Kades Cikahuripan Laporkan Penyegelan Kantor Desa

Posted on Updated on

Kab. Sumedang, Buser Trans Online,.

Kepala Desa Cikahuripan Parjat laporkan kasus penggembokan kantor desanya ke Mapolsek Cimanggung, Rabu (16/03) menurutnya hal tersebut berimbas dari salah satu keluarga penggugat yang kecewa terhadap putusan pengadilan lalu melakukan penyegelan dengan menggembok pintu kantor dan memasang plang di halaman kantor bertuliskan “Kantor desa dibangun bukan diatas tanah milik desa tapi diatas tanah milik pribadi”. Kejadian ini berkaitan dengan sengketa hak kepemilikan tanah yang kini menjadi kantor desa Cikahuripan Kecamatan Cimanggung.

Sementara itu Kapolsek Cimanggung AKP Tatang Ependi memanggil pihak penggugat untuk duduk bersama menyelesaikan masalah ini, keluarga penggugat yang melakukan aksi penyegelan pun akhirnya mau membuka gembok yang terpasang di pintu masuk kantor desa setelah mendapatkan penjelasan.

”Menanggapi laporan Kepala Desa Cikahuripan, kami tidak langsung melakukan tindakan hukum terhadap pelaku, jika memang masih bisa diselesaikan dengan jalan musyawarah saja kan lebih baik untuk demi terjaganya stabilitas keamanan,” ujarnya

Ditambahkan dia, setiap warga negara berhak untuk melakukan langkah hukum jika penggugat kecewa terhadap putusan pengadilan, tetapi jika melakukan penyegelan  setelah adanya putusan tetap dari pengadilan yang memenangkan tergugat tanah sengketa sama saja dengan tidak menghormati putusan dan tindakan melawan hukum.

Camat Kecamatan Cimanggung Asep Aan Dahlan, saat dikonfirmasi mengatakan jika yang bersengketatidak puas dengan putusan pengadilan boleh saja melakukan gugatan kembali setelah penggugat memiliki bukti baru yang mendukung gugatannya “silahkan saja melakukan gugatan kembali jika memang didukung novum dari keluarga penggugat, jika seperti ini khawatir pelayanan masyarakat manjadi terganggu,”ungkapnya

Merujuk pada keputusan pengadilan Sumedang No.19/pdt.G/2008/PN.SMD pengadilan memutuskan bahwa gugatan para penggugat yaitu1.H Sholeh 2.Popo Mustofa 3. Iwa 4.Ikah 5.Mamad kepada tergugat yaitu Pemerintah Desa bahwa gugatan ini ditolak pengadilan karena tidak adanya bukti kuat terkait kepemilikan tanah.

Perwakilan keluarga penggugat Asep Saepudin (38) mengakui bahwa mereka kecewa dengan putusan pengadilan yang tidak sesuai dengan fakta yang dimiliki keluarganya, “kami kecewa dengan putusan pengadilan yang memenangkan kasus ini kepada pemerintah desa, padahal kami memang ahli warisnya, saya juga meminta maaf tindakan ini terjadi karena keluarganya emosional saja,”ungkap Asep

Kendati demikian keluarga tergugat akan menempuh jalan hukum lagi dengan melayangkan gugatan kembali setelah mengumpulkan bukti-bukti baru. (Kos/Buser Trans Online)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s