Kadisdukcatpil Segera Dicopot Dari Jabatanya Terkait Surat Cabul

Posted on Updated on

Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Sumedang, Dr. H. Dady Muhtadi, M.Pd

Kab. Sumedang, Buser Trans Online,.

Buntut pernyataan sikap arogan kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Kadisdukcatpil) Dr. Dady Muhtadi, Para Kepala Desa dan masyarakat Kecamatan Jatinangor, akhirnya ‘ontrog’ (datangi) Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten Sumedang.

Kedatangan mereka ke kantor Disdukcapil, jalan Sumedang, ternyata mendapat perhatian penuh dari jajaran Polres Sumedang. Terbukti dengan dikerahkannya, tiga  truk anggota Dalmas yang disiagakan di sekitar kantor dinas kependudukan yang saat ini tengah menjadi sorotan masyarakat.
Sikap arogan ternyata lagi-lagi dilakukan Dady terhadap masyarakat yang diwakili Forum Rakyat Bersatu Untuk Keadilan (FORRBEKA) dan para Kepala Desa Kecamatan Jatinangor, dengan tidak ada itikad untuk mengakui dan meminta maaf atas keluarnya surat berbau unsur cabul yang dikeluarkannya.

Dikatakan ketua FORRBEKA, Sitam Rasyid, kepala Dinas Kependudukan dan Cacatan Sipil kabupaten Sumedang tersebut, justru terkesan berusaha melempar kesalahan kepada fihak lain. Jika sebelumnya, Dady membela SMK Sumedang, kali ini justru kebalikannya menuding bahwa kesalahan tersebut sepenuhnya dilakukan oleh pihak SMKN, dengan ulah salah seorang siswanya.
“Kedatangan kita kemari adalah untuk mengklarifikasi surat yang dikirim Disdukcapil, yang terdapat kata-kata jorok dan cabul. Namun klarifikasi yang dilakukan oleh kepala Dinas justru sangat tidak memuaskan, karena dia mengkambing hitamkan pihak SMKN Sumedang, dan menuding kesalahan dilakukan pihak sekolah,” tegas Sitam yang mengaku datang bersama Forbeka perwakilan Cianjur dan Sukabumi.

Dikatakan Sitam, dalam pertemuan tersebut Kepala Disdukcapil memberi penjelasan melebar secara teknis, tidak terbesit sedikit pun kalimat mengakui kesalahan dan permintaan maafnya. Hal tersebut, tentunya membuat tidak puas masyarakat dan kepala desa.
Atas kejadian itu, menurut Sitam, kini masyarakat akan mengembalikan kepada Bupati Sumedang Don Mardono, agar segera mengambil tindakan tegas kepada anak buahnya yang mempunyai sikap tidak kesatria seperti Dady. Tindakan tegas itu, lanjutnya, berupa pencopotan, karena kesalahan yang dilakukan sangat keterlalu.  “Jika kesalahan penulisan nama atau jabatan bisa ditolerir, tapi yang terjadi sekarang sangat keterlaluan. Lagi pula, tidak bisa Dady melemparkan kesalahan kepada pihak lain, karena yang menjadi pimpinan dan bertanggung jawab di Disdukcapil dengan segala kinerjanya adalah dia. Tidak ada prajurit yang salah, yang harus disalahkan adalah komandan. Apalagi seorang Dady berpendidikan S3,” tandasnya.

Ungkapan senada pun disampaikan tokoh masyarakat dan mantan anggota DPRD Kabupaten Sumedang, Ismet. Menurutnya, aparatur pemerintah Sumedang termasuk di dalamnya Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil, harus banyak belajar lagi. Menurutnya, apalagi kesalahan sangat patal dan membuat sakit serta ketersinggungan masyarakat, harus mendapatkan perhatian serius.
“Jangan sampai, karena tidak ada teguran dari pimpinan dalam hal ini Bupati, kesalahan akan terus dipelihara oleh dinas,” jelasnya. (Kos/Buser Trans Onlie)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s