Proyek Peningkatan TPSA Cilowong Dan Pembangunan Sampah Terpadu 3 R Disinyalir Bermasalah

Posted on Updated on

Satker PLP Banten Diduga Georogoti APBN T.A. 2010

Pengadaan Mesin Penggiling Sampah 20 PK Hanya Mampu Menghasil 10 Kg Pupuk Kompos/Jam,

Banten, Buser Trans OnLine

Proyek Peningkatan Tempat Pembuangan Sampah Akhir (TPSA) dan Pembangunan Pengelolaan Sampah Terpadu 3 R yang ditempatkan 2 (Dua) Unit Pengelolaan Sampah Terpadu 3 R di Kota Serang dan 2 (Dua) Unit lagi di Kabupaten/Kota Tangerang yang dibiayai Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) Tahun Anggaran 2010 dengan total nilai didua kegiatan sebesar Rp.5,1 Milliar perealisasiannya diduga sarat unsur Kolusi, Korupsi dan Nepotisme (KKN).

Hasil pantuan Buser Trans OnLine di lapangan, dan menurut sumber terpercaya, ditemukan kegiatan proyek peningkatan TPSA ( Tempat Pembuang Sampah Akhir ) Cilowong dan Pembangunan 2 (Dua) Unit Pengelolaan Sampah Terpadu 3 R di Kota Serang terindikasi menuai berbagai masalah yang begitu kompleks. Diantaranya fisik bangunan Pengelolaan Sampah Terpadu 3 R  dikerjakan tidak sesuai spesifikasi maupun Rencana Anggaran Belanja (RAB), mengakibatkan  kwalitas  bangunan jelek dan sudah mengalami berbagai kerusakan.

Untuk mendapatkan jawaban Klarifikasi yang dilayangkan LSM PANRI, Ketua Umum, Aang Kunaefi didampingi Buser Trans OnLine menyambangi Kantor Satuan Kerja Penyehatan Lingkungan Pemukiman Provinsi Banten, setibanya di Kantor Satker itu, salah satu stafnya mengatakan bapak lagi memimpin rapat internal. Anehnya, selang beberapa waktu, ketika LSM dan Wartawan Buser Trans OnLine dipersilahkan masuk…!

Kepala Satuan Kerja (Kasatker) PLP Banten, Mansur ST raib dari ruang kantornya alias tidak kelihatan batang hidungnya. Diruang kerjanya, LSM dan Wartawan diterima salah stafnya, yakni; Danar.

Ketika dilontarkan pertanyaan terkait peralihan lokasi kegiatan pembangunan pengelolaan sampah terpadu 3 R yang sedianya ditempatkan di Perum Citra Gading Kel. Cipocok Kecamatan Cipocok dialihkan ke Kompleks Taman Kaposus Kecamatan Taktakan itu harus disertai surat CCO..? Danar mengakui bahwa peralahin lokasi kegiatan tersebut memiliki surat CCO, Namun, dirinya tidak dapat menunjukkan surat CCO, hal yang sama ketika dipertanyakan Proyek Peningkatan TPSA Cilowong yang  tidak memiliki izin Dampak Lingkungan (AMDAL), Malah Danar terkesan menyalahkan Dinas terkait “( LH Kota Serang)”, Danar juga mengakui bahwa pihaknya sudah dipanggil Kejati Banten terkait permasalahan Cilowong, Ketika Danar diminta untuk memperlihatkan Rencana Anggaran Belanja (RAB), jawabnya tidak punya wewenang untuk itu, langsung saja kepada Kasatker, ungkapnya

