Penataan Kawasan Rawan Bencana Jadi PR Serius

Posted on

YOGYA  Buser Trans Online

Pasca erupsi Gunung Merapi saat ini, ada persoalan serius menata kembali kawasan pemukiman yang telah menjadi Kawasan Rawan Bencana (KRB) yaitu  kawasan 5 KM dari puncak Gunung Merapi. Rencana inti (master plan) yang diciptakan tidah hanya mengatur tentang pemukian namun juga hutan lindung, pertanian, dan perkebunan.

Itulah salah satu hal yang harus diperhatikan oleh Provinsi DIY dalam membangun daerah ini pada tahun 2011 mendatang. Ir Henry Fernandi MSc. Phd, Dekan Fakultas Teknik UKDW  mengatakan hal tersebut dalam acara Outlook 2011 beberapa waktu lalu di kampus UKDW.

Henry Fernandi melanjutkan, pembangunan pasca erupsi Gunung Merapi mencakup menyelesaikan tantangan penyediaan hunian sementara untuk relokasi penduduk di daerah KRB III yaitu 11.550 jiwa warga lereng Gunung Merapi yang masuk wilayah Sleman.

“Faktor jarak dan kondisi kesiapan lahan masih menjadi kendala yang harus diatasi,” kata Henry Fernandi seraya menambahkan saat ini lokasi untuk relokasi sementara menggunakan tanah kas dan sultan ground.

Terkait ancaman lahar dingin dan banjir di daerah hilir terutama di kawasan Kota Yogyakarta, Henry Fernandi mengatakan, lahar dingin dan banjir dari beberapa sungai di lereng Gunung Merapi telah menyebabkan pendangkalan di Sungai Code dan Winongo.    Sedimentasi abu vulkanik juga telah mengakibatkan pendangkalan di Kali Mambu dan Selokan Mataram sehingga kapasitas penampungan aliran berkurang. Cholis Buser Trans Online

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s