Rehab Pasar Imogiri Diduga Tabrak Aturan Main

Posted on

BANTUL, Buser Trans Online

Proyek rehabilitasi Pasar Imogiri yang menghabiskan dana miliaran rupiah diduga telah terjadi penyelewengan dalam pengerjaannya. Hal ini terungkap dari hasil penyelidikan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) yang mengidentifikasi beberapa kejanggalan dalam proyek rehabilitasi tersebut.

Dalam dokumen penyempurnaan pelaksanaan anggaran Satuan Kerja Perangkat Daerah (DPPA-SKPD) Dinas Pekerjaa Umum (DPU) Bantul telah menganggarkan kegiatan rehabilitasi pasar pedesaan senilai Rp 7.176.690.- 500. Salah satu mata anggaran diperuntukkan berupa pekerjaan rehabilitasi Pasar Imogiri dengan anggaran Rp 4.901.093.000 dan telah direalisasikan Rp 4.883.296.000.

Pekerjaan yang digarap PT Graha Optimasi Triasindo (GOT) dengan menggunakan sistem harga satuan (unit price) tersebut, awalnya bernilai Rp 4.115.252.000 dengan jangka waktu pelaksanaan 180 hari kalender mulai 26 Mei sampai 21 November 2009. Namun BPK dalam Laporan Hasil Penyelidikan (LHP) tahunannya menemukan beberapa ketidaksesuaian yang dilakukan oleh pemborong.

Menurut LHP BPK telah terjadi dua kali perubahan nilai kontrak (addendum) yang dituangkan dalam addendum kontrak. Perubahan pertama dilakukan 20 Juni 2009 dengan nilai perubahan Rp 4.569.931.000 dan perubahan kedua dilakukan 20 Juli 2009 dengan perubahan nilai kontrak menjadi Rp 4.883.296.000.

Menurut BPK perubahan yang cukup signifikan tersebut diantaranya adalah untuk pengerjaan pematangan tanah dan jalan khususnya item sub pekerjaan urug tanah dan pemadatan. Kontrak awal pekerjaan ini, volume tanah urug adalah sebanyak 11.009,41 meter kubik senilai Rp 642.949.544.

Pada addendum kontrak yang pertama, volume tanah urug bertambah menjadi 31.876,53 meter kubik dengan nilai sebesar Rp 1.861.589.461,33. Pekerjaan tanah urug dan pemadatan tersebut baik secara volume maupun nilai rupiahnya dari kontrak awal bertambah masing-masing sebesar 20.- 866,89 meter kubik dan Rp 1.213.- 639.917,33 atau bertambah sebesar 189,54 %.

Sedangkan nilai keseluruhan kontrak juga ikut-ikutan berubah karena perubahan salah satu sub proyek tersebut. BPK melansir nilai perubahan dari Rp 4.115.252.000 (kontrak awal) menjadi Rp 4.883.296.000 (addendum kontrak kedua) atau bertambah sebesar Rp 768.044.000 (18,66%).

BPK Provinsi telah menyelidiki dalam dokumen final report bahwa tidak ditemukan adanya dokumen resmi mengenai usulan dilakukannya addendum kontrak. Berdasarkan konfirmasi dengan konsultan pengawas pada tanggal 5 November 2010 diketahui bahwa usulan dilakukannya addendum tanpa menggunakan surat usulan atau dokumentasi resmi lainnya, namun dilakukan secara spontan.

Pihak-pihak terkait yang memiliki kewenangan tidak dilibatkan oleh PT Graha Optimasi Triasindo selaku kontraktor. PT GOT malah langsung membuat Change Contract Order (CCO) dan Shop Drawing sesuai dengan penambahan dan pengurangan pekerjaan yang dilengkapi dengan back up volume.

Kepala Perwakilan BPK RI Provinsi DIY Sunarto SE mengatakan bahwa tindakan yang dilakukan PT GOT tidak sesuai dengan Keputusan Presiden RI Nomor 80 tahun 2003 tentang Pedoman Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah. Pelanggaran yang terjadi terutama pada bab II huruf D ayat 1 dan 3 yang menyatakan bahwa pekerjaan tambahan tidak boleh melebihi 10% dari harga yang tercantum dalam perjanjian/ kontrak awal.

Sunarto juga menjelaskan ada dua implikasi yang ditimbulkan. Terjadi pelampauan prosentase pekerjaan tambahan dalam addendum sebesar 18,66 % dari kontrak awal. Dan terjadi kelebihan pembayaran sebesar Rp 70.064.801,28.

Hal tersebut disebabkan oleh Kepala Dinas PU dianggap tidak optimal dalam pengendalian dan pengawasan. Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) proyek dalam melaksanakan addendum tidak memperhatikan pedoman yang berlaku serta tim pengawas lapangan dianggap BPK telah lalai.

Sudaryono ST selalu Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Dinas PU Kab Bantul, saat dikonfirmasi BUSER TRANS perihal hasil temuan itu, ybs mengelak menghindar. “Proyek rehab pasar Imogiri tak ada masalah kok,” ujarnya singkat. Upaya menghubungi lewat no ponsel maupun pesen pendek yang dikirim ke ponsel Kepala Dinas PU Bantul Ir Heru Suhadi juga tak ada tanggapan. Cholis

One thought on “Rehab Pasar Imogiri Diduga Tabrak Aturan Main

    […] Rehab Pasar Imogiri Diduga Tabrak Aturan Main « Buser Trans Online […]

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s