Kadisdukcatpil; Kades Berikut Camat Harus Tanggung Jawab, Lolosnya Surat Porno

Posted on Updated on

Kab. Sumedang, Buser Trans Online,.

Menyusul beredarnya surat pemberitahuan Nomor Induk Penduduk (NIP) dari Dinas Kependudukan dan Cacatan Sipil yang tertulis kata-kata jorok dan cabul, beberapa elemen masyarakat melakukan protes dan mengancam akan melakukan unjuk rasa, jika Bupati Sumedang Don Mardono tidak segera mengambil langkah tegas terhadap anak buahnya (Kadis Disdukcatpil,red).

Ketua Karangtaruna dan tokoh pemuda Kecamatan Jatinangor, Deden Doni ketika dimintai komentarnya menandaskan, meskipun kata-kata jorok dan berbau cabul di surat yang dikirim Dinas Kependuduan dan Catatan Sipil (Disdukcatpil) tersebut tidak dibuat oleh Kadis, tetapi menurutnya sebagai orang yang paling bertanggungjawab di dinas tersebut, Kepala Dinas pun harus bisa mempertanggungjawabkannya.
“Tidak lalu, kemudian mencari pelaku dan menyalahkan sepenuhnya terhadap orang yang diduga menulis kata-kata tersebut, seolah pihak Disdukcatpil dan Kadisnya ingin cuci tangan,” tegasnya.

Deden Doni pun menyesalkan atas pernyataan Kadis, yang seolah kemudian memojokan Camat Jatinangor dan Kepala Desa Cinta Mulya atas kejadian tersebut. “Kinerja yang tidak berjalan atau berfungsi tidak baik itu Disdukcatpil. Kenapa lalu menyalahkan Camat dan Kepala Desa? Data dari Desa dan Kecamatan yang diserahkan kepada Dinas Kependudukan kan tidak ada kesalahan?”, katanya.

Menanggapi pernyataan Kepala Disdukcatpil,Dr. H. Dady Muhtadi, M.Pd yang seolah menyalahkan Camat dan Kepala Desa, Dadan Wardana (Kepada Desa Cinta Mulya) sangat berang. Dia pun mengatakan, jika Kadis akhirnya ‘melempar batu sembunyi tangan’ atas kesalah kepada pihak lain, menandakan sebagai seorang pengecut.

“Kenapa harus mencari-cari masalah untuk menyalahkan orang lain? Kalau dia kemudian menyalahkan saya sebagai kepala desa atau camat, berarti dia sudah menabuh genderang perang dan punya keberanian walaupun salah, saya pun tidak akan tinggal diam,” ucapnya dengan nada kesal.

Adapun yang dituduhkan Dady Muhtadi, seolah Kepala Desa dan Camat tidak segera melapor dan mengembalikan surat yang bermasalah, justru membiarkan media massa mengetahuinya, menurut Dadan, pihak Desa Cinta Mulya dan Kecamatan Jatinangor tidak seburuk apa yang dituduhkan kepala dinas. Menurutnya, Desa dan kecamatan telah menahan dulu surat tersebut agar jangan sampai kepada masyarakat, kemudian mengirim surat kepada dinas. Adapun untuk persoalan wartawan menjadi tahu, itu bukan kesalah yang dilakukannya, karena menurut Dadan, para wartawan mengantongi informasi adanya surat berisi kata-kata jorok itu dari temuannya, bukan diberitahu Kepala Desa dan Camat.

Senada dengan ketua Karang Taruna dan Kades Cinta Mulya, Warson S.Ag, MM Ketua APDESI Kab. Sumedang menyesalkan atas sikap kepala Disdukcatpil yang terkesan arogan. Seharusnya permasalahan ini diselesaikan, dan Disdukcatpil mengakui kesalahan dan meminta maaf kepada semua pihak khusunya masyarakat, bukan kemudian melemparkan masalah baru dengan menunjuk ada pihak-pihak yang salah atas kejadian tersebut.

“Sebagai aparat, kita malah sudah berusaha meredam kemarahan masyarakat atas kejadian ini. Kejadian ini sangat melukai dan menyinggung mereka, jadi sangat dimaklumi jika kemudian ada acancaman akan berunjuk rasa, tapi kita sudah berusaha memberi pengertian kepada mereka,” jelasnya.

Ketika dikonfimasi, Kepala Disdukcatpil,Dr. H. Dady Muhtadi, M.Pd di kantornya oleh beberapa media mengatakan, menyusul terjadinya kesalahan surat yang berisi kata-kata jorok, dia telah memerintahkan stafnya untuk mencari siapa yang melakukan kesalahan tersebut.

“Kita tidak perlu susah-susah, karena setiap komputer yang digunakan untuk mengentri data ada password masing-masing. Dan orang yang yang melakukannya sudah diketahui, dia seorang siswa kelas 3 SMKN Sumedang,” kata dia.

Menurut Dady, kejadian tersebut harusnya tidak kemudian muncul ke media massa, jika Camat Jatinangor dan Kepala Desa Cinta Mulya tidak menunggu-nunggu setelah mengetahui adanya kesalahan. Dikatakan Dady, baik Camat maupun Kepala Desa sudah menerima honor sama dengan dia, dalam proyek pemutahiran data Nomor Induk Penduduk tersebut, jadi seharusnya mereka pun ikut bertanggung jawab.(Kos/Buser Trans Online)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s