54 Civitas Akademik UGM Keseret Tsunami Jepang

Posted on

YOGYA , Buser Trans Online

Pascagempa dan tsunami melanda Jepang, sebanyak 54 orang dosen dan mahasiswa dari Universitas Gadjah Mada (UGM) saat ini belum diketahui keberadaannya. UGM masih kehilangan kontak dan saat ini berusaha melakukan pencarian melalui Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Tokyo.

Pihak UGM juga belum bersedia memberi komentar atas kabar yang menyebutkan 54 orang tersebut selamat. Pihaknya masih akan melakukan koordinasi internal terkait ‘hilang’nya 54 civitas akademikanya yang berada di Jepang akibat bencana tsunami. Rachmat Sriwijaya, Kepala Kantor Urusan Internasional (KUI), menjelaskan UGM kehilangan kontak 13 mahasiswa yang mengikuti program pertukaran pelajar dan 41 dosen yang belajar di Jepang.

Saat ini UGM masih mengumpulkan data pasti dan kondisi mereka. “Belum ada informasi pasti tentang apakah dosen dan mahasiswa UGM menjadi korban tsunami. Beberapa di antara mereka ditengarai tinggal di daerah bencana,” katanya. UGM lanjut dia berusaha mencari informasi keberadaan mereka melalui KBRI di Tokyo dan Kedubes Jepang di Jakarta. Rio Rini Diah Moehkarti dari Kantor Urusan International UGM mengatakan, pihaknya belum bisa memastikan bagaimana kondisi sebernarnya para dosen dan mahasiswa UGM yang tengah berada di Jepang.

Terpisah, Widodo Usman, suami Nunung Yuniarti Dosen UGM yang tengah menempuh S3 di Nara Institute of Scinece and Technology (NIST) Jepang mengaku sudah berhasil mengontak istrinya. Sejak terjadi bencana tsunami, Widodo langsung mengontak istrinya yang sudah berada di Jepang sejak enam bulan lalu.

Menurut dia, meski selamat kini istrinya mengaku takut dengan bahaya radiasi akibat meledaknya reaktor nuklir di Fukushima Daiichi Jepang. Pihak UGM, lanjutnya, juga belum mengontak istrinya yang rencananya akan tinggal di Jepang selama tiga tahun itu. Terkait dengan mahasiswa Jepang yang saat ini menempuh studi di UGM, Rahmat menyatakan ada 25 orang.

Semuanya sudah dikumpulkan untuk membantu memastikan kondisi keluarga mereka di Jepang. UGM akan membantu segala kebutuhan mahasiswa Jepang yang keluarganya menjadi korban. Di UGM terdapat puluhan mahasiswa asal Jepang yang mengikuti program Indonesian Language and Culture Learning Service (Inculs) di Fakultas Ilmu Budaya (FIB) UGM, belajar di Fakultas Ilmu Budaya, Ekonomi, dan Hukum.

Sementara dosen Arsitektur di Universitas Kristen Duta Wacana, Mahatmanto, dinyatakan dalam keadaan selamat, demikian diungkapkan Wakil Rektor IV Bidang Kerjasama, Henri Feriyadi. “Sejauh ini keberadaan dia [Mahatmanto] baik-baik saja dan belum ada rencana untuk kembali ke Indonesia,” kata dia. Mahatmanto, lanjutnya, mengikuti program S3 di Toyohashi University of Technology (TUT) selama tiga tahun sejak 2009. cholis

One thought on “54 Civitas Akademik UGM Keseret Tsunami Jepang

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s