Ketua Umum LSM PANRI ( Pemantau Aset Negara Repbulik Indonesia ) Banten, Aang Kunaefi usai meninggalkan ruangan, kepada Buser Trans OnLine, Aang mengatakan Kepala Satuan Kerja (Kasatker) PLP Banten itu, seperti  Terong yang dimasukkan ke dalam penggorengan. Tegar menggerogoti APBN, ciut saat menghadapi masalah. Berarti Kasatker itu tidak memiliki rasa tanggungjawab dalam mengelola APBN. Kenyataannya beliau menghindar dari LSM maupun Wartawan menunjukkan  kesan adanya bentuk kerjasama “Hitam” yang diperagakan pihak penyelenggara dengan penyedia jasa untuk menggerogoti APBN. Artinya, dengan adanya  permasalahan yang begitu kompleks pada Proyek Peningkatan TPSA Cilowong dan Pembangunan Pengelolaan Sampah Terpadu 3 R itu. Seharusnya pihak penyelenggara tidak begitu saja membayarkannya kepada pihak rekanan. Sebab, proyek yang dilaksanakan itu dinyakini bermasalah, diantaranya TPSA Cilowong terindikasi tidak memiliki Izin Dampak Lingkungan (AMDAL). Tapi, kenyataannya hal itu diabaikan oleh pihak penyelenggara. Sehingga ada upaya dengan berbagai cara bagaimana agar dana APBN untuk membiayai kegiatan tersebut dijadikan ajang menambah pundi-pundi oknum pejabat Satker PLP.

Apalagi, dengan adanya pernyataan sikap dari Staf Satker PLP Banten, Danar yang mengatakan bahwa pihaknya sudah diperiksa Kejati Banten. Tentunya, kita jangan terus percaya atas pengakuan itu. Bila perlu, kita akan melakukan kros check ke Kejati untuk mendapatkan infromasi yang sebenarnya. Jika benar, kita akan mendesak  pihak Kejati untuk mengusut tuntas adanya  penyimpangan terhadap perealisasian anggaran proyek Peningkatan TPSA Cilowong begitu juga akan menyerahkan hasil investigasi pembangunan pengelolaan sampah terpadu 3 R yang diduga kuat merugikan keuangan Negara. Itu dapat kita buktikan dengan adanya hasil investigasi pada Pembangunan Pengelolaan Sampah Terpadu 3 R, dimana bangunan yang dibiaya APBN itu ditemukan beberapa penyimpangan, diantaranya lantai bangunan hanya diploor tanpa ada pemadatan sebelumnya dan di-aci. Begitu juga beberapa item kegiatan dikerjakan diluar spesifikasi dan Rencan Anggaran Belanja (RAB).

Ironisnya lagi,  pihak penyedia jasa meninggalkan utang material. Saat dikronfortir Buser Trans OnLine melalui telepon selularnya, Daman mengakui bahwa  pintu sorong terali besi itu hingga saat ini belum dibayar oleh pemborong senilai ± Rp.4 juta. Kalau nanti tidak dibayar pintu itu akan saya bongkar kembali, belum lagi bahan bangunnya itu masih diutang, tegas Daman.

Hasil temuan ini merupakan salah satu bukti kuat untuk melengkapi dokumen yang akan kita sampaikan kepada penegak hukum yang lebih tinggi, yaitu : Kejaksaan Agung (Kejagung) dan bila estimasi (perkiraan) biaya sudah memenuhi syarat untuk diserahkan ke Komisi Pemantau Korupsi (KPK), maka PANRI siap melaporkan dan sudah barangtentu turut mengawalnya agar diusut tuntas. Jika  memang pihak Kejati enggan mengusut ataupun mempeti es-kan  kasus itu, tegasnya (bin/Buser Trans OnLine)

One thought on “Proyek Peningkatan TPSA Cilowong Dan Pembangunan Sampah Terpadu 3 R Disinyalir Bermasalah

    salikun said:
    22 Juli 2011 pukul 8:11 PM

    begitu besar beaya tapi masihsaja jadi masalah utamanya sampah bagekan tak tertangani,cola bila dengan teknologi pemusnah sampah mngkin beaya 10 persennya saja segalanya utamanya sampah PASTI telah teratasi dan tidak mungkin menjadikan persoalan.

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s