandara merupakan aset pemprov. Tapi, pengelolaan parkir diserahkan  kepada Angkas Pura berdasarkan Keputusan Gubernur No 38 Tahun 2005. ’’Keputusan gubernur itu telah berakhir pada 2007,’’ terangnya.

Seiring dengan perkembangan waktu, keluar peraturan Mendagri yang mengharuskan pengelolaan aset pemerintah dengan sistem sewa. Kerja sama sewa hanya dilakukan terhadap satu pihak. ’’Hitungan pendapatan sewa akan kita hitung per bulan, bukan per tahun,’’ ungkap mantan Kabid Bina Marga Dinas PUP dan ESDM DIY ini.

Tjipto juga mengakui, di lahan parkir milik pemprov berdiri beberapa bangunan yang didirikan Angkasa Pura maupun Primkopau. Bahkan di antara bangunan itu ada yang didirikan tanpa sepengetahuan pemprov. Bangunan yang berdiri itu antara lain pujasera, shelter Damri, dan bangunan parkir inap.

Menanggapi keterangan itu, anggota Komisi C Arief Budiono mendesak pemprov bertindak proaktif. Pelanggaran yang terjadi harus ditegur agar tidak berlanjut. ’’Jangan diam saja melihat pelanggaran,’’ ujarnya seraya meminta Dinhubkominfo menghentikan proses pembangunan beberapa bangunan yang dinilai liar karena tak berizin. “Fungsi lahan parkir bandara mesti dikembalikan sesuai fungsinya, tegas Sukamto. Cholis Buser Trans Online

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s