TKI Magelang ikut Tersapu Tsunami

Posted on

MAGELANG , Buser Trans Online

Sementara itu dua tenaga kerja Indonesia (TKI) asal Magelang yang bekerja sebagai ABK Yamatumaru 36 Jepang diduga kuat hilang, saat kapal mereka hendak berlayar di Pelabuhan Kota Miyagi Jepang.

Kedua TKI itu adalah Ihwan Rosyad, 28 dan Mualfi Sodiq Hasan, 27, kakak beradik asal Dusun Tanjung Kulon, Desa Jogomulyo, Kecamatan Tempuran, Kabupaten Magelang. Ayah korban, Harun Rosyid, menuturkan sejak terjadinya bencana tsunami yang disusul gempa di Negara Sakura itu, ia tidak lagi bisa menghubungi kedua anaknya.

“Terakhir mereka menelepon Jumat sebelum tsunami. Mereka bilang sedang berada di Miyagi dan hendak kembali berlayar,” kata Harun, saat ditemui di rumahnya, Senin (14/3).

Berdasar cerita kedua anaknya yang telah bekerja di Jepang sejak tiga tahun yang lalu itu, mereka bekerja di bagian mesin di kapal tersebut. Mereka disalurkan oleh PT Budi Agung Bina Tara Jakarta Selatan dan masuk ke perusahaan di bidang penangkapan ikan hiu.

Setiap kali berlayar, kapal mereka membawa 25 sampai 30 ABK. Menurut anaknya,  dari jumlah ABK itu, tujuh hingga delapan orang di antaranya adalah warga Indonesia.

Saat ini, Harun mengaku pasrah dengan kondisi terburuk yang akan dialami kedua anaknya. Pasalnya, setelah kejadian tsunami, kedua nomor ponsel yang biasa digunakan anaknya tidak bisa dihubungi lagi. ”Facebook juga tidak aktif, email juga belum dibalas,” tuturnya sedih.

Sejumlah upaya telah dilakukannya, seperti mencari tahu melalui KBRI di Jepang dan perusahaan tempat keduanya bekerja.

Jawaban yang diperolehnya sama, yakni diminta sabar dan menunggu. “Sore ini [kemarin], saya akan ke Jakarta menanyakan ke perusahaan penyalur mereka bekerja. ”Belum adanya informasi tentang keduanya membuat Nunik Septiani, 22, istri Mualfi Sodiq Hasan tak henti-hentinya menangis.

Betapa tidak? Suaminya yang terakhir pulang saat Lebaran lalu itu hingga saat ini belum melihat anak pertama mereka yang baru tiga minggu lalu dilahirkannya. Anak perempuan itu diberi nama Yuki Putri Mulia. “Tidak ada firasat apapun. Saat menelepon terakhir, dia hanya bilang jaga anakku, gitu,” kata Nunik pasrah.

Sementara seorang warga Godean, Sleman, Uum Faida yang tinggal di Chiba, sebuah prefektur berjarak 30 km di Timur Tokyo atau 350 km dari kota terdampak parah, Sendai,  selamat dari amukan gempa yang melanda Jepang, Jumat (11/3) siang.

Awalnya, saat  gempa mulai terjadi pukul 14.56 waktu Chiba, Uum dan suaminya yang sedang di rumah, tidak merasa panik.  Pasalnya dua hari sebelumnya, terjadi gempa berturut-turut. “Itu karena di sini sudah biasa terjadi gempa. Tapi lama-lama kok besar banget enggak berhenti sampai lebih dari dua menit,” ujar tadi malam.

Saking besarnya gempa, ia harus pegangan pagar rumah biar tak terjengkang. Menurut Uum yang juga pernah merasakan gempa tektonik di DIY pada 2006 lalu, gempa Jepang Jumat (11/3) lalu itu benar-benar terbesar yang pernah ia rasakan. Pasalnya, saking besarnya gempa, ia harus pegangan sesuatu untuk tetap bisa berdiri. “Kalau enggak kejengkang,” katanya.

Namun hebatnya bangunan apartemen dua lantai tempat ia tinggal di Inohana, meski   bangunan tua, tetap berdiri kokoh. Meski tsunami tidak menerjang pesisir Chiba yang berada di teluk, sebuah kilang minyak meledak di Icihara, sebuah kota di bagian timur Chiba.

Uum sempat membuat khawatir beberapa teman dan kerabat. Pasalnya, pada hari Jumat, dia sulit dihubungi rekan-rekannya. Saluran telepon terputus, dan hanya suaminya yang online melalui layanan I-phone. “Chiba memang enggak kena [tsunami], cuma yang ngeri kebakaran kilang minyaknya,” kata dia.

Karena merasa ngeri, Uum dan suaminya sempat lari ke bukit dekat apartemen tempat mereka tinggal. Tapi merasa percuma karena tidak bisa berbahasa Jepang, keduanya memutuskan  pergi ke Chigusadai, empat kilometer dari tempat ia tinggal, karena banyak mahasiswa Indonesia yang tergabung dalam Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) tinggal di sana. cholis

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s