Menunggu 18 Tahun, MS Sutiamijaya Menangkan PK

Posted on Updated on

Kab. Sumedang, Buser Trans Online,.

Sengketa tanah gono gini yang sudah berlangsung hingga 18 tahun antara suami istri yang sudah bercerai kini sudah menghasilkan titik terang bagaimana tidak si penggugat dalam hal ini M.S Sutiamijaya Bin Mustari memenangkan  atas tanah sengketa UNPAD sesuai putusan  Peninjauan Kembali (PK) Mahkamah Agung (MA).

Keputusan PK Mahkamah Agung (MA) langsung di bacakan juru sita Pengadilan Agama Sumedang  Alan Suherlan SH, Rabu (16/03) di lokasi, dan di saksikan oleh pihak terkait dan Muspika Jatinangor tidak terlepas pihak Unpad hadir sebab tanah yang dieksekusi merupakan tanah yang sudah menjadi milik UNPAD dan sudah bersertifikat, pihak PA sendiri masih menunggu yang berkeberatan untuk mengajukan proses hokum setelah proses pembacaan eksekusi “pihak pengadilan agama welcome, jika ada pihak yang merasa keberatan atau perlawanan kepada pihak-pihak yang merasa diabaikan haknya, tentunya keberatan tersebut harus melalui prosedur sesuai hukum yang berlaku”ujarnya.

Sementara itu juru bicara ahli waris pemenang gugatan Asep Suryana, pertama-tama pihaknya merasa bersyukur selama 18 tahun permohonan akhirnya dikabul sedangkan tanah dengan no sertifikat No. 138 Gs No. 588 tahun 1990 atas nama MS Sutiamijaya sudah menjadi hak sepenuhnya, namun bila memang ada pihak yang berkeberatan pihaknya siap menunggu asal sesuai prosedur “tanah tersebut merupakan hak kami sebagai keluarga ahli waris, setelah menempuh jalurhukum selama 18 tahun yang berangkat dari gugatan harta gono-gini”jelasnya.

Ditambahkan dia, kalaupun nantinya ada sertifikat muncul atas nama UNPAD ini merupakan adanya permasalahan perbedaan dari awal pihaknya dengan tegas mengabaikan adanya sertifikat yang di pegang pihak lain sebab yang di dalam putusan PK oleh MA telah memberikan ketegasan amar putusan dan pihak penggugat hanya mengambil haknya saja “jika memang ada pihak lain yang merasa dirugikan silahkan ambil upaya hukum, dengan demikian proses perjalanan hukum ini telah benar oleh pengadilan agama sebagai juru sita dilapangan”tambahnya.

Sesuai putusan Mahkamah Agung (MA) tentang peninjauan kembali permohonan M.S Sutiamijaya Bin Mustari yang menggugat NY. Imik Binti Aspani. Berdasarkan hasil keputusan MA memperhatikan pasal-pasal dari Undang-Undang No. 14 tahun 1970, Undang-Undang No 14 tahun 1985 dan undang-undang No. 7 tahun 1989, telah mengabulkan permohonan peninjauan kembali dari M.S Sutiamijaya bin M. Mustari sehingga telah membatalkan putusan M.A RI tanggal 1993 No. 03 K/AG/1993 dan putusan pengadilan Agama Tinggi Bandung tanggal 7 November 1992.

Disisi lain pihak UNPAD  melalui Ari Burhani dari Bagian Hukum mengatakan bahwa obyek yang menjadi lahan eksekusi merupakan milik UNPAD dan sudah bersertifikat serta diakuinya tanah sengketa tersebut sebelumnya tidak ada pemberihauan kepadanya dan diketahuinya sehari sebelum eksekusi dilaksanakan “kami sudah terjadi jual beli dan tanah tersebut sudah bersertifikat pada tahun 1993, jadi hak kepemilikan kami itu jelas sudah kuat”ungkapnya. Sedangkan menurutnya lagi, luas tanahnya sendiri yang di klim pihak penggugat dirinya tidak mengetahuinya dan dalam rencana selanjutnya masih menunggu hasil rembukan dengan jajaran UNPAD. (Kos/Buser Trans Online)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s